Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 44


__ADS_3

"saya mohon nona. saya hanya sedang bekerja untuk mendapatkan uang biaya untuk pengobatan anak saya" ucap pemanah tersebut dengan tubuh bergetar karena takut dan menahan rasa sakit pada bagian kaki nya.


Buuugh


Aaaaaakh


uhuk-uhuk


Amora langsung meninju perut pemanah itu sehingga si pemanah berteriak dan memuntahkan darah nya.


"bodoh! kalau kau ingin mendapatkan biaya pengobatan anak mu seharusnya kau bekerja tidak seperti ini. kau membeli obat untuk anak mu dari hasil membunuh. apa kau tidak pernah berfikir bagaimana jika anak mu di bunuh juga dengan alasan seperti ini. apa kau akan terima?" ucap Amora.


kemudian pemanah tersebut hanya bisa terdiam membeku tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Amora. ia tidak pernah berfikir sampai sejauh itu yang ia pikirkan hanya kesehatan anak nya saja.

__ADS_1


"tidak bisa menjawab bukan? bagaimana jika aku menculik anak mu dan membunuh nya untuk menjual organ-organ tubuh nya?" ucap Amora yang terus saja mengintrogasi pemanah tersebut seperti nya ia memang suka bermain-main dengan para penjahat yang berusaha melukai nya.


"ja jangan. saya mohon jangan lakukan itu biarkan saja saya sendiri yang menanggung nya. jangan melibatkan keluarga ataupun anak saya" ucap pemanah tersebut kembali bersujud di kaki Amora setelah beberapa saat mencoba menatap Amora dalam-dalam.


"baiklah aku tidak akan melibatkan keluarga mu tapi aku tidak akan melepaskan mu begitu saja setelah kau mencoba untuk melukai ku." ucap Amora yang kemudian berdiri dan berbalik lalu wajah nya seperti memberi kode kepada seseorang namun tidak terlihat siapapun di sana.


lalu tiba-tiba terdapat dua pria bertopeng yang langsung menangkap pemanah dan membawanya entah kemana. hanya Amora saja yang tahu.


kemudian Amora berjalan mengelilingi kediaman nya yang terbilang sangat sepi karena sudah malam dan hanya ada 2 atau 3 orang saja yang biasa menjaga kediaman. setelah di amati dengan baik Amora dapat menyimpulkan mengapa pemanah itu dapat mudah untuk menyerang nya. Amora melihat para penjaga yang berjaga daerah kediaman nampak tak sadarkan diri. seperti nya penjaga itu di pukul dari belakang untuk membuat mereka tidak sadarkan diri dan membuat keributan.


"ehmm ada apa? kenapa kau keluar?" tanya Weiwei dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"tidak tadi aku hanya mendengar sesuatu. karena penasaran aku melihat nya dan seperti nya aku salah dengar. sebaiknya kau lanjut tidur saja". ucap Amora

__ADS_1


Weiwei masih mengucek mata nya dan belum tersadar sepenuh nya dari tidur nya. saat bersamaan terlihat Amora berjalan pada meja rias yang ada di kamar. lalu membuka laci bagian tengah pinggir. dan entah sedang melakukan apa di sana Weiwei tidak melihat terlalu jelas.


namun beberapa menit kemudian kamar ini bergetar seperti ada gempa dan banyak benda-benda yang terlihat bergerak sendiri. membuat Weiwei tersentak kaget dan sekaligus bingung dengan apa yang terjadi. kemudian setelah hal itu selesai Amora langsung menarik kembali tangan nya dari laci dan mengunci nya kembali serta menempatkan kunci itu ke tempat semula.


"i-ini ada apa? apa yang terjadi tadi? mengapa ada gempa dan kenapa ruangan ini seperti berubah?" tanya Weiwei yang baru saja tersadar perpindahan benda-benda di kamar membuat kamar ini terlihat berbeda dari sebelumnya.


"kau tahu aku dapat membuat alat-alat yang berbeda dan berguna bukan?" ucap Amora kemudian duduk di samping Weiwei. lalu di jawab anggukan oleh Weiwei


"ya!"


"anggap saja seperti itu saat situasi di sini sangat damai dan tenang seperti tidak akan terjadi sesuatu. membuat ku mengantisipasi bahwa mungkin saja di luar sana ada seseorang yang menceranakan sesuatu yang lebih besar untuk menghancurkan kita. jadi aku membuat supaya ruangan ini di tambah keamanan dengan alat-alat yang aku buat" ucap Amora


kemudian langsung merebahkan tubuh nya di sana serta memejamkan mata mungkin semakin lama berada di sini semakin banyak rintangan yang akan ia hadapi di depan sana. dia tidak bisa membuang buang waktu untuk hal tidak berguna lagi dan harus lebih fokus agar semua masalah dapat terselesaikan. dan menyelidiki lagi semua nya dari awal sebelum petunjuk-petunjuk yang ada hilang.

__ADS_1


...****************...


_To Be Continued_


__ADS_2