
Setelah menempuh jarak beberapa Km, kami akhirnya sampai di gerbang masuk Wisata pemandian air panas ini.
Lumayan cukup jauh, hampir tiga jam perjalanan. Membuat pinggangku hampir copot. Apalagi tadi hanya berhenti sekali doang.
Aku melihat Dani mengeluarkan uang 70 ribu, lalu di tukar dengan selembar kertas. Aku melongo ya, ko mahal sih masuknya. Ya udahlah, dibayarin ini kan.
Setelah itu, Dani kembali mengegas motornya menuju parkiran.
Aku turun, Dani juga membukakan helmku, aku terus memperhatikan laki-laki yang ada di hadapanku ini, yang sibuk membuka helm, sarung tangan dan jaket.
Aku sangat bahagia, bisa memiliki laki-laki seperti dia. Meskipun rada mesum dikit, tapi nggak apa-apa lah, masih bisa dibujuk kalo minta yang aneh-aneh.
"Kenapa liatin Aa kaya gitu? ganteng ya?" tanyanya dengan penuh percaya diri, tak lupa menunjukan senyuman manisnya.
"Ihh, kepedean amat!" jawabku bohong, ya gengsi lah, jujur banget mah. Meskipun emang ganteng banget. Itu menurutku yaa. Kalian bisa bayangin postur tubuhnya, tingginya sekitar 170 dengan badan lumayan sispek, karena suka olahraga voli. Wajahnya mirip Marcel Darwin, tapi kulit nya kagak putih, standar aja kalo untuk ukuran cowo. Terus kalo ngomong agak serak-serak berat gitu. Dan sedikit ada lesung di dagu nya, bukan di pipinya. Ya pokonya begitulah.
Dani berjalan dengan menggandeng tanganku, aku terus menatapnya. Dia tanpa ragu memelukku, tersenyum padaku, meskipun begitu banyak orang yang melihat kita. Seakan-akan dunia cuma milik kita berdua, yang lain ngontrak. Haha.
Aku sangat menyayangimu mmm Dani, Dani Anjasmara. Pria yang selalu ada untukku, aku benar-benar tidak ingin kehilangan mu, aku rela harus mengorbankan masa remaja ku demi menikah muda dengan mu. Menjadi ibu dari anak-anakmu. Aku rela, sangat rela.
Asalkan kau selalu di sampingku dan terus menyayangiku selamanya.
Itu adalah do'a harapan ku waktu itu. Meskipun ternyata tuhan sudah menyiapkan laki-laki yang lebih sempurna darinya untukku. Tapi, memang dia cinta pertamaku akan sulit dilupakan.
"Kamu ngapain sih liatin Aa terus? ada sesuatu di wajah Aa yang ganteng ini?"
"Dih, ya Allah pede banget!"
"Haha... biarin lah, sama kamu ini!" ucapnya dengan membelai pipiku lembut.
Aahh, aku semakin melayang-layang di buatnya, benar-benar romantis, bukan roko makan gratis yak. Romantis so sweet ini mah, hehe.
"Duduk sini, foto bareng yak," ucapnya dengan tersenyum, aku duduk lalu dia mengambil ponsel di kantong jaketnya. Aku manut aja, tersenyum memeluk Dani.
Jepret !! jadi deh fotonya.
Setelah foto, dia langsung mengganti layar ponselnya dengan foto baru kami, aku sangat mengagumi pria ini. Tuhan, jangan kubur dia sebelum waktunya. Haha.
Dulu belum ada android, lagi marak ponsel BB ya, dan ponsel milik Dani ini lumayan keren dan mahal.
sementara aku hanya Nokiem expres music. Derajat ku sangat jauh dengannya, aku takut jika suatu saat dia bertemu dengan wanita yang lebih cantik dan lebih sepadan dengannya. Aku sangat takut.
"Kita beli pakaian dulu buat berenang di kolam air panas itu, ayook," ajaknya menarik tanganku, sumpah disini bukan aku yang rempong, malah dia yang rempong, sibuk ngajak aku kesana kemari dan kesitu. Ya aku nurut aja lah.
__ADS_1
"Yang, ini bagus buat kamu," ucapnya dengan mengambil baju dengan corak kembang dan ada nama Ciater, issh nggak banget deh, kaya anak kecil aja.
"Aku nggak suka A, kaya anak kecil aja!"
"Kamu kan emang masih kecil" celetuknya terkekeh-kekeh. "Terus mau yang mana? udah lah yang ini aja, buat berenang ini kan,"
"Iya deh terserah Aa aja!"
Setelah deal membeli baju yang udah satu setel sama celananya, Dani masuk kedalam toko itu, sementara aku menunggu di luar memilih aksesoris yang terbuat dari kayu.
'Kenapa tuh orang cengengesan' pikirku, karena melihat Dani yang terus cengengesan melihat ku dan pemilik toko itu juga ikut ketawa. Bodo amat lah ya, aku lanjut memilih gelang yang couple, biar di pakenya samaan.
"Udah milih nya?" tanya Dani tiba-tiba.
"Udah, ini buat kita pake!" jawabku, sambil menunjukan gelang couple di depan matanya.
"Ok, Mang, Janten sabaraha sadayana?
( Mang, jadi berapa semuanya?)"
"250,"
"Hah? banyak amat, Aa belanja apa aja? masa baju dua setel sama gelang kaya ginian doang nyampe 250 ribu!"
"Udah yang, malu ih!" ucapnya sedikit berbisik.
"Udah nggak jadi, kita beli ketempat lain!" makiku. Tanduk banteng ku sudah keluar.
Aku si jiwa hemat mana bisa digituin. Nyari uang tuh susah kali.
"Nggak, udah biarin. Aa ini yang bayar bukan kamu!" bentaknya. Bukan membentak sih, cuma bicaranya aja rada tinggi.
Seketika aku terhenti, karena Dani membentakku. Rasa nya sakit banget di bentak kaya gitu, bisa kan ngomong pelan, kagak usah pake urat.
Aku diam, aku melihat Dani membayar semua belanjaan yang nggak ada manfaatnya ini. Kemudian pergi menjauh dari toko baju itu, tak lupa menarik ku yang masih menunjukan bibir bimoli ku. menyusuri setiap jalan setapak ynag sudah dibuat rapih khusus. Berjalan terus mencari kamar mandi, biar bisa cepet ganti pakaian dan berendam.
Dani terus menggandeng tanganku, tanpa bicara sepatah kata pun, minta maaf juga tidak. Biarin lah, pokonya aku nggak mau ngomong duluan.
Setelah ketemu sama kamar mandi yang kosong, Dani memberiku paper bag berisi pakaian tadi.
"Nih, ganti banjunya, jangan ditekuk mulu tuh muka, cepet tua ntar!" katanya ketus.
Setelah mengatakan itu, dia juga masuk ke kamar mandi khusus laki-laki. Sementara aku masih berdiri di depan toilet, menunggu orang yang masih ada di dalam.
__ADS_1
Lima menit kemudian, Dani keluar, melihatku yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar mandi.
"Ko nggak masuk?"
"Masih ada orang!"
"Ya udah, Aa tungguin!"
Tak lama seseorang yang didalam keluar, ternyata wanita cantik, aku melirik Dani, dia acuh aja, fokus sama ponsel nya. Mataku beralih melirik wanita itu, ternyata sibuk menatap pacarku, caper-caper gitu. Aku segera mendekati Dani. Buat pura-pura aja, biar tuh cewek kagak caper ama calon laki gue.
"A, mataku kelilipan, tiupin dong!" ucapku, berjalan ke arahnya. Sambil ngucek mata yang kagak kenapa-napa. Haha.
"Sini Aa tiupin,"
Kulihat si cewe itu sedikit berubah ekspresi.
Panas-panas kan lo! Haha, caper si lo. Kesel juga ya, kalo ada wanita yang caper-caper sama cowo orang.
"Nggak ada apa-apa ko yang di mata kamu!"
"Ada kok,"
"Ada apa?"
"Ada kamu, hehe"
"Pinter gombal ya sekarang?" ucapnya dengan tersenyum nakal padaku.
"Dikit, hehe."
"Kenapa belum ganti juga? mau Aa gantiin baju nya?"
"Ishh, kagak lah! tunggu ya, cuma lima menit, awas matamu jaga dari godaan-godaan syetan yang terkutuk!" tukasku, namun mata lekat ku tujukan pada wanita sexi itu.
"Iya iya."
Didalam kamar mandi, aku kembali terkejut.
"Buseng, kenapa ada celana dalam sama beha gini sih? tapi ko dia tau ukuran ku ya? hmmm, pantesan dari tadi cengengesan mulu, jadi ini biang nya." Gerutuku,
"Tapi ya udah lah ya, bagus dan pas ini."
Setelah lima menit, aku keluar mendekati Dani, kemudian berjalan ke arah pemandian air panas itu. Berendam bersama, main air, lucu asik pokoknya. Sampe lupa kalo kita belum makan dari pagi.
__ADS_1
Ya ampyuunnn 😅😅😅😅