
Jangan dikira, menggunakan rompi anti peluru lantas tidak akan ada rasa sakit yang menghampiri korbannya. Tembakan yang mengenai rompi anti peluru akan tetap terasa malahan seperti suatu pukulan yang di luncurkan menggunakan sebuah palu.
Tak heran jika beberapa orang yang memakai pengaman tersebut dan terkena tembakan, akan dikira mati. Padahal, sebentar dia hanya tidak sadarkan diri akibat shock yang di derita.
Bisa dibilang, film laga yang mengambil banyak adegan baku tembak sudah dapat memberikan gambar yang jelas akan rasanya menerima tembakan rompi anti peluru.
Walaupun rompi anti peluru dirancang khusus untuk menghentikan laju peluru ke tubuh penggunanya, nyatanya ia tak bisa selalu benar-benar sepenuhnya melindungi.
Faktanya, sampai sekarang tidak ada sebuah subtansi yang di klaim bisa sepenuhnya menahan tembakan. Apalagi, dalam beberapa kasus langka, tembakan masih bisa menembus rompi dimana isu itu seharusnya bisa dihentikan.
Seperti contoh, rompi anti peluru yang dikenakan oleh seseorang perlu di sesuaikan lagi dengan jenis senjata tembakan yang dilancarkan musuh. Untuk senjata dengan peluru berkaliber 9 mili meter, dimana pelurunya bisa melesat hingga 380 meter per detik, pada umumnya ini masih bisa di tahan oleh rompi anti peluru.
Akan tetapi, akan berbeda lagi dengan peluru yang di lesatkan oleh senapan laras panjang yang tadi digunakan oleh Lyara. Senapan laras panjang macam AR-15 mampu melesatkan peluru hingga kecepatan seribu meter per detik. Itu hampir tiga kali lipat lebih cepat ketimbang tembakan senjata api biasa.
Rayyan dan Zilloey yang melihat Dewa perlahan-lahan beringsut ke lantai langsung tercekat. Diandra yang berkali-kali menepuk pipi laki-laki yang menjadi pelindungnya itu, khawatir sampai merasakan kedua lututnya lemas tak berdaya.
" Cepat bawa Dewa ke rumah sakit!" pekik Maeda yang tak bisa menahan kekhawatiran yang berjubel di dadanya.
Zilloey mengangguk cepat. " Biar ku aku yang menyetir. Kau dan yang lainnya urus mereka semua!"
" Tapi...."
" Tidak ada waktu. Kita sudah sejauh ini. Kita tak boleh membiarkan mereka lolos. Yean sedang dalam perjalanan kemari!" potong Zilloey yang membuat Rayyan akhirnya menurut.
" Rayyan, Maeda! Bantu aku menaikkan Dewa ke mobil!" ucap Zilloey yang meminta sahabatnya untuk mengevakuasi Dewa
Rayyan kontan mengangguk patuh. Ia langsung sigap membersamai Maeda mengangkat tubuh Dewa. Diandra yang dipaksa berpikir taktis tentang perhitungan waktu korban tembak agar bisa selamat meminta Zilloey untuk mencari jalur tercepat.
Sepeninggal keduanya, Rayyan dan Maeda memimpin beberapa anggota yang ada untuk mengumpulkan orang-orang yang telah terkapar itu karena mereka akan di adili nantinya.
Suasana yang tercipta di tempat itu seketika mencekam. Bau anyir darah mulai menguar memenuhi ruangan. Beberapa saat kemudian, Personel dari kepolisian yang di bawa Yean tiba di lokasi dan memborgol satu persatu orang yang terlibat dalam aksi keji itu.
Bahkan Maeda sendiri yang mengikat tangan Lyara yang kini juga tengah tak sadarkan diri. Mereka jika inilah akhir dari kebiasaan Gustav.
__ADS_1
.
.
Rumahsakit Santara
Pukul 23.37
Diandra yang panik turut berlari membawa Dewa masuk menuju ruang tindakan. Pria itu semakin pucat manakala di geledek masuk ke ruangan.
Tapi satu masalah tanpa di duga kembali menghadang. Diandra yang sedang cuti tak di perkenankan masuk. Tapi malam itu dokter jaga sedang menangani korban kecelakaan.
" Kau tak bisa melakukannya di tempat ini. Kau sedang di nonaktifkan sementara dari semua kegiatan medis Di!" ucap seorang pria menyadarkan Diandra.
Mereka bersitegang.
Ya, sejak di ketahui barusaja di culik oleh kelompok bersenjata dan kakinya juga cedera, dokter Diandra tak di perkenankan melakukan tindakan medis apapun karena kenal dan fisiknya sedang dalam pemulihan. Itu adalah aturan sebab pihak rumah sakit menjaga betul mental dokternya.
" Tapi dia harus segera di tangani!"
" Berapa lama, kau mau dia mati disini?" teriak Diandra yang makin tak sabar. Tentu saja ia tak bisa membiarkan Dewa dalam keadaan seperti ini.
" Kau jangan gila. Lisensi mu bisa di cabut!"
Zilloey yang geram dengan pria prosedural itu langsung menarik sepucuk senjata dari balik punggungnya, lalu mengarahkan pucuk senjatanya ke kepala pria itu. Pria itu seketika meneguk ludah ketakutan. Tapi ia tak peduli jika setelah ini ia juga akan mendapatkan masalah.
" Cepat lakukan dokter. Aku yang akan bertanggungjawab!" ucap Zilloey yang masih menatap pria yang mulai pias di depannya dengan tatapan geram.
Alhasil, Diandra mau tak mau akhirnya melangkahi kode etik karena ia nekat melakukan operasi kepada Dewa. Maka meski ragu, Diandra akhirnya memulai operasi untuk mengangkat proyektil yang bersarang di tubuh Dewa.
" Kapten, ku mohon bertahanlah. Aku percaya kau kuat!"
...----------------...
__ADS_1
Keesokan paginya, berita di media massa, elekronik, maupun cetak riuh dengan kabar menggemparkan soal Jenderal tentara yang melakukan kejahatan serta penipuan publik.
Maeda rupanya semalam bersama Yean langsung mendatangi lembaga Hukum dan HAM dan membeberkan beberapa bukti yang sudah Dewa simpan dengan rapi. Pria itu juga bersaksi jika bukti yang dia bawa adalah nyata. Ia juga memiliki rekaman yang menjadi bukti konkrit bahwa Gustav merupakan dalang yang memecah belah negara di kawasan Filia.
Kasus ini tak pelak turut menyeret nama keluarga Ferdiand. Kasus mengenai illegal logging yang ada di Tidom tak lain adalah karena izin liar yang di berikan oleh Gustav. Perusahaan yang seharusnya sejalan dengan semboyan negara dalam menghijaukan bumi, malah bertindak sebaliknya untuk memperkaya diri.
Rando yang pagi ini tengah bersiap untuk berangkat malah dikejutkan dengan penangkap Papanya. " Papa!"
" Ini surat penangkapan Demian Ferdinand atas kasus suap!" ucap Yean yang pagi itu memimpin operasi penangkapan.
Nyonya Ferdinand sampai tak sadarkan diri karena tak terima dengan hal itu. Rando tak bisa berbuat apa-apa. Ia memilih diam untuk sementara sebab ia sendiri benar-benar tak memiliki stok kata-kata untuk melawan.
Pria yang sedang berjuang merebut hati Joshua itu kini lebih memilih membawa Mamanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Tensi Mamanya terdeteksi sangat tinggi. Beberapa saat kemudian, ia terkejut dengan kedatangan Viona.
" Dimana Mama?" tanya Viona yang menangis.
Tapi alih-alih memberikan keprihatinan, pria itu terlihat kecewa dan marah kepada Viona. " Apa kau puas sekarang? Karena kau, sekarang kelurga kita jadi seperti ini!" Maki Rando yang geram terhadap adiknya karena ia sekarang sadar jika Dewa mendekati adiknya agar bisa mendapat informasi mengenai Papa mereka.
Viona tertunduk lesu. Ia tak menyangka jika kejujurannya soal kedekatan sang Papa dengan jenderal tentara itu membawanya pada permasalahan besar.
"Keluarga kita akan hancur. Dan semua itu gara-gara kau!" teriak Rando berang.
Viona tentu tak terima dengan vonis yang di lontarkan. Bagiamana pun juga, ia sudah berkali-kali mengingatkan papa dan kakaknya untuk bermain bersih dalam bisnis.
" Apa kau ingat berapa kali aku memperingatkan soal ini, hah? Kenapa sekarang kau malah menyalahkan aku. Kenapa kau tidak berpikir jika ini adalah karma!"
" Diam kau!" Rando berteriak sebab dadanya begitu sakit jika mendengar kata karma. Ia tak tahan. Ia turut menangis usai meneriaki sang adik yang terlihat frustasi.
Benarkah jika ia kini sedang menuai perbuatannya. Kenapa ia harus mengalami hal ini saat fokusnya kini sedang tertuju kepada Joshua?
.
.
__ADS_1
.