My Regret 'Hamil DiLuar Nikah'

My Regret 'Hamil DiLuar Nikah'
71


__ADS_3

Cukup lama aku menunggu Dedi. Hingga kopi yang aku buat pun habis bersisa ampasnya saja. Kulihat jam di ponselku sudah hampir jam delapan pagi. Cafe juga masih terlihat sangat sepi.


Suasana yang cukup dingin di pagi ini. Awan biru pun berubah menjadi gulita, seperti akan datang hujan. Angin berhembus sangat kencang, aku yang berada di dalam pun sangat terasa dingin menembus kulit. Padahal aku memakai jaket tebal pagi ini.


"Otw otw mata nya soek! Buktinya, jam segini belum juga muncul tuh si kampret!" umpatku kesal. Karena tak kunjung datang tuh bocah sengkeh. Sesekali melirik jam yang terus berdetak. Hawa yang dingin juga semakin menambah emosiku.


Jangan sampe penyakit gue kumat. Dingin banget sumpah. batinku sembari mengusap lenganku agar lebih hangat.


TAK TAK TAK TAK


Derap langkah terdengar, aku melirik ke asal suara itu. Rupanya orang yang aku tunggu sudah sampai. Aku berdiri dengan melipat kedua tanganku dan menekuk wajahku. Menatap tajam ke arahnya.


"Otw dari jam berapa lu pe'a?" tanyaku kesal.


"Hehe, sory. Ban bocor, susah cari bengkel, Na. " dalihnya.


"Ngelesss lu paling. "


"Suer Na. Udah mh gue dorong sendirian. Gerimis pula, "


"Alesan lu! "


"Suerrrr Na. Mana ada gua bohong. " dengan menunjukan dua jari nya membentuk vis.


"Nih liat! " Ku tunjukan pipiku yang merah bekas tamparan wanita tadi pagi. Sontak Dedi melotot dan berjalan cepat menghampiri ku. Refleks tangannya menjulur menyentuh pipiku, namun aku tepis. "Jangan sentuh! Perih nih! " pekikku.


"Napa bisa gini? " terheran dia menatapku, duduk di sebelahku matanya tak lepas dari pipi ku yang memerah dan berbekas lima jari itu.


"Ini sarapan pagi gue."


"What? kenapa bisa? " matanya membulat heran. Halis nya beradu.


"Lu inget cewek yang kemarin masang kaki nya biar gue jatuh? " Dedi membalas dengan anggukan cepat. "Ini semua dia yang lakuin ke gue tadi pagi! Sial si tuh cewek! "


"Serius lu? "


"Dan parah nya, tuh cewek marah sama gue karena gue udah ngerebut posisinya sebagai vokalis band di sini! " pungkas ku kesal. Aku terus mendengus, "Kenapa lu kagak bilang sama gue tentang hal ini, bego! " makiku.


"Su-sumpah gue kagak tau, Na! "


"Bacot! "


"Sumpah, gue beneran kagak tau. Faiz nggak ada ngomong ke gue soal si Karin. " dengan wajah memelas Dedi menatapku.


"Karin?" sejenak aku terhenti. Dedi kembali menjawab dengan anggukan.

__ADS_1


"Gue tuh cuma pengen idup tenang De, gue capek idup kaya gini! Lu tau, penderitaan gue selama ini, hem? " Aku meracu tak henti. Dedi menggeleng lagi. "Gue pernah bunuh diri. Andai aja Wahyu nggak dateng waktu itu. Mungkin lu bakal denger berita gue yang udah almarhum! "


Dedi menelan salivanya sembari melotot, "Serius? "


"Lu kira muka gue topeng monyet yang lagi pentas?"


"Apa hubung nya? "


"Ya adalah. Gue kan lagi serius,"


"Emang muka nya topeng monyet kalo lagi serius type nya ke elu gini ya? " tanya nya sembari menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Ya iyalah."


"Berarti selama ini lu monyet? "


"Anjrit lu! "


"Lah, lu yang bilang barusan, "


"Iya. Gue monyet dan elu gorila. Jadi monyet ama gorila bertemen baik. Tapi sayang nya si gorila kurang konek. internet nya lemott. makanya, pake jaringan h+ dong. Jangan E mulu. "


"Tuh kah, lu makin nggak nyambung. " dengus Dedi


"Sabar-sabar. Terus lu ke sini sama siapa?"


"Sama Wahyu. "


"Tuh kan. Gue mau liat tuh cowok kek apa," kini berganti Dedi yang merengut.


"Lu nggak perlu tau. Udah ah, gue mau balik! Kampret emang si Faiz. Ngerjain gue! " Aku berlalu dengan wajah masam karena kesal.


"Eh eh eh..., tunggu dulu. Lu jangan balik dulu, Na. Justru gue mau nerangin soal cewek yang nampar lu tadi. " Aku menoleh mendengar penuturan Dedi, lekat mataku melihat nya tajam hingga menusuk iga, eh dia malah cengengesan. Aku pun kembali duduk untuk mendengarkan dia mengoceh.


"Apa?"


"Jadi gini, Na. Dia itu adik iparnya A Irfan. Wajar aja dia pagi-pagi ada di sini, wong rumahnya aja deket ko, di belakang cafe. Terus Faiz juga nggak ngelarang dia buat keluar masuk, jadi dia bebas di sini." jelas Dedi.


"Terus apa hubungannya sama gue bloon! "


"Ya kagak ada sih, "


"Tuh kan! " Aku kembali berdiri. "Lu pada mau ngerjain gue ya? "


"Ya Allah, Na. Sabar. Lu emosian deh. " ujarnya.

__ADS_1


"Lu juga bikin gue erosi! "


"Ya sabar. Lu masih muda. "


"Apa hubungnya? "


"Kagak ada sih, "


"Terus? "


"Ya udah, "


"Ya audah. Gue balik! "


"Ehh. Jangan dulu dih. temenin gue di sini. Masa gue sendirian,"


"Bodo amat! "


"Lu bantuin gue,koplak."


"Males ah. Mending gue tidur di rumah! " dengusku lantas berlalu.


"Faiz nyuruh lu dateng pagi karena sekarang akan ada acara, Faiz nggak bisa kesini. Jam sepuluh pagi baru di mulai. Lu emang nggak liat cafe udah rapih gini? " ujarnya, menarik tangan ku untuk melihat ruangan cafe yang sudah rapih dan di tata sebagus mungkin. Bunga-bunga yang terpasang di setiap sudut ruangan. Meja dan kursi yang terpasang rapi dengan pas bunga kecil di tengah-tengah meja, menambah keanggunan cafe ini.


"Siapa yang bikin acara? " tanyaku.


"Ada lah seseorang. " jawab Dedi, " Duduk lagi sini. " imbuhnya.


"Pokonya, lu harus nyanyi yang bagus. " kata Dedi dengan menunjukan jari jempolnya dan tersenyum ceria. Aku hanya menganggukkan kepala ku saja.


Waktu terus berjalan, para pelayan yang bekerja di cafe pun terus berdatangan, satu demi satu dari mereka menata kembali ruangan dan tempat duduk. Tamu undangan juga datang silih berganti. Ada yang berpasangan, ada yang bergerombol. ada juga yang hanya sendiri. Semua nampak ramai, hanya saja pakaian para anak muda yang usia nya cukup dewasa dari aku itu biasa saja. Untuk para wanita nya juga tidak ada yang memakai dres atau gaun. Semuanya memakai jeans. Atasan maupun bawahan. Mereka ini seperti anak gengs. Tapi entahlah.


Setelah cukup lama, akhirnya acara pun di mulai, a Irfan dan yang lain pun sudah datang mengecek audio. Sementara aku masih bersiap merapihkan bajundan make up ku.


Ternyata ini pesta ulang tahun seorang cowok yang ingin melamar cewek nya.


Dengan bangga aku naik ke atas untuk mulai menyanyi. Di awali MC oleh Ringgo yang sengaja Faiz sewa untuk acara seperti ini.


"Selamat pagi semuanya...," sapa Ringgo kepada seluruh tamu yang datang. Dengan sapaan dan pembawaan, acara tukar cincin pun di mulai, setelah selesai, aku segera menyanyikan salah satu lagu yang lagu buming pada zaman nya.


"Aku kan selalu ada di dekatmu....


Aku kan selalu menemani harimu, kau harus tau... betapa aku mencintaiiimuuu.... "


Sesuai permintaan sangat mempelai pria aku menyanyi dengan penuh penghayatan.

__ADS_1


__ADS_2