
"tidak ada aku hanya mengambil sesuatu saja anda tidur lah lagi" ucap Amora dengan suara yang sedikit di buat buat supaya menyerupai Lusi (pelayan pribadi selir Riu)
"emm kau menganggu saja" kemudian selir Riu tertidur lagi
"huh syukurlah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah semua nya selesai ia segera pergi ke paviliun nya untuk istirahat. saat sampai ia langsung menghempaskan tubuh nya di kasur walau tidak selembut kasur yang ia punya di kehidupan sebelum nya.
pagi pun tiba kicau burung di mana-mana semua nya kembali seperti semula kecuali di kediaman selir Riu dan putri Raina disana terjadi kekacauan besar di mana sang pemilik tengah marah dan menghancurkan semua benda yang ada di sekitar nya bahkan ada beberapa pelayan dan pengawal yang mendapat luka akibat kemarahan selir Riu dan putri Raina.
"AAAAAAAAAKKHHG?!" teriak selir Riu marah.
tubuh nya terdapat bintik-bintik merah akibat semut gatal kamar nya berantakan dan memiliki bau yang menyengat akibat bangkai tikus yang di tinggalkan yang belum sepenuh nya menghilang.
"ibu ... hiks .... hiks ... ibu apa yang terjadi ... hiks ... mengapa jadi seperti ini hiks ..." ucap putri Raina tersedu-sedu karena menangis ia menahan sakit dan gatal yang ada di tubuh nya bahkan tangan tak berhenti menggaruk karena gatal yang luar biasa.
"Diamlah?! kau malah memperburuk keadaan ini semua pasti ulah si anak ****** Moralysya kita harus beritahu kaisar tentang ini dan kita harus berpura-pura untuk meyakinkan kaisar bahwa ini semua ulah Moralysya" geram selir Riu dengan tangan yang mengepal.
"hiks ... hiks ... baik ibu" ucap putri Raina yang masih menangis walau tidak sekencang tadi.
Sedangkan si pelaku utama saat ini sedang tertidur pulas menikmati mimpi indah nya. yah saat ini Amora masih tertidur dan tak ingin membuka mata nya namun itu tidak lama karena Weiwei datang tiba-tiba dan membangun kan Amora.
__ADS_1
"nona ... nona ... bangun cepat ada yang menghebohkan" ucap Weiwei yang sedang membangun kan Amora ia yakin dengan memberitahu tentang berita yang sedang menggemparkan tidak tau saja bahwa yang membuat kehebohan itu yang sedang ia bangunkan.
"emmm aku masih mengantuk nanti saja" ucap Amora dengan suara serak dan mata terpejam.
"nona bangun di kediaman selir Riu dan putri Raina sedang terjadi kekacauan besar" ucap Weiwei masih berusaha membangun kan Amora.
"hah .. kau serius?" kaget Amora membulatkan mata nya ia berfikir apa terjadi sesuatu di sana? ia lupa apa yang telah ia lakukan semalam.
"iya nona, selir Riu dan putri Raina tubuh nya di penuhi bintik-bintik merah dan mereka terkena gigitan ular bahkan kamar nya terdapat bau bangkai tikus" jelas Weiwei
"oh itu seperti nya akan ada drama panjang pagi ini apa kaisar dan para pangeran akan datang ke sana?" tanya Amora ia yakin pasti nanti dia akan di tuduh walau memang benar ia yang melakukan nya namun pasti akan di lebih-lebih kan.
"seperti nya iya, karena ini sudah menyebar ke seluruh istana kerajaan kaisar dan para pangeran pasti tau dan akan datang ke sana."
ucap Weiwei
"sudah aku siapkan nona" ucap Weiwei
"ow baiklah aku mandi dulu" ucap Amora
setelah beberapa saat Amora keluar dari kamar mandi dan sudah siap untuk datang melihat drama yang akan di buat oleh selir Riu dan putri Raina.
"ayo Weiwei kita tidak boleh terlambat sekarang" ucap Amora langsung berjalan keluar.
__ADS_1
"baik nona" ucap Weiwei sambil mengikuti langkah Amora.
mereka pun berjalan beriringan menuju kekediaman selir Riu di jalan banyak sekali orang berlalu lalang saat mendengar berita bahwa selir Riu dan putri Raina terkena musibah para pelayan dan penjaga banyak yang merasa senang karena selama mereka di sana mereka selalu bersikap angkuh dan sombong.
"hello everyone. how are you?" ucap Amora yang tiba-tiba masuk di kediaman selir Riu sontak semua nya menoleh ke arah nya.
"putri bisakah kau lebih sopan sedikit dengan mengetuk pintu? di sini ada seseorang yang sedang sakit kau harus nya bisa lebih sopan ?dan apa yang kau ucapkan tadi?" ucap putra mahkota Marchelino yah dia sedikit kesal karena Amora yang tiba-tiba datang tapi ia juga sedikit bingung dengan apa yang di ucapkan Amora saat datang.
"ah it..." ucapan Amora terpotong karena suara seseorang.
"bagaimana mungkin ia bisa sopan santun dia saja selalu melanggar tata krama yang ada dan aku yakin itu adalah mantra yang di ucapkan dengan bahasa iblis supaya aku lebih menderita aku tidak tahan lagi untuk mengatakannya. putri kenapa kau begitu kejam padaku aku tak punya salah apa-apa segitu benci nya kah kau padaku?" ucap selir Riu dengan ekspresi marah dan kemudian berubah menjadi ekspresi sedih.
"ah kau terlalu banyak bicara SELIR RIU aku ke sini hanya ingin menjenguk mu karena aku kasian melihat mu yang seperti ini tapi kau malah menuduh ku?" ucap Amora sambil menunjuk diri nya sendiri dengan wajah tanpa dosa di dalam hati ia ingin tertawa karena bahasa Inggris yang ia ucapkan di sebut bahasa iblis.
"yah itu karena kau tidak terima pertunangan mu dengan putra mahkota Chris di batalkan dan di gantikan dengan ku. kau ingin mencelakai kami bukan?" ucap putri Raina angkat bicara
"apakah benar seperti itu putri? jika benar kali ini kau keterlaluan dan hampir membahayakan nyawa seseorang aku pasti akan menghukum mu dengan hukuman berat!" ucap kaisar tegas dan itu membuat Amora menggeleng kan kepala nya.
"oh ayolah kalian terlalu berlebihan lagipula apa kalian punya bukti bahwa aku yang melakukan nya? apa hanya dengan sebuah ucapan kalian semua langsung percaya? kalian bahkan tidak menanyakan nya pada ku? atau memberikan aku waktu untuk menjelaskan. baiklah coba jika aku berkata bahwa selir Riu telah membunuh ibunda permaisuri dengan racun kalian akan percaya?" ucap Amora sambil menatap mata selir Riu dengan tajam membuat selir Riu dan putri Raina tegang.
"ap ... apa mak ... maksud mu aku tidak pernah melakukan nya lagi pula permaisuri meninggal karena mu" ucap selir Riu dengan gugup dan sedikit menunduk.
"jangan bicara sembarangan?! istri ku meninggal karena mu?! jangan menyalahkan orang lain?! kau membuat istri ku pergi hanya karena kau bukan karena dia?!" bentak kaisar Wei dengan amarah nya.
__ADS_1
Amora mematung di depan pintu mata nya berkaca-kaca dan hati nya sakit mendengar ucapan kaisar mungkin ini adalah rasa sakit yang di rasakan putri Moralysya selama ini.
...****************...