Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 62


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ketika melihat Kaisar Wei bersimpuh di kaki Putri Mahkota Mora, Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian pun mengikuti dan melakukan hal yang sama kepada Putri Mahkota Mora. "kami juga minta maaf, kami benar-benar menyesal melakukan hal itu, kami mohon maafkan kami dan juga ayah" ucap mereka berdua yang menunduk dengan air mata yang mengalir.


"jika kalian ingin aku maafkan. maka bangunlah!" perintah Putri Mahkota Mora dengan nada tegas.


"tapi ..."


"jika tidak mau, maka aku tidak akan memaafkan kalian" ucap Putri Mahkota Mora lagi yang pada akhirnya membuat mereka bertiga bangun namun masih dengan wajah yang menunduk.


Putri Mahkota Mora menyentuh wajah Kaisar Wei dan berkata ...


"jangan bersedih lagi, aku tidak ingin melihat kalian bersedih. Dan aku juga sudah memaafkan kalian sebelum kalian meminta maaf. Jadi tidak usah menangis seperti ini" ucap Putri Mahkota Mora yang masih dengan senyum yang menghiasi wajah nya.

__ADS_1


kemudian Putri Mahkota Mora pun memeluk Kaisar Wei, Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian dengan di sambut pelukan yang lebih erat lagi.


Melihat peristiwa di depan nya membuat Amora juga ikut menetes kan air mata terharu. Selama ini ia selalu menganggap perhatian keluarga nya terlalu berlebihan, bahkan hanya untuk bersenang-senang dengan teman nya pun ia selalu di larang. Sehingga membuat nya bosan dan entah kenapa ia menjadi pembangkang dan sering keluar rumah sampai ia menginjakkan kaki nya masuk ke dalam dunia gelap yang sebelumnya tidak pernah ia ketahui dan menjadi seorang pemimpin mafia. Namun setelah melewati banyak hal di sini ia menjadi paham arti kehidupan dan keluarga, di mana di sana hubungan sesama keluarga sangat penting dan harus dijaga, keluarga adalah tempat ternyaman yang kita miliki dan sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Kepercayaan dan komunikasi antar sesama di dalam keluarga dapat membuat keluarga menjadi lebih dekat dan membuat hubungan kekeluargaan semakin kuat.


Amora jadi mengingat wajah-wajah yang ada di keluarga nya, yang selalu melimpahkan nya kasih sayang dan cinta yang terkadang selalu ia anggap berlebihan. Dia sedikit menyesal karena sering mengecewakan keluarga nya dengan sikap nya yang pembangkang padahal dia selalu di utamakan dan di istimewa kan oleh keluarga nya karena hanya dia satu-satunya anak perempuan dalam keluarga itu. Dia jadi tidak bisa membayangkan wajah mereka saat mendengar diri nya kecelakaan yang pasti akan merasa sedih, membuat Amora ingin cepat-cepat kembali ke dunia masa depan dan berkumpul dengan keluarga nya lagi.


Melihat Amora yang menangis Putri Mahkota Mora pun tersenyum ke arah Amora dan melepaskan tangan nya yang sedang memeluk ayah dan kakak-kakak nya, kemudian ia menghapus air mata Amora yang mana malah semakin membuat tangis Amora pecah dan langsung memeluk Putri Mahkota Mora.


"terimakasih karena sudah mengabulkan permintaan ku dan mengganti kan diri ku yang membuat aku bisa merasakan bagaimana rasanya kasih sayang keluarga dan juga bisa merasakan pelukan dari seorang ayah dan kakak" ucap Putri Mahkota Mora yang mengelus punggung Amora yang terlihat bergetar karena menahan nangis.


"maaf bukan nya aku tidak mau membuat mu kembali ke tubuh mu. Namun saat kecelakaan itu tubuh mu hancur dan juga sudah di makamkan. Ku rasa kau memang sudah seharusnya untuk tinggal di sini selama nya" ucap Putri Mahkota Mora membuat Amora mendadak lemas mendengar nya ia terjatuh di lantai dan semakin menangis kencang.


"lalu bagaimana dengan keluarga ku, teman-teman ku, dan kekasih ku di sana. aku tidak sanggup jika harus berpisah dengan mereka" ucap Amora yang sekarang benar-benar hancur. Ia sangat merindukan orang-orang yang ia sayangi namun ia tidak bisa berbuat apa-apa di sini dan bahkan untuk bertemu sellau saja hanya untuk mengucapkan perpisahan selamat tinggal pun ia tidak bisa.

__ADS_1


Dia sangat putus asa dengan semua yang terjadi pada nya saat ini.


"kau bisa menjadi diri ku dan juga menganggap keluarga ku sebagai keluarga mu juga. Dengan diri mu aku yakin mereka akan baik-baik saja. Bukan begitu?" ucap Putri Mahkota Mora yang tidak tega melihat Amora putus asa seperti itu.


Kaisar Wei, Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian juga mendekat dan memberikan pelukan pada Amora. "kami siap menerima mu sebagai bagian dari keluarga kami" ucap mereka


...****************...



(visual Amora yang sedang menangis)


Jangan lupa like, komen, dan vote yah. supaya jadi lebih rajin lagi update nya.

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2