Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 24


__ADS_3

"sekarang aku baru tau Weiwei yang ku kenal suka membantah perintah ku" ucap Amora dengan nada dingin dan ekspresi datar


"ti-tidak. baiklah aku akan mengganti pakaian dulu" ucap Weiwei


"nah gitu dong dari tadi kan enak denger nya" ucap Amora dengan senyuman


"dong? apa itu artinya?" tanya Weiwei


"bukan apa-apa sana kau ganti baju nanti setelah selesai ke sini lagi aku ingin melakukan sesuatu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah itu Weiwei pun langsung mengganti pakaian nya dengan pakaian yang di berikan Amora tadi. lalu setelah beberapa menit Weiwei pun kembali ke kamar Amora dengan sedikit ragu. baru kali ini ia memakai pakaian mahal yang selalu ia lihat di pasar. ia pikir tidak akan ada hari seperti hari ini.


"waw lihat jika seperti ini kau terlihat seperti nona muda. jadi jika keluar kita dapat terlihat seperti saudara" ucap Amora dengan riang.


"tapi aku hanya seorang pelayan" lirih Weiwei bukan nya senang ia malah semakin merasa kecil.


"tidak ada peraturan bahwa seorang pelayan tidak boleh memakai pakaian bagus. lagipula aku tidak pernah menganggap mu seorang pelayan. kau sudah seperti saudara dan kakak yang selalu melindungi ku selama ini. jadi sekarang aku yang melindungi dan membahagiakan mu" ucap Amora membuat Weiwei meneteskan air mata nya dan langsung memeluk Amora dengan kencang sampai Amora sedikit terhuyung ke belakang.


"nona ... hiks ... aku benar-benar bahagia jika ...hiks ... nona bahagia. terimakasih karena nona selalu peduli padaku dan menyayangi ku .. hiks ... aku bersyukur nona sekarang bisa tersenyum" haru Weiwei sedikit terisak.

__ADS_1


"oh ayolah kau terlalu berlebihan. tapi aku juga berterima kasih pada mu karena kau masih tetap ingin selalu berada di samping ku dan merawat ku selama ini" ucap Amora.


dan akhirnya mereka pun sama-sama berpelukan merasakan kasih sayang yang tulus dari kedua nya. sampai akhirnya mereka pun melepaskan pelukan nya.


"susah! jangan menangis lagi! karena aku sudah menganggap mu sebagai kakak. jadi boleh kah aku memanggil mu juga dengan sebutan kakak, kau lebih tua dari ku" minta Amora dengan wajah puppy eyes. membuat Weiwei ragu untuk menjawab.


"tapi ..."


"seperti nya aku memang tidak pantas menjadi adik mu padahal aku ingin merasakan kasih sayang seorang kakak bagaimana" ucap Amora dengan nada kecewa.


"bu-bukan begitu maksudnya" ucap Weiwei mencoba menjelaskan apa yang ada di hati nya.


"tidak. nona sangat pantas. aku saja yang tidak pantas untuk menjadi kakak dari nona." lirih Weiwei.


"hanya aku yang bisa menentukan siapa saja yang pantas menjadi bagian hidup ku. dan kau juga termasuk salah bagian hidup ku. jadi sekarang boleh kan aku memanggil mu dengan sebutan kakak?" tanya Amora sekali lagi, jika kali ini menolak maka Amora tidak akan meminta nya lagi.


"ba-baiklah " ucap Weiwei akhirnya menyerah dan mengiyakan permintaan Amora.


"yeeyyy. terimakasih, sekarang aku sebagai adik mu ingin mencoba make over penampilan kakak. siap" ucap Amora yang senang dan dengan senyuman nya yang lebar.


"tapi nona, apa itu mek oper?" tanya Weiwei ia makin bingung sekarang Amora sering menyebut kan kata baru yang tidak ia mengerti membuat nya pusing.

__ADS_1


"make over! itu seperti mengubah penampilan mu menajdi sesuatu yang kau inginkan. dan satu lagi jangan panggil aku nona lagi! panggil saja aku adik, kan sekarang kau menjadi kakak ku. mengerti!" ucap Amora


"tapi nona ..."


"jika kakak menolak lagi maka aku akan pergi dari istana ini" ucap Amora dengan nada kesal.


"baiklah adik" ucap Weiwei.


"baik, sekarang kakak duduk di meja rias dan biarkan aku yang bekerja" ucap Amora


dan Weiwei pun menuruti keinginan 'adik' baru nya ini ia masih sedikit bingung dengan apa yang terjadi hari ini. banyak hal entah esok akan terjadi apa lagi. mungkin kah lebih baik dari ini atau lebih buruk dari ini. ia pun tak tahu sekarang yang penting hanya terus berada di samping Amora dan menuruti setiap perintah nya.


Amora mengambil beberapa alat make up yang ia buat dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar nya. dan beberapa aksesoris untuk di tempelkan pada tubuh Weiwei. sampai semua nya selesai dan sesuai dengan apa yang di harapkan Amora.


"selesai! sekarang kita akan berfoto yang cantik sebagai hadiah pertama ku sebagai adik mu" ucap Amora mengambil handphone nya dan mengklik ikon kamera.


"tapi bukankah ini terlalu berlebihan?" tanah Weiwei.


"tidak ada yang berlebihan semua nya pas dan sesuai. sudah jangan banyak tanya dan bicara cukup ikuti saja aku nanti kita lihat hasil nya." ucap Amora


"sekarang senyum"

__ADS_1


__ADS_2