Pain Of Regret

Pain Of Regret
Bab 35. Kakak Joshua?


__ADS_3

Desiran yang sulit dijelaskan itu kian sukar mereka usir dalam satu waktu. Apalagi, saat Josua melambaikan tangan kepada Diandra, Dewa bisa melihat dengan jelas senyum manis yang tercurah tulus.


Pria itu makin tak jemu memandang seraut wajah yang diam-diam tersimpan di hatinya beberapa bulan terakhir. Ya, harus dia akui jika probabilitas pertemuan yang lumayan sering itu membuatnya otaknya otomatis merekam sosok Diandra. Otomatis. Walau tanpa diperintah.


Tapi dari gerik yang di tunjukkan, Dewa bisa melihat kedekatan keduanya lebih dari pada kakak beradik. Dan tunggu dulu, hey bukankah wajah mereka sangat mirip? Apakah ini kebetulan, atau benarkah kata orang jika kita mengasuh anak mulai kecil, maka wajah anak tersebut akan menjadi mirip dengan yang mengadopsi?


" Kudengar dia adik adopsimu. Tapi, jika dilihat-lihat dia benar-benar mirip denganmu. Lihatlah, saat tersenyum, dia benar-benar serupa denganmu!" kagum Dewa sembari melempar tatapan hangat kepada Joshua yang melompat diatas trampolin.


Diandra mendadak tersipu karena mendengar ucapan itu. Tapi di waktu yang bersamaan, hatinya tiba-tiba merasakan dua hal . Antara senang, juga takut. Membuat hatinya kembali berdesir tak nyaman kala membahas mengenai Joshua.


Benarkah melakukan dosa memang menimbulkan rasa setaknyaman ini rasanya? Kemanapun ia pergi batinnya selalu di hantui ketidaktenangan.


Dan kegelisahan yang cukup mengusik di hari-hari berikutnya tak kunjung berakhir. Malah semakin menjadi. Ia bukannya tak paham dengan tatapan Dewa yang lebih karib ketimbang hari-hari sebelumnya. Dan semua itu malah membuat keminderan dan rasa takutnya semakin membeludak.


Diandra masih sepekan lagi berada dirumah, ia menggunakan waktu yang ada untuk pergi melakoni sisi kehidupannya yang tak biasa. Mengantar sang anak untuk bersekolah tanpa seorang pun tahu.


Dan tanpa direncanakan, Diandra malah dibuat kaget setengah mati lantaran ia melihat sosok yang telah lama tak ia temui, berjalan anggun menuju ke kantor sekolah.

__ADS_1


Siapa lagi kalau bukan Mama Rando.


" Jo, ayo cepat masuk!" seru Diandra cemas kepada Joshua yang hendak membeli jajanan di koperasi sekolah. Jangan sampai ia bertegur sapa dengan wanita jahat itu. No way!


" Tapi kak, aku kan mau beli ini dulu!" protes sang anak yang kesal sebab keinginannya terancam gagal.


" Nanti aja. Kakak yang belikan. Kamu masuk sekarang! Ayo cepat!"


Joshua yang tubuhnya setengah di dorong memberengut sebab Diandra benar-benar tak asyik sekali. Bocah itu lantas berjalan dengan wajah cemberut. Dan saat Joshua telah masuk, Diandra yang bersembunyi di balik dinding mengamati gerik wanita yang kecantikannya bahkan tak aus di makan usia itu.


" Apa yang Mamanya Rando lakukan?"


" Jadi orang itu masih disini?"


Tapi saat Diandra tengah sibuk membatin, ia malah dikejutkan dengan Joshua yang di rangkul lembut oleh Mama mantan kekasihnya itu.


" Joshua? Kenapa dia..."

__ADS_1


" Jadi kamu sekolah disini?" tanya nyonya Ferdinand masih mengelus punggung kecil Joshua.


Joshua mengangguk sebagai ganti menjawab pertanyaan wanita yang pernah menolongnya saat ia tersesat usai kabur kapan hari.


" Kamu, pulang sama siapa?" sambung Nyonya Ferdinand sembari mengedarkan pandangannya.


" Di jemput kakak!"


" Kamu punya kakak?"


Joshua lagi-lagi mengangguk. Dan tak berselang lama, Diandra datang tanpa menyapa wanita itu dan langsung memanggil nama anaknya yang bahunya masih di rangkum oleh Nyonya Ferdinand.


" Jo!" panggil Diandra kepada anaknya dengan air muka keruh.


" Kakak!" teriak sang anak senang sembari pergi melesat ke arah Diandra yang berdiri menatap Nyonya Ferdinand penuh ketidaksenangan.


Nyonya Ferdinand terlihat tak percaya dengan apa yang dia lihat. Anak kecil yang membuatnya senang sekaligus teringat akan masa kecil putra sulungnya itu, bergelayut manja di lengan wanita yang dulu sangat ia benci.

__ADS_1


Nyonya Ferdinand hanya terlolong saat Diandra mengangguk dengan wajah nyaris tanpa ekspresi. Membuat seluruh tubuhnya tiba-tiba membeku.


__ADS_2