
"memang nya untuk apa bukti itu?"tanya Alex lagi
"untuk ku perlihatkan ke semua orang agar mata mereka terbuka. sudah jangan banyak tanya lagi lakukan saja atau kau tidak mau melakukan nya?" ucap Amora dengan mata memicing menatap Alex.
"tidak, tidak, tidak usah aku saja"ucap Alex menggeleng cepat.
"baiklah aku pergi" sambung Alex
"yah silahkan"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
keesokan hari nya seperti biasa Amora baru saja selesai berolahraga seperti biasa ia tidak ingin memiliki tubuh yang lemah meskipun dia sudah hidup dengan tubuh ini selama satu bulan lebih namun belum bisa menyesuaikan nya sepenuh nya, hari hari nya ia lewati dengan damai entah mengapa bisa seperti itu Amora pun tidak tau dia hanya merasa aneh mengapa ibu dan kakak tiri nya itu tidak pernah menampakkan diri lagi seperti sebelum-sebelumnya tapi ia urungkan untuk mencari tau karena sifat malas nya yang selalu datang dulu saat di kehidupan sebelum nya ia selalu sibuk akan banyak hal sehingga selalu lelah sedang kan di sini ia bisa berbuat apa saja karena tidak ada yang penting. ia sudah mendapat kan tempat untuk membuat usaha nya dan sedang berfikir makanan apa yang bisa ia dapat kan dari bahan bahan yang ada di sini karena di sini bahan bahan untuk memasak tidak selengkap di sana jadi dia memilih menu yang simpel saja.
"Weiwei aku akan pergi lagi ke markas karena ingin menemui Alex untuk mendiskusikan sesuatu. kau mau ikut denganku? atau berjaga di sini?" ucap Amora
"aku di sini saja nona"
__ADS_1
"kau yakin tidak mau ikut?" tanya Amora
"yah saya sangat yakin"
"baiklah terserah diri mu saja. dan ini jika terjadi sesuatu apapun itu hubungi aku menggunakan ini kau hanya perlu menekan tombol nya dan berbicara tentang apa yang ingin kau sampai kan. mengerti?" uca Amora memberikan alat komunikasi jarak jauh yang bisa agar dapat lebih mudah berhubungan.
setelah itu Amora pun langsung pergi menuju markas White Fox dia ingin melihat perkembangan tentang usaha baru nya.
"Alex apa tempat nya sudah siap sesuai dengan keinginan ku?" tanya Amora yang baru sampai di ruang pribadi nya dan memanggil Alex.
"tempat nya sudah siap Queen. sesuai dengan keinginan Queen. tempat ini memiliki 3 lantai. lantai pertama untuk pengunjung biasa yang berada di kalangan biasa dan menu nya juga menu-menu yang simpel. lantai ke-dua tempat para bangsawan yang lebih mewah dan nyaman dan terdapat menu-menu spesial yang telah Queen rencana kan. lalu lantai ke-tiga adalah ruangan Queen sendiri dan di dalam juga terdapat tempat khusus untuk menyimpan data perkembangan restoran" ucap Alex panjang lebar.
"baik apakah kau sudah menemukan orang yang cocok untuk memasak menu menu ini yang nanti rasa nya sesuai?"
"saya sudah mencatat beberapa nama saat saya melakukan percobaan rasa mereka sama-sama mudah memahami sesuatu dengan mengamati nya sehingga kita tidak terlalu merasa repot dan masakan mereka juga sesuai walau tidak menyamai rasa masakan Queen hanya beberapa orang ini yang hampir dalat menyamai masakan Queen" ucap Alex
"baik kau cari tahu asal-usul dan kehidupan mereka dan laporkan padaku. aku sendiri yang akan menentukan siapa saja yang dapat bekerja di sana. lalu bagian dekorasi dan keamanan nya?"
__ADS_1
" untuk itu ..."
Alex dan Amora terus berbincang tentang restoran yang akan Amora bangun dengan menu makanan yang asing bagi Alex hingga tak terasa hari sudah mulai sore.
"urusan restoran cukup sampai sini saja besok aku akan datang lagi. lalu bagaimana dengan bukti yang sudah aku tugaskan pada mu?" tanya Amora ia hampir lupa menanyakan itu.
"untuk itu aku sudah menugaskan beberapa orang untuk ikut denganku mencari bukti tersebut namun sedikit susah karena mereka menyimpan dengan rapi dan mereka juga jarang keluar dari kediaman nya" jawab Alex
"baiklah tidak masalah usahakan kau mendapatkan keseluruhan nya lalu berikan padaku jika kau sudah mendapatkan sesuatu sekecil apapun"
"baik Queen"
"ya sudah aku pergi dulu lanjut kan kerja mu biar aku yang mengurus markas ini sementara waktu agar kau bisa lebih leluasa mencari bukti tersebut"
"baik Queen"
setelah mengecek markas luar dalam dan semua nya baik baik saja berjalan dengan lancar dan melihat beberapa berkas yang isi nya data-data markas yang belum sempat ia cek. Amora pun mengerjakan nya dengan cepat karena sangat mudah kemudian ia langsung pergi untuk pulang ke kediaman nya dan melihat pergerakan selir Riu dan putri Raina. ia sudah membuat alat alat seperti perekam suara, kamera, dan alat-alat lain nya untuk di letakkan di kediaman selir Riu dan putri Raina.
__ADS_1
"huh! sungguh melelahkan disini aku sendirian tak punya apa-apa semua nya aku lakukan harus dengan usaha ku sendiri" ucap Amora dengan memejamkan mata nya.