
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mereka berdua pun sampai di ruangan pribadi milik kaisar Wei. di dalam sana terlihat kaisar Wei yang terbaring lemah tidak berdaya dengan kondisi tubuh yang kurus dan memprihatinkan.
"ly'er ... ly'er tolong maafkan ayah nak!" lirih kaisar Wei dengan mata terpejam dan raut wajah yang gelisah tidak tenang. entahlah tidak ada yang tahu apa yang sedang ada di dalam pikiran kaisar Wei sehingga saat ia istirahat pun masih menyebutkan nama putri nya yang dulu ia buang dan kucilkan.
"lihat lah kondisi ayah adik. dia sangat menderita dan kondisi nya memprihatinkan ayah selalu saja menyebut kan nama mu. ia sangat membutuhkan mu jadi aku mohon tolonglah ayah kali ini walaupun selama ini ayah memperlakukan mu tidak adil tapi aku mohon kali ini bantu ayah dulu" ucap putra mahkota Marchelino yang memelas memohon pada Amora.
Amora pun berjalan mendekat kepada kaisar Wei walaupun sebenarnya ia malas tapi ini semua adalah permohonan dari pemilik tubuh yang sekarang sedang ia tempati.
"ly'er ... kau datang nak!" seru kaisar Wei yang tersenyum merekah di bibir nya yang pucat pasi. dia sangat senang melihat Amora datang menemui nya dan hendak bangun.
"tidurlah lagi! anda sedang sakit akan merepotkan banyak orang jika anda tambah sakit. saya menemui anda karena saya masih mempunyai hati untuk tidak mementingkan ego saya. karena saya juga tidak tega melihat kondisi anda yang seperti ini" ucap Amora masih dengan nada dingin.
membuat kaisar Wei pun kembali berbaring di tempat tidur nya dan menatap Amora dengan tatapan sendu dan kekecewaan. ia pikir putri nya ini datang karena mau memaafkan diri nya.
__ADS_1
"tidak perlu bersedih seperti itu. jika perkataan ku ada yang menyinggung perasaan mu maka tidak usah ambil ke hati. anggap saja angin lalu. aku orangnya suka becanda namun kebanyakan candaan ku sesuai kenyataan jadi maklumi saaja sikap ku" ucap Amora yang mengganti kata 'saya' dengan kata 'aku'.
"tidak apa-apa, aku mengerti" ucap kaisar Wei dengan tersenyum tipis dan nada lirih.
"mengerti apa?" tanya Amora
kaisar Wei sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan Amora kali ini. "me .. meng-"
"tidak usah di jawab. sekarang bolehkah aku yang sampah rendahan ini memeriksa tubuh yang mulia kaisar. mungkin aku dapat sedikit membantu" ucap Amora yang meminta izin kepada kaisar Wei. kaisar Wei pun mengangguk senang, walau tidak memanggil kaisar dengan kata 'ayah' namun kaisar Wei senang karena diri nya di perhatikan oleh Amora.
"sejak kapan kaisar sakit?" tanya Amora yang mencoba berbasa-basi sekaligus mendapatkan informasi.
"jika dari permulaan sakit maka itu sekitar 2 Minggu yang lalu" ucap kaisar Wei. "oh, lalu apa yang kaisar makan selama 2 Minggu itu?" tanya Amora yang seperti seorang dokter memeriksa kan kondisi pasien nya.
"aku hanya makan makanan dari istana seperti biasa namun belakangan ini porsi makanan nya sedikit bertambah dan alat makan nya pun berbeda. apa itu juga berpengaruh?" ucap kaisar Wei memberikan keterangan pada Amora.
__ADS_1
"aku belum biasa menyimpulkan nya dengan pasti. apa aku juga di perbolehkan untuk memeriksa makanan yang sellau kaisar makan" ucap Amora.
"ya silahkan apapun itu kau bisa melakukan nya" ucap kaisar Wei.
Amora pun berdiri dan memeriksa makanan yang selalu di konsumsi kaisar Wei. ia tidak melihat ada hal aneh, dan juga tidak tercium apapun selain bau bumbu masakan. namun saat memeriksa nya ia melihat pelayan tersebut agak cemas dan sedikit gugup membuat Amora curiga ia yakin bahwa yang kaisar alami kali ini ada unsur kesengajaan. pasti ada seseorang di balik semua ini yang mengharapkan kaisar Wei sakit atau mungkin meninggal. tapi ia harus benar-benar menyelidiki nya.
kemudian Amora pun berdiri lagi namun tidak sengaja mata nya menangkap sesuatu di balik gaun pelayan tersebut seperti sebuah bungkusan. namun Amora tidak tahu apa yang ada di dalam bungkusan tersebut.
"bagaimana apakah kau menemukan sesuatu dan menjelaskan apa penyebab penyakit yang aku alami. apakah ini murni atau ada unsur kesengajaan?" ucap kaisar Wei.
"aku tidak bisa memastikan nya sekarang. namun aku akan berusaha mencari tahu. bagaimana jika sebaiknya kaisar memakan makanan yang aku masak saja. aku ingin menilai apa saja yang di rasakan kaisar jika memakan makanan yang berbeda namun dengan jenis sama" ucap Amora yang memberikan usul pada kaisar Wei.
...****************...
_To Be Continued_
__ADS_1