My Regret 'Hamil DiLuar Nikah'

My Regret 'Hamil DiLuar Nikah'
65


__ADS_3

"Sorry yan. Sini lah kalo mau main aku ada dirumah. " SEND. pesan terkirim. lantas ku lanjutkan makan biskuit hingga habis satu pack.


Jam 07:xx


Matahari pagi mulai tembus dari celah jendela hingga mataku silau. Aku beranjak membuka gorden supaya matahari pagi masuk menghangatkan ruang tengah ku.


SREEEKKKKK


Suara gorden yang aku buka perlahan.


"Astagfirullah... " Mataku membulat saat melihat siapa yang tidur di lantai depan. "Jadi semalam dia... "


SREEEEEKKKKK


Ku tutup lagi gorden jendela itu, Entah kenapa aku jadi berbalik kesal melihatnya. Bayangan dia yang tersenyum bahagia bersama wanita lain membuat aku menjadi benci pada pria itu.


"AKU BENCI KAMU!! " Dengusku.


Ku tak bisaaaaaa jauh.... jauhh.... darimu...


dan tak bisaaaa jauuuhhh jaauhhh darimuuuu....


Getar ponsel yang diiringi nada dering Slankers itu membuat aku terkejut. Dengan langkah cepat aku mengambil benda itu dan melihat siapa yang menelpon. "Riyan? "


Tak perlu menunggu lama ku jawab telpon nya.


"Haloo."


"Lu kemana aja ERNAAAA!! " teriak Riyan dengan nada kesal.


"Ada. Sory gue sibuk."


"Sekarang gue ke situ yaa. "


"Jangan!!" cegah ku, "Hmmm., nanti aja besok. Aku sekarang lagi sibuk." kilahku. Karena pada kenyataan nya sibuk apa aku? Paling sibuk tidur sama makan. Huhh.


"Lho, tadi kamu SMS katanya gue kesitu aja."


"Mendadak Yan. Sorry. "


"Hiihh kamu mah. Besok aku kerja! "


"Sore nya aja atuh. "


"Ya udah. Ntar sore aku kesitu ya! "


"Bukan sore ini dodol. Sore besok."


"Capek akunya... "


"Ihh... Besok sore pokonya. Titik nggak ada koma! "


TUT TUT TUT.


Membuang nafas berat. Kuirik lagi jendela, mengintip lah akhirnya karena aku kepo.


Tubuhnya mulai usik, aku intip dari pojok jendela.


Ia terbangun, mengusap wajahnya yang lesu. Yaa... dia terlihat sangat lesu... matanya melirik jam tangan, kembali ia memeluk lututnya dengan wajah terbenam diantara dua lututnya.


Air mataku menetes, melihatnya seperti itu.


TRIIINGGG


"Kasihan dia Na. Dia kan belum menjelaskan apa-apa sama kamu. Mungkin kamu cuma salah paham! " ucap sisi baikku yang tiba-tiba datang dan muncul di sebelah kiri.


TRIINGGGG


"Jangan biarkan laki-laki pembohong itu menyakiti kamu lagi Erna. Dia sudah melukai hatimu. Dia sudah mengumbar janji palsu padamu. Jangan berikan dia kesempatan. Berikan saja dana umum. Hahaha! " balas sisi burukku di sebelah kanan.


"Woii tempat kita ketuker miscahhhh!! " teriak sisi burukku.


TRING TRING


mereka pun berpindah sesuai porsinya.


"Hehh, kamu jangan bikin orang tersesat ya! "


"Ihhh. Itu kenyataan nya. Dia pembohong! "


"Tapi dia kan belum menjelaskan apa-apa."

__ADS_1


"Halaaaahhh. Udah pasti kalo cewek itu masa lalunya yang belum tuntas. "


"Ayoo Erna, temui dia. jangan dengarkan si kucrut itu bicara. Ayoo temui dia. kasihan diiaa.. "


"Enak aja kucrut. Lu tuh tepung terigu! Udah Erna mending lu masuk! jangan pedulikan dia! "


"Erna. Ingat jasanya yang sudah rela berkorban banyak untukmu. Ayo temui dia... "


"Jangan!!! "


"Temui Erna!! "


"Jangan!!! "


"Ayo temui diaa!! "


"Jangan!!!!! "


"Temui dia kasihann!! "


"AAAAAAKKKHHHHHH STOPPPP!!! KALIAN BERISIKKKKKK" teriaku menggelegar. Membuat yang diluar terlonjak kaget dan berteriak menggedor pintunya lagi.


Nafasku terengah-engah seperti habis lari 1 meter.


"Erna. kamu kenapa sayang?? Buka pintunya!! kamu kenapa?? " ucap Pria itu dengan memutar knop pintu kencang. Berharap pintu bisa terbuka.


"Sayang pleaseee buka pintunya... Ayoo dong.. "


"Aku minta maaf. Aku akan jelaskan semuanya sayang... please mohon buka pintunya.... "


"AKU MINTA MAAF YANG. AKU MINTA MAAF!! " teriaknya semakin kencang dengan diiringi gedoran pintu.


SREEEEKKK.


Suara gorden yang aku buka. Ia beralih menatap ku lewat jendela.. Memohon agar aku mau membukakan pintunya.


"Pergi!!! " teriakku.


"Mohon sayang. maafkan aku!! "


"AKU BILANG PERGI DAN JANGAN KEMBALI!! "


"Sayang mohon beri aku sedikit waktu... "


Satu jam


Dua jam


Tiga jam


Empat jam


Lima jam


Ko malah ngitung jam.. Lagi latihan buat ulangan yak??


Haduhh.


Lama-lama dia kembali diam... Tapi tidak pergi.


Kulihat jam dinding sudah pukul 14:xx


"Duuuhhh. Jangan sampe Bara dateng tuh orang masih nongki didepan. Bisa abis nanti. " gelisah gundah gulana yang aku pikirkan saat ini. Bingung harus berbuat apa.


Ceklek.


Dengan terpaksa aku membuka pintu.


"LBIH BAIK KAMU PERGI DAN JANGAN TEMUI AKU LAGI! " usirku tanpa melihatnya.


Mendengar ucapanku membuat dia menoleh dan secepat kilat memelukku. "Maafkan Aku... "


"Lepaskan Wahyu!! " pekikku dengan mendorong nya menjauh.


PLAAAKKK


Tamparan kerasku mendarat.


"Jangan coba-coba menyentuhku! " bentakku dengan menuding nya. "Cepat pergi atau kamu akan celaka!! "


"Celaka bagaimana? Tolong dengarkan aku dulu Na. please... "

__ADS_1


"Kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa Wahyu! Jangan mentang-mentang aku ini cewek murahan dan kamu bisa seenaknya memperlakukan aku sesuka hatimu!" makiku lagi, "Aku juga sudah berjanji pada ibu mu jika aku akan meninggalkan mu! Jadi lebih baik sekarang kamu pergi! "


Mendengar penuturan ku membuat Wahyu tertegun . Seolah-olah tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulutku.


"Ibu?? maksudmu? "


"Iya. Ibumu datang ke kamarku, memaki aku, bahkan anehnya dia menyalahkan aku atas kejadian itu. Dan alasannya adalah kamu Wahyu! Jadi sebelum emosiku memuncak, lebih baik kamu cepat pergi! "


"Kapan mamah datang ke kamarmu? "


Aku tersenyum kecut. "Jelas kamu tidak tau. Kamu kan sedang asik bernostalgia dengan perempuan itu. Perempuan yang tidak sengaja atau sengaja aku tak tau bertemu denganmu di kantin? dan parahnya kamu bilang ke aku kalo kamu habis dari toilet. Kamu pikir mataku picek? kamu pikir mataku Buta?"


"Maka dari itu aku akan menjelaskannya padamu! "


"Semuanya sudah jelas. Ayo pergi Wahyu!! Ayoookk" teriakku tanpa peduli jika ada orang lain yang mendengarnya.


"Mohon dengarkan dulu penjelasan ku, " Wahyu terus memohon.


"Penjelasan apa? " tanya seorang pria yang baru saja datang.


"Bara? "


"Jadi ini cowok yang udah gombalin lu? " sindir Bara, lantas ia melihat diri wahyu dari atas sampai bawah. "Na. Lu mau aja di gombalin sama cowok kaya gini! " sindirnya lagi.


"Erna, Dia siapa? "


"Tenang brooo... gue cuma sahabatan sama dia. " kata Bara sembari berdiri didekatku. Sementara Wahyu menatap kesal padaku dan Bara.


BUGGGHHH


Tanpa aba-aba Bara mendaratkan bogemannya pada Wahyu. Sontak membuat Wahyu terkejut dan tidak bisa mengelak. Sementara aku cuma bisa diam tak bergeming.


"Inget Ya broo. Secuil aja lu bikin mata dia berkaca-kaca. Nggak ada ampun buat lo. BANGSAT!! "


BUGGHH


Bogeman kedua.


"Udah Bar, cukup Bar. "


"Mending lo masuk! " titahnya padaku yang mulai menahan Bara. Aku tau Bara. Bisa mati Wahyu kalo dibiarkan atau bahkan dia tidak melawan.


"Cukup Bar!! "


"MASUKK GUE BILANG!! " bentak nya sembari menujuk pintu. "MASUKK ERNA!! CEPAT!! " Emosi Bara memuncak, aku aja takut kalondia udah ngamuk dan naik pitam. Cari aman akupun masuk tanpa peduli pada Wahyu yang masih terhuyung menahan perih lebam di pipinya.


Maafkan aku Wahyu. Kau yang memulai! Batinku sembari beranjak masuk.


BUGGHH.


"Ini belum seberapa Bangsat!! Buat cowok plinplan kaya lu nggak pantes dapet cewek kayak dia!! " hardiknya menunjuk Wahyu. Wahyu hanya diam menerima pukulan dari Bara.


"Jangan salah paham! Justru aku mau menjelaskan! " lirih Wahyu.


Aku benar-benar tidak tega mendengar suara Wahyu yang kayanya sangat kesakitan.


"Cukup Bar!! " teriakku yang melihat Bara terus memukuli Wahyu hingga dia lemah. Aku berlari merengkuh tubuh Wahyu yang hampir jatuh. "Maafkan aku... "


"Lihat pria brengsek!! Dia masih aja peduli sama cowok banci kaya lo! " maki Bara "Cuiihhh... " setelah itu Bara masuk meninggalkan aku dan Wahyu diluar.


"Maafkan Aa yang. Maaf. " lirih nya. Ku tatih dia untuk duduk di kursi depan. "Tunggu sini, aku mau ambil kompres dulu. "


"Nggak perlu!! Nihh. Lu obatin tuh lukanya! " sela Bara dengan menyerahkan kotak P3K padaku.


"Thank's Bar. "


"Dia tulus minta maaf sama lu. Buktinya dia sama sekali nggak ngebales pukulan gue! " ucap Bara lagi lantas beranjak masuk kembali.


"Tolong jelaskan semuanya. " pintaku, sembari membuka kotak itu, dan mulai mengobati lebab di bagian wajah dan pundaknya.


"Dia teman Aa sewaktu SMA dulu. Kita hanya mengobrol, itu saja. "


"Terus kenapa kamu bohong? "


"Aku tidak mau kamu salah paham. "


"Justru ini yang terjadi akibat dari kamu yang membohongi ku Wahyu!"


"Kau melukai aku disaat aku mulai membuka hatiku untukmu!"


"Maafkan aku yang, maaf. "

__ADS_1


"SUDAH SELESAI. LEBIH BAIK KAMU PULANG! " usirku sembari beranjak masuk dan menutup pintu lantas menguncinya. Membiarkan Wahyu sendiri.


__ADS_2