
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"sekarang mungkin waktu yang tepat untuk aku memberitahu kan nya pada kalian. Karena bukan aku orang yang seharusnya kalian berikan kasih sayang, dia sudah pergi jauh menuju kebahagiaan nya di sana" ucap Amora lalu melihat langit biru sore yang cerah.
"maksud nya? bisakah kau menjelaskan nya lebih jelas lagi kami masih belum paham"
"aku bukan Putri Mahkota Mora yang sesungguhnya" ucap Amora dan langsung membuat mereka terdiam kaku entah apa yang mereka pikirkan ketika mendengar kata-kata itu.
"ayolah kau jangan bercanda seperti ini. Kami serius ingin minta maaf dengan sungguh-sungguh" ucap Pangeran Ian.
"kalian tidak percaya?" tanya Amora.
ke-tiga nya menggeleng tanda bahwa mereka tidak percaya dengan ucapan yang Amora ucapkan.
__ADS_1
"apa kalian tidak pernah bertanya kenapa sikap ku berubah sampai saat ini? aku bukan lagi seperti Putri Mahkota Mora yang lembut, lemah, dan hanya bisa menangis. Ya itu karena aku memang bukan diri nya" ucap Amora sedetik kemudian langsung mengubah wajah nya ke ekspresi yang datar dan dingin.
"itu tidak mungkin jelas-jelas kau ada di hadapan kami. Wajah dan tubuh mu tidak berubah dan tetap kami ketahui bahwa itu diri mu. Jika kau memang tidak ingin memaafkan kami tidak apa-apa, kami tahu kesalahan kami besar tapi tidak dengan cara membuat cerita bohong untuk membuat kami berhenti meminta maaf pada mu" ucap Putra Mahkota Marcellino, ia seperti nya salah mengartikan maksud dari ucapan Amora dan malah beranggapan bahwa Amora tidak mau memaafkan mereka.
"tubuh ini memang tubuh Putri Mahkota Mora namun jiwa nya berbeda, jiwa yang sekarang bukan jiwa Putri Mahkota Mora. Aku hanya orang asing yang jiwa nya tertarik pada tubuh ini membuat jiwa ku menempati tubuh Putri Mahkota Mora yang asli" ucap Amora yang tetap sabar menjelaskan kepada mereka walaupun tahu bahwa jika hanya ucapan saja tidak mungkin membuat mereka percaya pada ucapan nya yang terdengar seperti dongeng bagi mereka.
"tidak ... tidak mungkin. kau pasti hanya ber-" ucapan Kaisar Wei terhenti saat mendengar suara seorang perempuan yang sangat ia kenali dengan munculnya seorang gadis cantik yang berambut panjang kecoklatan namun tubuh nya terlihat sedikit transparan.
"dia benar" ucap gadis itu secara tiba-tiba memotong ucapan Kaisar Wei.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga dengan penuh kebingungan dan menatap Amora dengan jiwa Putri Mahkota Mora secara bergantian, dan bingung harus mengatakan apa.
jiwa Putri Mahkota Mora pun tersenyum melihat kebingungan mereka dan berjalan mendekat "dia memang bukan Putri Mahkota Mora, dia hanya sebuah jiwa dari masa depan yang menempati tubuh ku. Tubuhnya memang diri ku tapi dia bukan aku" ucap Putri Mahkota Mora.
__ADS_1
Mereka bertiga hanya diam seperti orang bodoh yang masih dengan ekspresi terkejut di wajah nya. "apa maksud nya ini? bagaiman bisa seperti itu" ucap Putra Mahkota Marcellino ia juga bingung harus percaya atau tidak dengan semua ini tapi yang di hadapan nya memang benar-benar terjadi.
"aku lah Putri Mahkota Mora yang asli, aku juga yang selama ini selalu kalian abaikan, yang selalu kalian sakiti, yang selalu kalian lukai hati nya. Tapi meski begitu aku tetap akan menyayangi kalian sebagai keluarga ku dan tidak ada kebencian di hati ku" ucap Putri Mahkota Mora dengan senyuman manis nya.
"apa ini benar? kau benar-benar putri ku?" tanya Kaisar Wei dengan mata berkaca-kaca entah apa yang sekarang hati nya rasakan ia pun bingung untuk mengatakan nya.
"tentu saja, itupun jika memang ayah menganggap ku sebagai putri ayah" ucap Putri Mahkota Mora yang langsung menohok hati Kaisar Wei yang membuatnya merasakan sesak dan susah untuk bernafas.
Kaisar Wei pun langsung mendekati jiwa putri nya dan bersimpuh di kaki nya dengan air mata yang mengalir membasahi pipi nya.
"maafkan ayah, tolong maafkan semua kesalahan ayah, ayah tahu dan ayah sadar kesalahan ayah sangat banyak dan mungkin kau tidak ingin memaafkan ayah dan membenci ayah mu ini. ayah memang ayah terburuk dan tidak pantas di sebut ayah. tapi ayah mohon kali ini maafkan kesalahan ayah" ucap Kaisar Wei yang menangis bersimpuh di kaki Putri Mahkota Mora.
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_