
kemudian Amora dan Weiwei pun langsung pergi meninggalkan markas White Fox tetapi saat melewati pasar Amora menyempatkan diri untuk membeli pakaian yang cocok untuk hari esok dan membelikan juga pakaian untuk Weiwei karena dia selalu menolak saat Amora memintanya untuk memakai nya dengan alasan 'itu terlalu mewah untuk ku aku hanya pelayan biasa' yah begitulah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hari pun berlalu kini semua orang tengah disibukkan oleh berbagai macam untuk perayaan ulang tahun kaisar Wei. dari hari masih gelap gulita semua nya telah di persiapkan hingga pada pagi hari pun semua nya telah selesai dan siap untuk perayaan. beberapa orang sudah mulai berdatangan para penghuni istana pun sudah mulai siap untuk memulai perayaan. sementara itu di tempat lain ....
"ibu aku sudah cantik bukan?" tanya putri Raina sambil memutar-mutar kan tubuh nya di depan cermin ia ingin terlihat yang paling istimewa dari semua nya termasuk Amora.
"kau dari awal memang sudah cantik sayang, tidak ada yang menandingi kecantikan mu apalagi si ja*lang kecil itu. kau adalah putri ibu yang paling sempurna" ucap selir Riu dengan tersenyum tipis.
"itu sudah pasti di saat pesta nanti aku akan mempermalukan nya di depan semua orang agar ia tidak besar kepala hanya karena kejadian kemarin dia pikir di siapa heh!" ucap putri Raina dengan tertawa sinis dia tidak tau saja bahwa orang yang ingin di permalukan nya lebih unggul apa pun dari dia memang tidak tau diri.
...****************...
di aula pesta semua nya sudah berkumpul tinggal menunggu kedatangan anggota kekaisaran dan acara nya di mulai. tak berapa lama Kasim pun berteriak.
"KAISAR WEI, SELIR RIU, PUTRA MAHKOTA MARCHELINO, PANGERAN IAN, DAN PUTRI RAINA. MEMASUKI AULA?!" teriak Kasim Gao.
sontak semua nya pun melihat ke arah pintu terdapat pria yang berumur sekitar 40 tahun dengan aura ketegasan yang kental yaitu kaisar Wei, lalu di sisi kiri nya ada wanita yang lumayan cantik tersenyum ramah namun bagi yang melihat nya secara detail senyuman nya seperti di paksakan dia adalah selir Riu, kemudian di sisi kanan nya terdapat pria dewasa yang memiliki tampang dan aura ketegasan yang hampir menyerupai kaisar Wei yaitu putra mahkota Marchelino, di belakang nya ada seorang gadis cantik yang sudah di pastikan ia adalah putri Raina dan di samping nya pangeran Ian.
__ADS_1
mereka pun berjalan beriringan menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di aula tersebut.
"Zhen berterima kasih kepada semua yang telah hadir dalam acara ulang tahun Zhen kali ini. semoga acara hari ini dapat berjalan dengan lancar seperti yang kita harapkan. dan -"
"Braak"
"hello everyone good morning today" ucap seorang gadis memakai cadar yah siapa lagi kalau bukan Amora dengan menendang pintu aula.
semua orang pun terkejut dengan kedatangan Amora apa lagi ia menendang pintu dengan sangat kuat itu membuat semua orang berbisik-bisik.
"putri apakah kau belum pernah di ajarkan tata krama sebelum nya. kau sangat tidak sopan bukan hanya membuat keributan tapi juga menyela ucapan yang mulia kaisar!!" ucap putra mahkota Marchelino dengan geram sekaligus aneh. apalagi Amora bersikap sangat bar-bar padahal dulu putri Moralysya sangat pendiam dan menutup diri.
"aku tidak sepenuh nya bersalah kan? lagi pula aku terlalu bersemangat untuk menghadiri acara ini seperti nya menyenangkan ini bukan masalah besar bukan begitu kaisar Wei?" ucap Amora dengan santai.
"a-ah baik lah ini bukan masalah besar jadi mari kita lupakan sekarang kita mulai pestanya" ucap kaisar Wei kemudian acara pun di mulai tidak memperdulikan keributan lagi meski ada beberapa yang membicarakan nya.
kini saat nya pemberian hadiah kepada kaisar Wei. semua nya pun memberikan hadiah yang di bawa masing-masing orang dan sekarang giliran anggota kerajaan yang memberikan hadiah.
"ayah kaisar, ini hadiah dari ku semoga ayah kaisar dapat menerima hadiah sederhana ku ini" ucap putri Raina dengan sedikit tersenyum. kemudian kaisar Wei pun membuka nya dan melihat dan tersenyum bahagia ia melihat syal yang di sulam dengan beberapa motif indah dan bahan dengan kualitas tinggi.
__ADS_1
"ini sangat bagus aku sangat menyukai nya saat musim dingin nanti pasti akan aku pasti akan memakai nya." ucap kaisar Wei dengan tersenyum lembut.
"ayah kaisar terlalu berlebihan hadiah ku hanya hadiah sederhana tidak lebih baik dengan hadiah kakak putri mahkota" ucap putri Raina dengan senyum sinis dan mata nya menatap Amora dan yang lain pun mengikuti menatap Amora sedang kan Amora masih tetap santai ia tahu bahwa sekarang ia sedang ingin di permalukan.
"ah kau terlalu berlebihan adik manis hadiah ku tidak mewah dan cantik seperti mu tapi itupun jika kaisar ingin menerima nya" ucap Amora heh mau bikin gue malu jangan terlalu banyak mimpi.
kemudian Amora berjalan menghampiri kaisar Wei dan menyerahkan hadiah tersebut.
lalu kaisar pun membuka nya perlahan sedangkan selir Riu dan putri Raina diam diam tersenyum.
"kau serius memberikan aku pedang ini?" ucap kaisar Wei ia terkejut ini adalah pedang yang sangat di inginkan oleh semua orang termasuk kaisar sendiri. memang beberapa pedang buatan Amora yang di White Fox di perlihatkan ke semua orang.
"yah tentu saja aku serius kalau kaisar tidak menyukai nya aku bisa membuang nya saja" ucap Amora dengan santai.
"tidak! aku sangat menyukai nya ini pedang yang sangat di inginkan banyak orang dan ini pedang yang sama dengan kelompok White Fox pernah perlihatkan!! darimana kau mendapatkan nya?" ucap kaisar Wei yang membuat semua orang terkejut mendengar ucapan kaisar karena tidak ada yang bisa membeli pedang tersebut entah bangsawan bahkan orang-orang kerajaan pun tidak bisa memiliki nya karena memang tidak di jual berapa pun harga nya.
"ah kaisar tidak usah terkejut seperti itu ini hanya pedang sederhana yang aku buat kebetulan aku pernah bertemu dengan pemimpin nya dan berteman dengan nya" ucap Amora. kaisar dan yang lain pun kagum bahkan mereka semua termasuk kaisar sendiri tidak pernah bertemu dan melihat siapa pemimpin kelompok White Fox karena sangat di jaga ketat oleh orang-orang white fox.
...****************...
__ADS_1
terimakasih untuk yang sudah mampir dan membaca novel ku dan maaf karena mungkin cerita nya kurang nyambung.