
"kenapa Queen memanggil ku?"
"tidak aku hanya ingin bertanya lagi sudah sejauh mana kau mendapatkan nya?" tanya Amora
"A .. soal itu aku baru mendapatkan bukti perselingkuhan nya" ucap Alex
"lalu tentang pembunuhan nya bagaimana?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"emm, itu seperti nya mereka benar-benar menyembunyikan nya dengan sangat rapi karena susah untuk di lacak" ucap Alex dengan suara pelan walau baru beberapa hari ia menjalankan tugas itu namun ia selalu gagal dan kehilangan jejak untuk menemukan bukti tersebut sehingga ia hampir putus asa.
"baiklah. tidak masalah ini masih beberapa hari kau mencarinya masih banyak waktu tidak usah seperti itu wajah mu kau terlihat semakin jelek jika seperti itu" ucap Amora dengan merapikan berkas-berkas yang sudah ia periksa.
"bagaimana kalau kau ikut dengan ku dan Weiwei. kau dapat menyamar menjadi pihak selir Riu dan putri Raina dengan begitu kau lebih cepat untuk menemukan bukti tersebut bahkan mungkin saja kau akaan mendapatkan informasi. bagaimana?" tanya Amora
"baiklah bagus juga lagi pula di sini semuanya aman-aman saja. jadi aku bisa keluar dan mencari suasana baru di luar sana" jawab Alex sambil melirik sekilas Weiwei dan kembali menatap Amora. sedangkan Weiwei ia terus saja melihat dan mendengar percakapan mereka berdua.
"yah lebih baik kau menjadi keamanan dan prajurit untuk mengantarkan mereka jika keluar" ucap Amora
__ADS_1
"lalu bagaimana cara nya aku masuk ke sana tanpa di curigai?" tanya Alex
"tentang itu biar aku saja yang urus kau cukup melakukan perintah yang aku ucapkan dan turuti kemauan mereka agar seolah-olah kau juga bagian dari mereka" ucap Amora
"kalau mereka menyuruh ku untuk membunuh mu bagiaman?" tanya Alex
"jadi ....."
mereka pun terus berdiskusi tentang rencana yang akan mereka lakukan di sana walau Amora sudah menaruh penyadap yang ia buat di sana namun itu saja masih belum cukup ia harus menyelesaikan tugas nya yang membuat ia akhirnya berada di tempat yang tak pernah terpikirkan oleh Amora sendiri.
matahari terus bergerak hari sudah sore mereka bertiga sudah menyiapkan apa yang mereka butuhkan. dan mereka pun akhirnya berpisah, Amora dan Weiwei kembali kekediaman Amora.
"kenapa kalian berkumpul di sini?" tanya Amora alis mengkerut.
semua nya pun melihat ke arah Amora dan menatap Amora.
"darimana saja kau seharian ini?" tanya kaisar Wei dengan tatapan penuh selidik.
"aku pergi kemana juga bukan urusan mu yang mulia"
__ADS_1
"seharusnya kau meminta izin atau menyampaikan sesuatu padaku karena setiap orang yang keluar masuk istana harus izin pada ku"
"seperti nya karena usia mu kau lupa dengan apa yang pernah kau ucapkan 10 tahun yang lalu"
"apa maksud mu" ucap kaisar Wei dengan alis mengkerut bingung
"jika tidak ada urusan dengan orang luar meski kau anak kandungku anggap saja kita orang asing karena aku tidak sudi memiliki anak seperti mu" ucap Amora dengan nada dingin dan datar.
ucapan Amora barusan berhasil membuat kaisar Wei terdiam hati nya seakan di tusuk ribuan belati tajam dada nya sesak entah kenapa ada rasa penyesalan dalam diri kaisar Wei saat dirinya mengingat kata-kata yang pernah di lontarkan dari mulut nya sendiri.
"kenapa? sekarang kau ingat? aku tidak perlu meminta izin pada mu karena kau hanya orang asing bagi ku" ucap Amora dengan lantang dan tegas. perkataan nya yang ini menambah luka di hati kaisar Wei sendiri dan membuat suasana tegang dan hening tidak ada yang bisa berkata-kata lagi.
"putri .." gumam kaisar Wei dengan sangat sangat pelan nyaris tak terdengar namun karena saking hening nya di sana dan tidak terdengar suara membuat gumaman kaisar Wei jelas dan terdengar semua orang yang da di sana.
"sudah lah aku malas berbicara dengan orang-orang seperti kalian yang tidak punya etika dan mengganggu ketenangan ku. tidak bisa kah kalian menganggap ku seperti dulu"
"putri tunggu.." kaisar Wei menggenggam tangan Amora membuat Amora menghentikan langkah nya untuk masuk kekediaman nya dan menatap tangan yang di genggam oleh kaisar Wei membuat ia menepis tangan nya sedikit kasar.
"jika ingin berbicara dengan ku temui saja aku besok dan jangan menggangguku malam ini jika itu terjadi siapa pun itu aku akan langsung memenggal kepala nya" Amora pun berjalan masuk di ikuti Weiwei dan setelah memastikan Weiwei sudah masuk ia menutup pintu dengan kasar
__ADS_1
Bruuuuuk