Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 22


__ADS_3

"jika kau ingin benar-benar ku berikan tugas maka aku akan kirimkan engkau ke markas untuk latihan dengan para anggota White Fox mau?" ucap Amora supaya Weiwei tidak bertanya lagi


"ah tidak perlu, tidak perlu aku akan menjalankan tugas ini saja dan menjaga nona." ucap Weiwei menggeleng cepat karena ia pernah mencoba latihan di markas. yang mana latihan nya berat-berat membuat Weiwei sangat kelelahan dan tidak mau lagi untuk mencoba latihan di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


kemudian Weiwei pun pergi dari kediaman Amora dan berjalan mengendap-endap memasuki danau yang di maksud kan oleh Amora tadi. kemudian ia menghubungi Alex dengan airphone kecil di telinga nya dengan cara yang pernah di ajarkan Amora pada nya.


"tuan Alex aku ada di pinggir danau dekat kediaman selir Riu apa kau bisa mendatangi ku sekarang?" ucap Weiwei pada Alex melalui airphone nya


"baiklah tunggu aku di sana aku akan datang 10 menit lagi. jangan berteriak saat aku tiba-tiba datang" jawab Alex dari sebrang sana.


kemudian Weiwei pun menunggu di sana. dengan sesekali mengedarkan pandangan nya di sana untuk melihat Alex. saat sibuk mengedarkan pandangan nya tiba-tiba ada yang menyentuh kedua pundak nya, saat mulut nya sudah terbuka hendak teriak tangan yang sama membekap mulut nya dengan cepat sehingga belum sempat mengeluarkan suara.


"mmp ... mmpph"


"diamlah bukankah aku sudah bilang jangan berteriak, mengapa kau malah ingin berteriak" ucap Alex


mendengar suara yang sangat ia kenali ia pun berhenti memberontak dan dengan cepat menoleh ke arah wajah tampan Alex yang masih muda dan bersih, ia terus melihat tanpa mengedip.


"jangan terpesona. aku tau aku tampan" ucap Alex menyadarkan lamunan Weiwei.

__ADS_1


"siapa yang terpesona aku hanya melihat noda di wajah mu tadi. kau terlalu percaya diri tuan" ucap Weiwei dengan cepat mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.


"baiklah baiklah terserah kau saja. tidak usah melihat hal yang aneh-aneh. dan jangan panggil aku tuan aku bukan majikan mu panggil saja Alex seperti Queen Amora" ucap Alex.


"baiklah akan aku lakukan tu .. eh maksud ku Alex"ucap Weiwei


"nah begitu lebih bagus" ucap Alex


dengan senyum menawan lalu tangan nya mengusap kepala Weiwei dengan lembut yang mana menyebabkan rona merah di pipi nya. namun dengan cepat juga Weiwei menetralkan perasaan nya agar tidak terlihat oleh Alex walau sebenarnya Alex pun sudah melihat


"ada apa mencari ku? kau merindukan ku ya" ucap Alex mencairkan suasana dengan sedikit candaan agar tidak canggung.


"siapa bilang! tadi nona menyuruh ku untuk menemui mu dan menanyakan informasi apa saja yang sudah kau dapatkan" ucap Weiwei


"nah ini. baru informasi ini yang ku dapat sejauh ini. " ucap Alex sambil memberikan amplop coklat dengan tanda yang sulit di artikan agar tidak dapat di tukar.


"baik terimakasih" ucap Weiwei menerima amplop tersebut.


"ya. hati-hati membawa nya jangan sampai jatuh ataupun terlihat oleh seseorang. kau kan ceroboh" ucap Alex


"siapa bilang aku ceroboh?" ucap Weiwei dengan nada kesal.

__ADS_1


"aku yang bilang! itu kenyataan bukan?" jawab Alex dengan santai


"sudahlah berada di dekat mu membuat aku selalu kesal. lebih baik aku pergi saja" ucap Weiwei dengan kesal dan berjalan pergi. sedangkan Alex hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat hal itu.


' kediaman Amora '


"lama sekali. padahal aku hanya menyuruh nya menanyakan tentang informasi yang Alex dapatkan seperti nya mereka melupakan aku yang sedang menunggu di sini" gumam Amora melihat ke arah luar jendela kamar nya.


"setiap aku sendiri dan merasakan ketenangan. aku selalu mengingat kehidupan ku yang sebelum nya. apa masih ada kemungkinan aku untuk melihat wajah-wajah orang yang aku sayangi di sana. aku merindukan mereka. apa mereka baik-baik saja? aku hanya bisa terus melihat langit dan berharap, mungkin itu satu hal yang mustahil" gumam Amora yang pikiran nya mengingat hal-hal yang pernah ia lakukan di kehidupan sebelum nya, bahkan tak terasa air mata tiba-tiba jatuh membasahi pipi nya


saat sedang termenung dengan pandangan kosong tiba-tiba saja ia mendengar suara yang membuat ia kaget dan tersadar lamunan nya.


"nona kau baik-baik saja?" tanya a Weiwei dengan wajah cemas entah apa yang di pikiran nya.


"aku baik-baik saja. memang nya aku kenapa? sudahlah jangan bahas diri ku. kau sangat lama, seperti nya kau sangat menikmati waktu bersama Alex sampai-sampai melupakan ku yang sedang menunggu" ucap Amora dengan cepat menghapus air mata nya dan membelakangi Weiwei agar tidak terlihat.


"aku tidak seperti itu. aku lama karena jarak nya yang lumayan tau." ucap Weiwei kembali kesal.


"hahahaha iya iya terserah kau saja berikan informasi nya pada ku dan jangan marah-marah nanti kau cepat tua dan Alex tidak menyukai mu" ucap Amora dengan candaan nya.


"semakin hari kau semakin menyebalkan nona." gumam Weiwei dengan pelan.

__ADS_1


"apa yang kau katakan?"


__ADS_2