Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 86


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah banyak nya usaha dan rintangan yang di hadapi Deon akhirnya dia berhasil mendapatkan bahan untuk membuat Amora atau Lia nya sembuh. Benar - benar ajaib, semalam sebelum Deon sampai di KeKaisaran Timur Amora sempat mengalami kejang-kejang dan tubuh nya terdapat reaksi aneh yang tak bias. Juga ada beberapa titik tubuh nya yang mengeluarkan darah hitam tanpa sebab.


Tabib Bao yang mengetahui banyak ilmu medis jelas bingung dengan apa yang terjadi pada tubuh Amora walaupun itu hanya kejang-kejang.


namun untungnya Deon cepat kembali dengan membawa bahan itu, karena 1 menit saja Deon terlambat maka Amora tak bisa di selamatkan lagi. karena denyut nadi Amora yang semakin melemah dan nafasnya sudah tak terdengar lagi jelas menambah kekhawatiran dan rasa panik pada semua orang.


Flashback on


"yang mulia kaisar terjadi sesuatu terhadap nona Amora dia mengalami hal aneh dan kami tak punya obat untuk membuat tubuh nya tenang kembali. " ucap tabib Bao dengan nafas tang tersengal-sengal akibat lari untuk menemui kaisar Han dan kaisar Wei.


tentu saja kabar buruk ini membuat ke-empat orang yang tengah duduk mengobrol di sana terkejut mendapatkan berita itu, dan langsung panik hingga reflek bangun dari duduk mereka lalu berlari untuk melihat keadaan Amora.


"bagaimana bisa seperti ini?" tanya kaisar Han dengan wajah paniknya ditemani oleh permaisuri nya.


"kami tidak tahu kami juga terkejut melihat tubuh nona Amora seperti ini. kurasa racunnya sudah tak bisa di cegah lagi. Racunnya sudah mulai bergerak dan jika sudah mengenai organnya lagi pasti akan susah untuk mengobati nya" ucap tabib Bao


"aduh ... bagaimana ini? Deon belum kembali, sedangkan Amora sedang dalam keadaan seperti ini." ucap Alex yang juga panik, mereka tak bisa melakukan apapun karena tak mengerti semua itu.


Mereka merasa jadi tak berguna hanya untuk menjaga 1 orang gadis yang tengah terbaring ini.


"yang mulia, denyut nadi nona Amora hampir tak terasa lagi, ini bisa menyebabkan kematian pada nya" ucap tabib Bao lagi ketika memeriksa kembali tubuh Amora.

__ADS_1


"apa?! jadi bagaimana saat ini, kita tak bisa melakukan apapun pada nya"


Ketika semua yang ada di sana tengah di Landa kepanikan karena reaksi tubuh Amora yang tak bisa. Tiba-tiba saja Deon muncul dengan raut wajah bingung melihat semuanya panik dan Weiwei yang sedang menangis. Deon merasa hal buruk sedang terjadi pada Amora jadi dia cepat-cepat masuk ke dalam ruangan Amora ini.


"ada apa? apa terjadi sesuatu ketika aku pergi?" tanya nya pada yang lain membuat semua orang beralih menatap diri nya dengan raut wajah sendu.


"Amora mengalami kejang-kejang dan ada beberapa titik tubuhnya yang tiba-tiba mengeluarkan darah hitam, juga pernafasan nya yang tak normal, detak jantung nya hampir tak terdengar dan denyut nadi nya semakin lama semakin melemah" ucap Alex mewakilkan semua orang.


Karena mereka merasa bersalah pada Deon yang belum bisa menjaga Amora dengan baik sehingga membuat Amora mengalami hal ini, padahal ini baru 2 Minggu setelah Amora di nyatakan sakit. Seharusnya hal ini terjadi ketika di akhir bulan.


"a-apa?! kenapa jadi seperti ini? aku sudah mendapatkan bahan-bahan yang di butuhkan, kita masih bisa untuk menyelamatkan nya bukan?" ucap Deon dirinya harus tenang jika panik seperti yang lain dia tidak bisa berpikir jernih untuk kesehatan Amora.


"aku tidak tahu pasti tapi masih ada kemungkinan untuk kesehatan nya" ucap tabib Bao


FLASHBACK OFF


Racun yang berada di dalam tubuh Amora memang sudah tidak ada atau pun bersih, namun masih belum ada perubahan dari Amora yang membuat tabib Bao bingung. jadi dia memeriksa ulang. tabib Bao langsung terkejut, Amora sudah tidak bernafas dan detak jantung serta denyut nadinya mendadak berhenti. tabib Bao langsung pucat ketika melihat hal ini dia langsung berlari keluar dengan wajah menunduk.


"bagaimana? Lia sudah sembuh kan? dia sekarang baik-baik saja kan?" tanya Deon secara beruntun ketika melihat tabib Bao keluar.


Namun wajah nya seketika murung ketika melihat tabib Bao menunduk dan menghela nafas, dia jadi berpikir hal-hal yang negatif.


"JAWAB!! Lia baik-baik saja kan?" Deon mengguncangkan badan tabib Bao yang gemetar takut melihat Deon.

__ADS_1


"hei tenang dulu jika kau seperti ini bagaimana cara dia untuk menjawab jika kau tidak tenang" ucap Alex menenangkan Deon yang sedang tak bisa menahan diri nya akibat kekhawatiran yang berlebihan pada Amora.


"mohon maaf putra mahkota nona Amora tidak bisa di selamatkan lagi, detak jantung dan denyut nadinya tidak bekerja" ucap tabib Bao dengan persiapan.


duaaaaaar


seperti petir yang menyambar tubuh Deon seketika runtuh mendengar nya, dia merasa otot dan tulang tubuhnya serasa copot dan jantungnya berpacu dengan cepat dadanya merasa sesak mendengar kabar ini.


tidak ini tidak terjadi lagi, ini hanya mimpi nya saja. Deon langsung bangun dan berlari masuk ke dalam langsung menghampiri Amora dan memegang kedua bahu nya yang terasa dingin menambah rasa sesak pada dadanya.


"Lia, Lia bangun ... bukankah kau berjanji kita akan melewati banyak hal lagi. kamu masih ingin mendengar banyak cerita dari Ku. kamu tidak benar-benar ingin meninggalkan ku lagi bukan?"


"Lia jawab aku ... ini tidak benar terjadi bukan? kamu hanya bercanda, kamu sebenarnya sudah bangun kan" Deon benar-benar hancur untuk kedua kalinya mendengarkan kabar yang sama yang pernah ia dengar sebelumnya.


air matanya tak berhenti menetes malah semakin deras, Deon tidak ingin hal ini terjadi, jika ini benar maka lebih baik dia juga mati untuk menyusul Amora. Amora hidupnya,Amora yang membuatnya bertahan sampai sejauh ini. Jika dia kehilangan Amora untuk kedua kalinya, dia benar-benar tak sanggup lagi menghadapi kehidupan.


"Lia aku akan marah besar padamu jika kamu tidak bangun. aku tidak akan memaafkan mu, aku marah pada mu, aku akan pergi jika ini terjadi" ucap Deon


dia tidak berhenti berbicara sama seperti air matanya. yang lain juga tak kalah hancurnya seperti Deon apalagi melihat Deon yang seperti itu.


"Deon sudah biarkan dia, dia sudah tenang dia tidak merasakan sakit lagi. kau harus mengikhlaskan kepergian nya" ucap Alex mencoba menenangkan Deon lagi kali ini Deon tidak bisa di tenangkan seperti tadi.


malahan Deon langsung menepis tangan Alex yang mencoba menarik nya

__ADS_1


...****************...


_To Be Continued_


__ADS_2