Pain Of Regret

Pain Of Regret
Bab 36. Kecurigaan


__ADS_3

" Lain kali jangan mudah mau sama orang yang tidak kita kenal!" omel Diandra dengan muka kesal yang tak dibuat-buat. Ia benar-benar tak senang melihat Joshua bertemu wanita tadi. Meski itu bukan kesengajaan.


" Siapa bilang tidak kenal, aku kenal ibu cantik tadi kok!"


Diandra yang mendengar sahutan dari sang anak langsung menoleh tak senang.


" Dia yang ngantar Joshua waktu salah jalan kemarin! Orangnya baik. " sambung Joshua mengklarifikasi dan tak memperdulikan wajah wanita yang dia anggap kakak itu, sedang marah.


" Apa?"


" Ibu itu baik kak. Tapi sedikit aneh. Masa tiba-tiba nangis dan aku dibilang mirip anaknya hihihi. Aku juga dibelikan makanan sama dia kak. Untuk apa aku takut!" jawab Joshua mengendikkan bahu.


Dan penuturan mengejutkan yang membuat Diandra semakin gelisah itu terbawa sampai larut malam. Ia akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu kamar sang Mama dan menceritakannya apa yang tadi ia dengar.


" Ini yang mama takutkan Di. Dari sekian banyak kemungkinannya di tolong orang, kenapa harus keluarga laki-laki itu!" kesah sang Mama menyesalkan pertemuan Joshua dengan Mama Rando.


Diandra yang mendengar jawaban Mama semakin gelisah. Pasalnya, Rando juga kembali mengincarnya. Meskipun pesona pria itu tak luntur, tapi ia benar-benar tak ingin berhubungan lagi dengan Rando. Rasa sakit yang ia torehkan sepertinya terlalu sulit di sembuhkan.


Ia benar-benar tak sudi kembali kepada pria brengsek itu. Pria yang membuat hidupnya menjadi tak normal sampai sekarang ini.

__ADS_1


.


.


Kamis malam di kediaman Ferdinand.


" Papa tahu, anak yang kita temui beberapa pekan lalu ternyata keluarganya Diandra, mantan pacar Rando sewaktu sekolah dulu!" ucap nyonya Ferdinand yang wajahnya terlihat kesal.


Namun alih-alih terpancing, Tuan Ferdinand malah menanggapi santai kegelisahan istrinya soal anak kecil yang tak sengaja ia tolong tempo hari. " Memangnya kenapa?"


" Lah papa ini gimana sih, malah tanya memangnya kenapa! Ya jelas ini bikin kesal mama dong Pa." tukas sang istri kesal dengan kepasifan sang suami.


"Mama sendiri juga bingung Pa. Sementara kita gak sengaja ketemu anak itu, Mama merasa senang. Bahkan inginnya ketemu lagi. Mama juga heran banget, kenapa dia bisa sangat mirip dengan Rando ya pa?"


Viona yang mendengar kedua orangtuanya berbicara dengan sangat serius menjadi berminat angkat suara.


" Lagi pada ngomongin siapa sih? Serius banget!" kata sang bungsu yang turut melempar punggungnya ke sofa di dekat sang Papa.


Tapi saat sang Mama hendak menjawab, mulutnya yang setengah terbuka kembali terkatup karena Rando tiba-tiba datang dengan wajah keruh.

__ADS_1


" Rando, kamu sudah pulang? Kemarilah mama mau bicara sebentar!"


Rando yang di panggil langsung berhenti dengan malas. Sungguh, pikirannya beberapa hari ini sedang tak baik. " Ada apa?" jawabnya malas.


" Mama cuman mau tanya. Katamu, Diandra dulu orangtuanya bercerai. Tapi kenapa dia punya adik?"


Rando yang di tanyai seketika tercenung selama beberapa detik. Kenapa mamanya tiba-tiba membahas soal Diandra? Ia lantas menoleh mencoba mencari jawaban kepada sang adik, namun Viona hanya mengendikkan bahu tanda tak mengerti.


" Kenapa Mama tiba-tiba tanya hal itu?" kata Rando yang malah mengeluarkan buah pikirannya.


Dan mendengar sang sulung tampak malas menjawab, tuan Ferdinand kini terlihat mengambilnya bagiannya. " Mamamu penasaran sama seorang anak kecil. Kapan hari kita nyaris aja nabrak anak kecil. Mamamu kaget soalnya anak itu kok bisa mirip sama kamu. Biasa, Mama kalian kak suka baper kalau ada hal yang menyangkut kalian berdua. Entah wajah mirip, atau hal lain. Eh, tadi katanya malah ketemu di sekolah pas kunjungan. Tidak tahunya, dia ternyata adiknya mantan pacar kamu itu!"


" Jadi Mama ketemu Diandra tadi?" tanya Rando yang langsung berminat.


Nyonya Ferdinand langsung mengangguk, meski wajahnya kini di penuhi ekspresi kebingungannya.


Tapi Rando yang mendengar hal itu malah menjadi penasaran. Orangtua Diandra sudah bercerai dan ia sempat mendengarkan dari Aldi jika Tante Erika belum menikah. Lantas, siapa anak kecil itu?


Dan entah karena dorongan apa, pria itu malah memacu mobilnya membelah jalanan yang lengang sembari menelpon Aldi.

__ADS_1


" Aku ingin bicara denganmu!"


__ADS_2