
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"apa kau sudah pernah ke sana untuk melihat nya?" tanya Amora lagi memang sedikit aneh.
"tidak sebelum kau memberikan tugas aku akan tetap berjaga di sini" ucap Alex
"apakah pihak istana sudah menyelidiki nya? lalu apakah di sana juga tidak ada penjaga dari pihak istana?" tanya Amora lagi mungkin di kekaisaran selatan tidak akan terjadi masalah, namun jika tidak di telusuri lagi takutnya bahaya akan datang secara tiba-tiba di saat semua orang belum sial menghadapi nya.
Amora mengetuk-ngetuk kan jari tangan nya di atas meja kayu itu sambil berfikir apakah dia juga harus turun langsung ke sana.
"selain sunyi apa yang ada di desa itu? maksud ku bagaimana kondisi lingkungan daerah desa" ucap Amora jika lingkungan nya juga mengalami keanehan sebaiknya dia juga harus ikut untuk melihat nya.
"dari laporan yang aku dapat lingkungan di sana sangat bersih tidak ada sampah sedikit pun bahkan daun-daun pun tidak ada. Terdapat banyak pohon yang tinggi, di perbatasan kedua desa itu ada beberapa pohon besar yang membentuk lingkaran. Tapi di tengah pohon-pohon besar itu seperti ada yang aneh katanya mereka merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya dan saat kaki mereka tepat berada di titik tengah, mereka mendengar suara seperti di sana ada banyak orang tapi tidak ada siapapun di sana. Selain di sana ada satu danau yang terhubung dengan air terjun di sana namun belum ada yang menyelidiki air terjun itu" ucap Alex yang memberikan penjelasan lagi dari beberapa orang yang di tugaskan ke sana .
"mungkin aku juga akan melihat ke sana, tapi kita jangan ke sana dengan tangan kosong saja harus ada persiapan agar tidak terjadi hal-hal yang membuat kita celaka. Seperti nya desa ini sangat aneh, lalu sebelum terjadi satu bulan terakhir ini desa itu masih seperti ini?" ucap Amora ia harus punya informasi lebih banyak lagi dari ini untuk memastikan nya namun jika mengandalkan orang lain seperti nya tidak cukup.
"tidak, sebelum nya desa itu sama seperti desa pada umumnya tidak ada hal yang mencolok dari segi apapun yang berkaitan dengan desa itu"
"baiklah persiapkan saja semuanya 2 hari lagi kita akan berangkat" ucap Amora.
__ADS_1
"baik !"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah memastikan persiapan-persiapan yang akan di bawa untuk pergi 2 hari lagi Amora langsung pulang, hari sudah gelap itu artinya ia di sana sampai malam hari. Masih ada sebagian pelayan yang bekerja di istana dan sebagian nya lagi sudah istirahat. Saat Amora bertanya di mana Kaisar Wei dan yang lainnya mereka mengatakan bahwa Kaisar Wei dan yang lainnya berada di danau kediaman Putri Mahkota. Amora pun menuju danau itu.
"Amora kau dari mana saja? kenapa baru pulang malam-malam begini?" tanya Putra Mahkota Marcellino baru saja sampai di sana Amora sudah di cerca pertanyaan dari kakak pertama nya.
"aku hanya menemui teman ku. Tadi temanku bercerita banyak makanya sampai malam" ucap Amora
"ya sudah mari duduk lah. apa kau sudah makan malam?" tanya Kaisar Wei.
"memangnya siapa teman mu? aku baru tahu kau mempunyai teman di luar" ucap Pangeran Ian.
"tentu saja aku punya, teman ku itu memang jarang bertemu dengan ku namun kita tetap berkomunikasi" ucap Amora laku memejamkan mata sebentar menikmati angin malam yang mulai dingin.
"oh ya, ayah aku ingin pergi beberapa Minggu karena ada masalah yang harus aku urus" ucap Amora yang meminta izin untuk di perbolehkan pergi.
"memang nya kau akan pergi kemana? kenapa lama sekali? dan dengan siapa kau akan pergi?" tanya Kaisar Wei
__ADS_1
"ke suatu tempat agak jauh dari sini. Masalahnya sedikit rumit jadi aku butuh beberapa waktu mungkin aku akan mengajak Weiwei ikut bersamaku" ucap Amora.
"boleh ya, aku janji akan secepatnya kembali dan pulang dengan selamat" ucap Amora yang memohon pada Kaisar Wei.
"Tidak!" ucap Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian bersamaan.
Amora pun menoleh ke arah kedua kakak nya dan bertanya "kenapa?"
"kau dan Weiwei seorang perempuan tidak baik berpergian, meskipun kalian kuat tetap harus ada yang mendampingi" ucap Pangeran Ian dan di setujui oleh Putra Mahkota Marcellino dan Kaisar Wei.
"aku akan mengajak temanku nanti agar mendampingin kami berdua. Boleh ya aku akan berusaha untuk pulang sesegera mungkin" ucap Amora yang membujuk Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian.
"sudah biarkan saja adik kalian pergi dia sangat jarang keluar rumah. Hanya di daerah istana saja, jika kalian mau kalian bisa ikut" ucap Kaisar Wei.
"baiklah kami akan ikut denganmu"
"tidak usah, lagipula aku ke sana menaiki kuda kalian pasti tidak akan nyaman, dan juga aku harus membereskan sebuah masalah yang cukup rumit aku ingin mencoba belajar menyelesaikan masalah ku sendiri"
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_