
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya di bagian luar rumah pohon Amora, Deon, Alex, dan Weiwei sedang duduk bersama dan menikmati angin sore serta melihat pemandangan di mana matahari terbenam dan menimbulkan cahaya yang mampu menenangkan.
"apa kita akan ke sana lagi sekarang?" tanya Amora pada yang lainnya dengan tanpa mengalihkan tatapannya.
"iya agar semua nya jelas dan tak ada yang perlu di khawatir kan, memangnya kenapa?" ucap Weiwei menimpali ucapan Amora.
"aku masih ingin menikmati hari-hari seperti ini, ini sangat menyenangkan dan membuat ku bisa menghilangkan semua masalah walau hanya sebentar" ucap Amora, ia sangat bahagia dan ingin hari terus seperti ini. Namun waktu terus berputar tidak mungkin ia dapat mempertahankan nya.
"nanti kita bisa berkumpul lagi, sekarang waktu nya kita untuk bersiap-siap" ucap Deon
"baiklah"
Mereka semua bersiap-siap dengan membawa beberapa barang yang akan di bawa ke desa Xanthi dan Taxia untuk kembali melakukan penyelidikan lagi pada malam hari nya. Karena di siang hari mereka hanya mendapatkan tiga puluh persen informasi dan masih banyak yang belum mereka ketahui. Untung saja bukti-bukti yang mereka dapatkan aman dan tak terjadi apa-apa.
mereka berangkat menaiki dua kuda saja, satu kuda akan di naiki dua orang. kuda yang berwarna putih di naiki oleh Deon dan Amora, yang warna kecoklatan akan di naiki oleh Alex dan Weiwei.
"berpegangan Lia, apa kau ingin terjatuh?" ucap Deon meminta Amora berpegangan pada deon.
"aku harus berpegangan pada apa?" tanya Amora karena sebelumnya mereka belum pernah seperti ini, di kehidupan mereka dulu juga mereka selalu menggunakan mobil untuk berpergian.
"seperti ini" Deon menarik kedua tangan Amora dan melingkarkan nya pada perut nya sehingga posisi Amora itu memeluk Deon.
__ADS_1
"eh, kena..."
"sudah turuti saja apa kau tidak ingin berdekatan dengan ku lagi?"
Amora menggeleng di pundak Deon "aku hanya kurang terbiasa, baiklah sebaiknya sekarang kita jalan Alex dan Weiwei sudah jalan duluan"
"jangan di lepas!" perintah Deon dan di jawab anggukan oleh Amora
mereka pun menyusul Alex dan Weiwei yang sudah duluan mendahului mereka berdua. suasana yang ada hanya hening, di antaraereka berdua tidak ada yang bersuara dan fokus pada perjalanan begitu pun dengan yang terjadi pada Alex dan Weiwei. mereka terlihat canggung untuk memulai pembicaraan.
untuk Amora dan Deon mereka sudah terbiasa seperti ini dan menghabiskan waktu berdua dengan suasana yang romantis yang membuat hubungan mereka semakin dekat.
Walau baru beberapa hari mereka bertemu namun sudah terlihat sangat dekat agak sedikit membingungkan bagi Alex dan Weiwei.
"kita akan menyusup diam-diam dengan tidak menimbulkan suara, jadi usahakan untuk tidak membuat suara apapun. Dan tetap WASPADA" ucap Deon yang memegang kendali atas semua.
"kami mengerti" ucap semua nya serentak namun dengan suara yang pelan.
"kita seperti kemarin namun saat mendapatkan sinyal satu sama lain kita akan bertemu dan mengelilingi perbatasan nya, kalian bisa?" ucap Deon kembali memberikan intrupsi dan mengarahkan yang lain agar dapat mengikuti apa yang ia rencanakan.
Deon yang di jawab anggukan oleh semua dengan wajah keseriusan dan sungguh-sungguh.
Detik itu juga mereka berpencar dengan tetap mengandalkan alat komunikasi yang di buat oleh Amora, Deon, Alex dan Weiwei di rumah pohon. semuanya di kelompokkan nya jadi setiap orang berpasang-pasangan. seperti biasa Amora akan berkelompok dengan Deon, dan Alex dengan Weiwei.
__ADS_1
Amora berjalan dengan menggenggam tangan Deon dan sedikit mencengkram nya, meskipun dulu sering membunuh banyak musuh namun dia belum pernah seperti ini karena jika ada di wilayah selain pemukiman atau perkotaan maka ia akan menugaskan orang yang mengurus nya.
"tidak usah takut ada aku, di sini. Bukankah kau juga sudah terbiasa membunuh seseorang" ucap Deon meyakinkan Amora namun kalimat akhirnya sedikit membuat Amora terkejut.
"bagaimana bisa ...?" tanya Amora penasaran karena dia tak pernah sekalipun memberitahu kan identitas nya di dunia bawah di kehidupan mereka sebelumnya.
"nanti akan aku ceritakan bagaimana aku bisa tahu, sekarang kita harus fokus" ucap Deon
Sejauh ini tidak ada apapun yang terjadi entah di desa Xanthi dan Taxia semua nya seperti desa pada umum nya bahkan di dalam gua atau sungai pun tak ada yang aneh dan terlihat normal. Satu-satunya tempat yang belum mereka pastikan adalah daerah perbatasan. Setelah memberikan sinyal pada yang lainnya Deon dan Amora pun mendekat ke perbatasan tersebut dengan hati-hati.
Terdengar suara dari arah sana membuat mereka keheranan. mereka saling tatap seakan-akan bertanya satu sama lain.
suara apa itu?
apa mungkin 'MEREKA' ada di sana?
apa mereka sedang melakukan ritual atau semacamnya?
entahlah tapi mereka mencoba memberanikan diri untuk semakin dekat hingga...
...****************...
_To Be Continued_
__ADS_1