Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 19


__ADS_3

"apa yang kau keluarkan?" tanya kaisar Wei


"hanya alat yang aku buat sendiri" jawab Amora yang fokus memainkan game nya.


"apa fungsi alat itu?" ucap kaisar Wei


"untuk bermain, menghasilkan gambar dan bisa juga untuk membuktikan sebuah kebenaran." jawab Amora


"benarkah? lalu untuk apa kau membawa nya


kemari?" ucap kaisar Wei dengan tanda tanya.


"mungkin aku akan membutuhkan nya untuk membuat ku lebih nyaman karena di sini sangat menyebalkan"


.


.


.


sesaat kemudian ruangan itu pun hening tak ada lagi topik yang di bahas sampai pada akhirnya ksatria Barnard datang kembali bersama selir Riu dan putri Raina.


"bisa kalian jelaskan kejadian yang menimpa kalian kemarin" ucap kaisar Wei dengan sedikit lebih lembut dari nada bicara saat bersama Amora yang sangat dingin.


Amora yang mendengar nada bicara seperti itu sedikit kesal dan mencibir walau dalam hati nya ia merasa sedih mungkin itu juga yang dirasakan putri Moralysya yang asli.


"saat itu aku sedang bermain di danau dekat paviliun ku. lalu aku melihat ke arah paviliun kakak, di sana kakak sedang menyiksa pengawal kakak dan pelayan kakak dengan cambuk dan marah kepada mereka. awalnya aku tidak ingin ikut campur dengan apa yang kakak lakukan tapi aku merasa kasian dengan mereka. aku ke sana dan meminta kakak untuk berhenti karena bagaimanapun kita tidak boleh berlaku kasar kepada siapapun. tapi kakak malah marah-marah dengan ku dan ikut menghukum ku dan dia pun menyerang ku sampai seperti ini. di saat itu ibu datang ia juga ingin menghentikan perbuatan kakak tapi kakak malah menyakiti ibu sampai kakak puas dan meninggalkan kami. kakak keluar lewat belakang paviliun nya sehingga tidak ada yang tau." ucap putri Raina menjelaskan dengan wajah sedih dan memelas serta memperlihatkan luka yang ada di tubuh nya membuat siapa saja yang melihat nya merasa prihatin dan marah dengan sikap Amora.

__ADS_1


"kau sungguh keterlaluan putri! kau menyakiti mereka dengan kejam dan tanpa alasan yang jelas. kau akan mendapat hukuman yang berat atas ini" ucap kaisar Wei tegas dan nada dingin. berhasil menimbulkan sebuah senyum kemenangan di bibir selir Riu dan putri Raina.


"tunggu kalian tidak bisa menghukum ku begitu saja" ucap Amora.


"kenapa tidak bisa kau jelas menyakiti mereka tanpa alasan" ucap kaisar Wei lagi.


"tidak apa-apa yang mulia kami sudah memaafkan nya jadi tidak apa-apa mungkin kami yang salah" ucap selir Riu


"tidak jika dia di biarkan begitu saja bisa saja ia menyakiti lebih banyak orang yang tidak bersalah. kau tetap akan di hukum putri." ucap kaisar Wei


"oh ya? baiklah sebelum di hukum aku ingin mengajukan sebuah pertanyaan. kapan tepat nya aku menyakiti kalian?" tanya Amora


"ah emm saat kau menyiksa pengawal dan pelayan mu" ucap putri Raina


"apa kau tidak mengerti bahasa? aku bertanya kapan tepat nya. itu artinya pada saat kapan ceritakan dengan detail. saat pagi, siang, sore malam atau lain nya" ucap Amora


"kau yakin?" tanya Amora lagi.


"y-ya" ucap putri Raina sedikit gemetar.


"kau sudah menyakiti mereka dan sekarang membuat mereka takut. apa kau belum cukup membuat mereka menderita seperti ini. aku tidak mau tau kau tetap harus di hukum" ucap kaisar Wei tegas


"aku akan menerima hukuman nya jika aku benar-benar bersalah sayang nya kesalahan ku yang kalian ucapkan masih kurang jelas di telinga ku. akan aku buktikan sekali lagi agar kau dapat melihat kebenaran" ucap Amora lalu ia mengeluarkan handphone nya lagidan menghubungi Weiwei.


"Weiwei apa kau di paviliun ku sekarang?"


"..........."

__ADS_1


"kau ambil laptop ku yang kemarin. yang berwarna hitam di kamar ku. ke ruang kerja milik kaisar Wei. apa kau bisa"


"..........."


"baik aku tunggu 5 menit"


".........."


"pokok nya aku tidak mau tau kau harus datang 5 menit lagi. aku tunggu terimakasih"


Tut Tut Tut


"apa lagi yang ingin kau lakukan?" tanya kaisar Wei


"lihat saja nanti. kita tinggal menunggu Weiwei datang kemari" ucap Amora.


"apa kau akan beralibi dengan memanggil Weiwei menjadi saksi agar kau terbebas dari hukuman? jika seperti itu kau tetap akan di hukum" ucap kaisar Wei


"tidak! aku tidak akan menjadikan Weiwei sebagai saksi namun akan aku perlihatkan kepada kalian sesuatu yang menarik tunggu saja" ucap Amora. tak lama kemudian pengawal yang berjaga di depan pintu mengetuk pintu dan memberitahukan bahwa ada Weiwei masuk.


"ini nona lep-pop nya" ucap Weiwei yang baru masuk.


"sudah berapa kali ku bilang ini nama nya laptop bukan lep-pop. bawa kemari"ucap Amora


kemudian ia membuka laptop nya dan mencari sebuah rekaman tentang selir Riu dan putri Raina.


"lihat baik baik Vidio ini"

__ADS_1


__ADS_2