Pain Of Regret

Pain Of Regret
Bab 43. Pelukku untuk pelikmu


__ADS_3

" Kadang kala tak mengapa, untuk tak baik- baik saja. Kita Hanya manusia, wajar jika tak sempurna..."


~ Diambil dari lirik lagu Fiersa Besar ( Pelukku untuk pelikmu)


.


.


Setibanya mereka dirumah. Diandra langsung membawa anak berkedok adik masuk ke dalam rumah. Perasaannya campur aduk. Marah, lega, takut, kesal. Semua berjubel menjadi satu memenuhi otaknya yang panas.


" Kakak kan sudah sering bilang, jangan mudah percaya sama orang, jangan mau kalau di ajak sama orang yang tidak kita kenal, apa kau tidak dengar Jo, hah?" teriak Diandra yang tak bisa meredam kekhawatiran. Membuatnya kehilangan kendali.


Joshua yang di marahi seketika menitikkan air mata. Sungguh, ia hanya ingin dimengerti. " Aku lelah menunggu kak. Kalian pergi kemana memangnya? Apa aku salah jika aku ikut orang karena aku lelah menunggu?"


" Jo...!"


" Lagipula paman tadi bukanlah orang jahat. Fotonya ada di dinding sekolah. Dia adalah keluarga ibu yang tempo hari menolongku. Kenapa aku terus yang di salahkan!" protes Joshua dengan tangis yang semakin melesak-lesak. " Aku benci kakak. Aku benci Mama!"


" Joshua!"


" Jo!"


BRAK!

__ADS_1


Diandra bahkan langsung tergeragap manakala pintu kamar bocah laki-laki di banting dengan begtiu keras. Joshua benar- benar sedang marah.


" Sudah Di. Biarkan Joshua!" kata Mama dengan wajah lesu. " Biarkan dia sendiri dulu!"


" Tapi Ma!"


" Semua ini salah mama!"


Diandra langsung tercekat. Salah mama? Apa maksud?


Mau tak mau, mama Erika akhirnya menceritakan sebab musabab dia datang terlambat.


" Papamu tadi datang kemari. Itu yang membuat Mama terlambat!" ucap Mama menunduk. Sungguh sulit dipercaya. Mereka bahkan membicarakan hal privat semacam ini saat ada Dewa di tengah- tengah mereka.


" Terimakasih sudah membantu kami nak. Tante ke dalam dulu!" pamit Mama Erika masuk sebab ia kepalang malu kepada Dewa.


Dewa mengangguk menanggapi ucapan Mama Erika. Berusaha untuk tak ikut campur meski dalam hati sebenarnya sangat ingin tahu. Dan sejurus kemudian, ia beralih menatap Diandra yang mendudukkan tubuhnya dengan tatapan kosong. Terlihat begitu terpukul dengan apa yang barusan terjadi.


" Are you OK , hm?" tanya Dewa mengusap lembut punggung Diandra. Lihatlah, bahkan hanya dengan melihat Diandra menangis saja, Dewa merasa dadanya turut sesak. Sungguh sosok kakak yang sangat baik pikirnya. Ia tahu kemarahan Diandra karena rasa takut yang berlebihan.


Diandra mengangguk meski sebenarnya dadanya terlampau sesak. Sama sekali tak menduga jika permasalahan lama masih belum sepenuhnya tuntas.


" Maaf. Membuat mu harus tahu jika rumah ini penuh dengan masalah!" kata Diandra tersenyum pahit. Tak hanya malu, Diandra bahkan merasa kerdil di hadapan Dewa.

__ADS_1


Dewa semakin trenyuh. Melihat Diandra yang semakin terisak-isak, pria itu reflek memeluk tubuh yang telah bergetar. Sebuah desiran asing yang mendadak menyerang benak, membuat dirinya larut.


Tak menduga, dibalik sosok yang begitu tegar, ternyata menyimpang banyak sekali beban.


" Joshua sedang marah padamu. Sebaiknya bicara nanti saja." ucap Dewa prihatin.


Diandra mengangguk. Ia tahu ia telah salah karena memarahi Joshua. Ia yang mendapat perlakukan manis dan lembut dari Dewa seketika jatuh ke titik paling bawah. Ia memang butuh bahu untuk bersandar saat ini. Dan berada di sisi Dewa, sungguh membuat merasakan satu ketentraman.


Tak bisa di nafikkan, bahwasanya ada banyak sekali pikiran yang membuat emosinya meledak. Tentang ketakutannya soal Rando yang mungkin saja bakal tahu siapa Joshua. Tentang rahasia besar yang ia sembunyikan dari semua orang termasuk Dewa.


Bagiamana ini? Apa yang harus dia lakukan? Ia menyukai Dewa. Tak bisa di sembunyikan lagi. Tapi terus terang, saat ini ia benar-benar takut jika Dewa akan menjauhinya jika pria itu mengetahui fakta bila ia tak ada bedanya dengan mantan kekasih Dewa dulu. Cela dan keliru.


Mama Erika yang melihat anaknya di perlakukan baik oleh Dewa hanya bisa menangis tanpa suara. Siapa yang tidak bahagia bila anaknya di perlakukan lembut oleh pria gagah dan baik seperti Dewa?


Tapi tanpa di beritahu pun, ia paham betul kekhawatiran sang anak. Kekhwatiran yang seperti sebuah bom yang selalu dibawa Diandra kemana- mana. Apalagi, mantan suaminya tadi mengancam bakal memberitahu Rando tentang siapa Joshua jika sebagian harta yang semula diberikan tak di kembalikan. Membuat Mama Erika begitu tertekan.


Sementara itu, Rando yang kesal sepulang dari berkelahi, terlihat memasuki rumah dengan dada bergemuruh. Ia langsung mendatangi Viona dengan suara marah dan meledak- ledak.


" Kau, jangan sampai kau meneruskan hubunganmu dengan tentara itu!" teriak Rando yang mengagetkan Viona.


" Apa maksud kakak! Ada apa ini, datang langsung marah- marah?" tanya Viona yang bingung setengah mati.


" Tidak usah banyak-banyak tanya. Turuti saja! Jika tidak, maka jangan pernah menganggap ku saudaramu!"

__ADS_1


Maka seluruh penghuni ruangan keluarga itu langsung membelalakkan matanya. Ada masalah apa sebenernya Rando dengan Dewa?


__ADS_2