
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah beberapa kali membujuk kakak-kakak nya dan ayahnya akhirnya Amora di perbolehkan untuk pergi bersama Weiwei. Awalnya Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian akan ikut mendampingi Amora namun Amora tetap kekeuh ingin pergi bersama Weiwei saja sehingga menimbulkan perdebatan kecil di antara mereka. Namun Amora berhasil membujuk mereka sehingga mereka mengalah dan mengikuti kemauan Amora.
Tiba hari ini dimana Amora kan melakukan perjalanan ke Kekaisaran Timur untuk menyelidiki kejanggalan yang terjadi di kedua desa Xanthi dan Taxia. Sangat aneh menurutnya itulah kenapa ia memutuskan untuk pergi karena di Kekaisaran Selatan tidak ada lagi masalah apapun jadi ia bisa tenang namun masih dengan pengawasan beberapa orang tentu nya.
"kau sungguh-sungguh akan pergi?" tanya Pangeran Ian. ya walaupun mereka tahu mereka bukan saudara kandung yang asli namun hubungan mereka sangat dekat layaknya saudara kandung sebenarnya.
"tentu saja, aku sudah menyiapkan semuanya dari 2 hari yang lalu jadi kakak tenang saja aku janji aku akan baik-baik saja" ucap Amora yang mendengar pertanyaan Pangeran Ian dengan wajah di tekuk nya karena tak rela Amora pergi.
"lagipula aku tak sendiri ada yang menemani ku, jika kakak masih tetap khawatir pada ku ... kakak genggam saja benda ini untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja atau tidak" ucap Amora menarik tangan Pangeran Ian dan menaruh benda kecil berwarna hitam dengan titik kecil seperti kaca di tengahnya.
Pangeran Ian mengerutkan alisnya nampak kebingungan dengan benda kecil itu. "benda kecil apa ini?" tanya Pangeran Ian.
__ADS_1
"ini alat yang terhubung langsung dengan gelang yang ku pakai. Jika kakak ingin memastikan keadaan ku kakak bisa menekan titik kecil di tengah nya. Jika berwarna hijau itu artinya aku baik-baik saja, jika berwarna merah artinya aku sedang dalam bahaya" ucap Amora kemudian tersenyum dan melepaskan tangannya dari tangan Pangeran Ian.
Meskipun Pangeran Ian terlihat cuek dan irit bicara namun Pangeran Ian adalah kakak yang paling peduli dan protektif terhadap Amora.
"aku pergi! sampai jumpa semuanya" pamit Amora dan Weiwei. dan melambaikan tangan mereka ke arah semua orang di jawab dengan hal yang sama oleh semua orang.
Mereka menaiki kuda berwana hitam dan coklat dengan pakaian yang sudah di buat Amora agar lebih mudah saat menunggangi kuda tersebut, pakaian itu juga terdapat beberapa bagian yang dapat melindungi tubuh jika ada serangan mendadak.
Mereka berdua menggunakan jalan menuju perbatasan yang lebih dekat agar mempersingkat waktu nya. Ada beberapa Kupang kecil sampai besar yang harus mereka lewati, dan juga kubangan lumpur yang lumayan besar sehingga membuat baju bagian mereka sedikit kotor namun mereka tetap melanjutkan nya. Mereka sampai diperbatasan setelah tiga puluh menit perjalanan di sana sudah terlihat Alex yang menunggu kedatangan mereka.
"tidak baru sekitar 10 menit saja" ucap Alex dan di jawab anggukan oleh Amora dan Weiwei.
"kita lanjutkan perjalanan nya, saat matahari sudah di atas kepala kita akan berhenti sejenak untuk beristirahat" ucap Amora dan di setujui oleh Weiwei dan Alex.
__ADS_1
Perjalanan mereka masih panjang untuk sampai ke desa Xanthi dan Taxia, untung saja kemarin Alex sudah meminta persetujuan pihak istana untuk menyelidiki kasus ini sehingga mereka tidak perlu ke istana terlebih dahulu. Mereka juga membawa beberapa senjata yang dapat mereka gunakan di sana.
Mereka memasuki hutan panjang dan melewati beberapa danau di sisi nya, sampai saat matahari di atas kepala mereka baru berhenti sejenak untuk beristirahat agar tidak terlalu kelelahan. Posisi mereka saat ini masih di hutan panjang tersebut karena di perbatasan antara Kekaisaran Selatan dan Kekaisaran Timur terdapat hutan di sekeliling nya tapi Kekaisaran Timur hutan nya lebih panjang karena luas Kekaisaran Timur jauh lebih besar dari Kekaisaran Selatan sehingga membutuhkan waktu sedikit lebih lama.
"apa kalian masih lelah?" tanya Amora yang berniat ingin melanjutkan perjalanan lagi namun jika Weiwei dan Alex masih lelah ia akan menunggu mereka.
Weiwei dan Alex menggeleng kan kepalanya tanda mereka sudah tidak lelah dan siap melanjutkan perjalanan.
"apa kalian sudah siap melanjutkan perjalanan nya lagi kita mungkin akan lama ke waktu istirahat jadi jika masih lelah istirahat lah sebentar lagi" ucap Amora memberikan kesempatan untuk mereka agar beristirahat jika mereka masih lelah.
"kami sudah tidak lelah, sebaiknya kita memang melanjutkan perjalanan agar sampai di pusat kota sebelum matahari terbenam" ucap Alex.
Untuk sampai di desa Xanthi dan Taxia mereka memang harus melewati pusat kota terlebih dahulu. Namun mereka tidak bisa langsung ke desa Xanthi dan Taxia mereka harus bisa menyusun rencana lagi agar dapat mengantisipasi dari bahaya yang mungkin akan datang pada mereka.
__ADS_1
...****************...
_To be Continued_