Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 38


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"aku benci mereka aku sangat ingin melihat mereka hancur dan merasakan apa yang selama ini aku rasakan. aku ingin mereka tahu bagaimana rasa nya di kucilkan, di rendahkan, di hina, di perlakukan tidak adil oleh orang-orang yang kita sayangi. bahkan harus selalu menerima hukuman yang bahkan sama sekali tidak aku lakukan. aku sangat ingin mereka merasakan itu semua. agar mereka sadar semua kesalahan mereka saat ini. aku akan sangat bahagia jika itu tiba" ucap Amora yang di mata nya terdapat amarah, kebencian, dan kekecewaan dalam sekaligus.


Weiwei yang melihat itu juga bingung harus bagaimana. ia sangat ingin melihat Amora bahagia. tapi ia juga ingin jika Amora dan keluarga nya dapat menjadi keluarga yang harmonis yang selama ini putri mahkota Mora inginkan. ia juga sedih melihat kehidupan putri mahkota Mora yang selalu di penuhi dengan kesedihan dan kesengsaraan. hanya karena harus menjadi korban dari keserakahan, iri, dan dengki dari selir Riu dan putri Raina. padahal putri mahkota Mora hanyalah anak yang tidak tahu apa-apa dan tak pernah melakukan kesalahan apapun.


"apa adik akan benar-benar bahagia jika itu terjadi?" tanya Weiwei yang sebenarnya ia juga bingung harus memberikan Amora pendapat seperti apa.


"entah lah sebagian besar dalam diri ku ingin melakukan hal tersebut agar aku dapat merasa puas. namun sebagian kecil nya lagi ingin agar aku memaafkan dan mencoba untuk melupakan masa lalu" ucap Amora.


"aku tidak tahu harus memberikan pendapat apa. aku hanya ingin kau lakukan apa yang hati mu inginkan dan membuat mu merasa lega dan tak ada yang membuat mu merasakan kesenangan yang selalu kau ingin kan" ucap Weiwei yang memberikan dukungan pada Amora untuk apapun yang Amora lakukan.


"terimakasih telah bersedia menjadi kakak ku dan menemani ku setiap saat ku butuhkan" ucap Amora yang tersenyum pada Weiwei yang telah banyak berkorban demi putri mahkota Mora.


"aku akan selalu ada di sisi mu. apapun yang terjadi aku akan selalu setia dan sudah berjanji untuk mengabdi pada mu seumur hidup ku" ucap Weiwei yang juga membalas senyuman Amora dengan tersenyum juga.

__ADS_1


"sudah! ini sudah hampir masuk jam makan siang. bagaimana kalau kita keluar kerajaan untuk mencoba mencicipi makanan di luar sana." ucap Amora yang menghentikan pembicaraan tentang pembahasan nya dan mengajak Weiwei untuk makan siang di luar kerajaan.


"baiklah seperti nya itu ide bagus. tapi kita perlu meminta izin kepada kaisar Wei terlebih dahulu" ucap Weiwei.


"tidak perlu terlalu merepotkan lebih baik kita menyelinap saja sekaligus mengajak Alex juga." ucap Amora


"baiklah terserah diri mu saja" ucap Weiwei yang mengikuti apa saja keputusan Amora.


...----------------...


kaisar Wei yang mendengar keributan merasa terganggu karena ia ingin menyendiri dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun tanpa terkecuali. sehingga keributan yang terjadi kali ini membuat nya geram.


*ceklek


suara kenop pintu yang terbuka oleh seseorang dari dalam.

__ADS_1


"ada apa ribut-ribut di sini?" tanya kaisar Wei dengan nada dingin dan kesal juga karena terganggu dengan suara ribut yang terjadi di luar ruangan nya.


"yang mulia …" ucap selir Riu yang adalah wanita yang membuat keributan di luar ruangan kerja kaisar Wei.


"kenapa kau membuat keributan selir Riu?" tanya kaisar Wei.


"yang mulia aku ingin meminta penjelasan mu. mengapa putri ku harus mendapat hukuman dia tidak melakukan kesalahan apapun" ucap selir Riu.


yah ia baru tahu kejadian ini kemarin malam karena saat kejadian ia sedang tidak ada di kerajaan. dan ada urusan di luar. entah apa yang ia lakukan di luar. mungkin hanya diri nya saja yang mengetahui karena putri nya sendiri juga tidak di beritahu oleh nya.


"apa kau membuat keributan hanya untuk ini. kau sungguh membuang waktu ku hanya untuk hal-hal yang berguna" ucap kaisar Wei yang menatap tajam pada selir Riu karena telah mengganggu kesendirian nya hanya karena hal yang menurut nya tidak penting dan sudah jelas.


"yang mulia ini sangat penting untuk ku. aku tidak reka jika putri ku harus mendapat hukuman hanya karena ia tidak sengaja menampar putri mahkota. mungkin saja saat itu putri mahkota berniat untuk menyakiti putri ku dan putri ku hanya melindungi diri nya sendiri" ucap selir Riu yang tetap ingin berbicara kepada kaisar Wei dan menambah rasa kekesalan dalam diri kaisar Wei sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2