
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari sudah sore menjelang malam hari, matahari sudah di ujung barat dan akan berganti dengan bulan dan bintang. Keempat orang yang memimpin kelompok nya langsung memutuskan untuk memberhentikan penyelidikan nya dan kembali ke tempat awal mereka berkumpul.
"bagaimana hasil penyelidikan kalian?" tanya Amora pada Weiwei dan Alex, saat ini mereka sedang membereskan perlengkapan yang mereka bawa untuk kembali lagi ke penginapan.
"kami mendapatkan banyak benda dari sana namun sepertinya kita harus selidiki semua benda itu lagi agar mengetahui nya tapi masih ada beberapa tempat yang belum kami selidiki" ucap Weiwei memberikan penjelasan tentang penyelidikan nya bersama Alex.
"besok pagi kita akan menyelidiki nya lagi ke sana untuk waktu malam nya mungkin lusa kita akan melihat nya. Apa kalian menemukan tanda atau semacamnya?" tanya Amora karena bagaimanapun mereka harus tetap saling berkomunikasi agar mendapatkan info yang lebih jelas.
"ada beberapa tanda yang aneh, dan juga sebuah tulisan memakai bahasa asing, ad juga beberapa gambar yang menurut ku sangat aneh" ucap Alex yang mata nya paling jelas melihat hal-hal kecil seperti itu.
"kau sudah menyalin tulisannya dan tanda nya?" tanya Amora untuk di selidiki lagi.
"ya"
setelah itu mereka semua siap mereka semua akhirnya kembali lagi ke tempat tinggal masing-masing. Putra Mahkota Deoland kembali lagi ke istana, Amora, Weiwei, dan Alex kembali ke penginapan, dan yang lainnya kembali.
Amora, Weiwei, dan Alex sampai di penginapan sebelum matahari terbenam jadi mereka masih punya waktu istirahat sebentar. Amora membersihkan dirinya dan langsung beristirahat nanti malam ia sudah janji bertemu dengan Putra Mahkota Deoland walau sebenarnya ia sedikit ragu namun ia tetap akan ke sana. Saat malam tiba Weiwei dan Alex ke restoran untuk makan malam, tadi nya mereka mengajak mereka untuk ikut namun Amora menolak dengan alasan ia sudah ada janji makan malam dengan Putra Mahkota Deoland dan juga dia tidak ingin menjadi nyamuk di antara mereka berdua.
__ADS_1
Untuk benda-benda yang mereka temukan di desa Xanthi dan Taxia mereka memutuskan untuk menyimpan nya di tempat Amora yang lebih aman tanpa di ketahui yang lain kecuali Amora dan Putra Mahkota sendiri. Jika di taruh di tempat Putra Mahkota Deoland maka sedikit berbahaya karena di setiap gerak-gerik Putra Mahkota Deoland pasti di awasi berbeda dengan Amora yang bebas namun ia tetap waspada.
Amora menemui Putra Mahkota Deoland melalui jalan samping istana yang berhubungan langsung dengan jalan bawah tanah menuju kediaman Putra Mahkota Deoland.
"maaf apa aku terlambat datang?" tanya Amora yang sedikit merasa tak enak melihat Putra Mahkota Deoland yang sedang menunggu nya.
"tidak kau tidak terlambat, aku saja yang memang tak sabar bertemu dengan mu" ucap Putra Mahkota Deoland dan mempersilahkan Amora masuk.
Amora hanya tersenyum tipis dan menjawab dengan anggukan.
"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Amora langsung bertanya pembicaraan apa yang ingin dibicarakan dengan Putra Mahkota Deoland.
Tak ada suara apapun di ruangan itu kecuali suara dentingan sendok dan alat makan lainnya, Amora dan Putra Mahkota Deoland menyantap makanan mereka dengan tenang tanpa ada nya gangguan apapun. Tak berapa lama makan malam Amora dan Putra Mahkota Deoland pun selesai kini mereka sedang duduk di kursi santai.
"kenapa kau masih memakai penutup wajah mu bukankah sudah banyak orang uang melihat nya?" tanya Putra Mahkota Deoland pada Amora yang entah kenapa merasa penasaran.
"tidak apa-apa nanti akan aku buka jika waktu nya sudah tepat" ucap Amora.
"Amora"
__ADS_1
Amora pun menoleh dan menatap Putra Mahkota Deoland yang sedang menatap luar jendela.
"apa?"
"kau tahu nama mu mengingat kan ku pada seseorang yang jauh di sana" ucap Putra Mahkota Deoland sambil tersenyum...
"bahkan nada suara mu sama dengan nya" lanjut Putra Mahkota Deoland.
"benarkah?" tanya Amora
Putra Mahkota Deoland mengangguk "saat tatapan kita bertemu untuk pertama kali nya entah kenapa aku merasa kau adalah diri nya dan kau terlihat tak asing bagi ku. Apa kau merasakan hal yang sama?" tanya Putra Mahkota Deoland lalu menatap mata Amora hingga mereka saling tatap beberapa saat sebelum Amora memutuskan tatapan nya.
"apa kau ingin mengatakan bahwa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"bukan hanya bertemu tapi memiliki kisah yang luar biasa, ku dengar nama mu adalah Moralysya tapi kenapa kau ingin di panggil dengan sebutan Amora. Apakah nama asli mu sebenarnya Amora?" tanya Putra Mahkota Deoland
...****************...
_To Be Continued_
__ADS_1