
malam yang sunyi dan tenang mungkin hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. hal yang sama terjadi di sebuah jalan XXX semuanya tenang damai namun itu semuanya tidak berlangsung lama. saat itu ada seorang gadis yang sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sedang dlm situasi yang sulit ketika sedang menyelamatkan seorang anak kecil ia malah bertemu dengan anggota musuh dan musuhnya yang ada di dunia gelap mafia dan ia langsung mencoba melarikan diri karena saat itu dia hanya sendiri tak mungkin bagi dirinya untuk melawan ratusan orang itu ia memang telah melenyapkan banyak anggota dari anggota tersebut namun setelah melenyapkannya bukannya berkurang musuhnya itu semakin banyak sehingga ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya namun keberuntungan tidak berpihak padanya saat ditikungan tajam ternyata mobilnya di sabotase remnya blong dan membuatnya mengalami kecelakaan
"AAAAAAAAAAAAHHH" teriak Amora
yah gadis itu adalah Amora dan sekarang harus berakhir tragis seperti ini
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan di tempat lain tempat yang bernuansa kuno terdapat seorang gadis yang sedang berbaring lemah di atas ranjang yang agak keras dan disisinya ada juga gadis yang sedang menangis tak berdaya
"euum"
"nona.....nona kau sudah bangun. maafkan Weiwei yang tak bisa menjaga nona hiks...hiks maaf hiks ..... hiks" gadis itu bersujud ia merasa bersalah karena tidak menjaga nona nya dengan baik
"hah?apa tunggu dimana aku?" tanya Amora kebingungan dia sama sekali tidak tau apa yang terjadi setelah kecelakaan maut itu
"ini dikamar nona mengapa nona seperti orang kebingungan ada apa? apa nona merasakan sakit?" ucap Weiwei yang masih bersujud
"hei bangunlah jangan bersujud terus aku bukan tuhan atau ibumu jadi jangan pernah bersujud kepada ku! kau kenapa?" ucap Amora yang belum mengerti ada apa dengannya
"ba ...baik nona" ucap Weiwei sambil berdiri dan masih sesenggukan
"apa ini kamarku mengapa kuno sekali? aku tidak pernah tau memiliki kamar seperti ini mana pink semua lagi kagak ada apa warna lain" ucap Amora sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang sedang di tempati nya dan berusaha untuk duduk
"aw aaaaa ssth" Amora merasakan sakit di kepala nya entah apa itu namu bersamaan dengan rasa sakit itu dia melihat memory yang ada dalam tubuh yang dia tempati itu mulai dari layaknya kaset yang di putar
__ADS_1
"ini apaan sih maksudnya kenapa kepala gue sakit terus bayangan bayangan itu apa maksudnya? dia siapa ? please gue ga ngerti ini kenapa gadis itu terlihat lemah dan tidak bisa melawan dua cewek jahat itu? terus gue harus ngapain setelah lihat bayangan bayangan ini" gumam Amora dalam hati jujur dia tidak tau apapun saat ini
"hei" entah muncul dari mana tiba tiba ada suara di dalam hati Amora dia juga bingung bagaimana bisa
"kau siapa? kenapa kau bisa berbicara dengan ku di sini?"
"*aku adalah pemilik tubuh yang sekarang kau tempati. aku gadis yang tersiksa dan teraniaya itu aku gadis yang ada di bayangan itu. aku minta tolong pada mu tolong balaskan dendam ku kepada dua orang jahat itu aku mohon hanya kau saat ini yang bisa menolong ku kumohon"
"lalu apa yang akan terjadi setelah aku membalaskan dendam mu? apa keuntungan bagiku setelah aku membalaskan dendam mu?"
"kau bebas untuk melakukan apapun dengan menggunakan tubuhku*" lalu setelah delapan kata itu suara itupun menghilang Amora tidak mendengar apapun lagi setelah itu
"nona ... nona apa kau baik baik saja ada apa? apa ada yang sakit?" ucap Weiwei membuyarkan lamunan Amora tentang suara dan maksud dari kata kata itu
"itu nona em nona tidak sadarkan diri karena nona keracunan makanan yang di taruh oleh selir Riu dan putri Wei Ming" ucap Weiwei sambil menunduk
"hei! sudahlah aku tau itu jangan menunduk seperti itu aku hanya bertanya bukan memarahimu" ucap Amora dia sudah mulai jengah karena sedari tadi pelayannya eh ralat! pelayan tubuhnya saat ini
"sudah sudah! lebih baik kau siapkan saja air untukku mandi badanku sudah lengket!" ucap Amora yah dia sudah mulai tidak enak dengan badannya
"baik nona saya akan menyiapkan nya" ucap Weiwei lalu membungkuk dan berlalu pergi
"hah .... jaman kuno ngerepotin banget mana make baju ribet semua lagi bayangin aja ya kali semua bajunya jadi begini kagak ada yang simpel kek kayak celana jens sama baju kaos biasa hah! ya udahlah syukuri saja lu udah dikasih hidup untuk yang kedua Amora jadi jangan di sia siain walau sebenarnya sih gak apa apa mati juga di sini kagak ada yang seru juga mana gue baru pulang habis ketemu Deon lagi eh oh iya kalungnya yang di kasih Deon masih ada ga sih" ucap Amora kemudian memeriksa lehernya apakah ada kalung yang iya maksudkan tersebut
__ADS_1
dan ternyata kalung yang berbentuk gembok kunci tersebut masih ada di lehernya. kalung yang begitu berarti buatnya karena kalung tersebut adalah kalung pemberian kekasihnya di masa depan Deon dan pasangan satunya yang berbentuk kunci di pakai oleh Deon
"nona air nya sudah siap apa nona ingin mandi sekarang" ucap Weiwei yang tiba tiba datang entah dari mana
"ah iya aku akan mandi kau tetap disitu jangan mengikuti ku cukup siapkan aku pakaian saja" ucap Amora karena dia tau pelayan tubuhnya yang sekarang ia tempati akan masuk dan ikut bersamanya
"tapi .."
"tidak ada tapi tapian kau cukup siapkan pakaian ku saja jika aku membutuhkan mu aku akan memanggil mu nanti"
"baik nona" ucap Weiwei
saat masuk kedalam kamar mandi nya dia mencoba melihat ke cermin untuk melihat bagaimana wajah dari tubuh yang ia tempati saat ini apakah sama seperti bayangannya atau berbeda dia lumayan dag dig dug untuk mencobanya ia berjalan dan menutup matanya dan ketika ia sudah sampai tepat dihadapan cermin kamar mandi ia mencoba membuka matanya perlahan lahan dan saat itu terjadi
"AAAAAAAAAAAAHHH"
okey sampai sini dulu yah lanjut lagi di episode dua
terimakasih yang sudah mau mampir dan membaca novelku emang ceritanya agak gak jelas maklum lah masih pemula jadi mohon dukungannya yah semoga bisa menjadi lebih baik lagi
__ADS_1