Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 32


__ADS_3

Amora mengangkat tangan nya menandakan bahwa penjaga itu harus melepaskan nya. saat mendapat perintah dari Amora untuk melepaskan tangan putri Raina, para penjaga yang menahan nya pun langsung melepaskan dan mundur. kemudian Amora melangkah mendekati putri Raina dengan tersenyum miring.


"kau tahu aku juga manusia yang mempunyai 2 sisi yang berbeda. dulu aku sangat baik bahkan terlalu baik namun lama-kelamaan kau malah membangunkan sisi ku yang satu nya. jadi jangan salah kan aku untuk semua yang ku lakukan termasuk ini" ucap Amora memegang tangan putri Raina dan


Plaaaak..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


putri Raina membeku sesaat ketika melihat apa yang di lakukan Amora. tangan nya masih menggantung di atas saat ia melihat ke bawah dia melihat Amora yang menunduk dengan memegang pipi nya yang terdapat bekas tamparan dari tangan nya. saat ia baru tersadar tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara teriakan yang keras.


"PUTRI!!"


seketika semua mata melihat ke arah suara itu berasal yang terlihat ada kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino di samping nya datang. mereka berdua langsung menghampiri Amora yang masih terduduk sambil memegang pipi nya.

__ADS_1


"putri, Mora kau baik-baik saja?" tanya putra mahkota Marchelino dengan nada khawatir lalu memeriksa keadaan Amora. terdengar Isak tangis dari bibir Amora dan punggung nya yang bergetar.


"perih hiks" satu kata yang keluar dari bibir Amora kemudian ia tak sadarkan diri di pangkuan putra mahkota Marchelino.


melihat hal itu kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino marah.


"putri Raina apa yang kau lakukan? kau ingin mencelakai putri Mora?" bentak kaisar Wei dengan keras.


putri Raina menggeleng dengan cepat ketika sadar bahwa Amora sengaja membuat kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino salah paham pada nya. "itu tidak benar! dia sendiri yang menampar nya. dia berbohong!" ucap putri Raina.


"tapi aku benar tidak melakukan nya. ayah, kakak tolong percaya pada ku dia hanya berpura-pura menjadi korban. dia menggunakan tangan ku untuk menampar diri nya sendiri. tolong percaya lah pada ku" ucap putri Raina


terus mencoba meyakinkan kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino bahwa dia tidak bersalah dan ini hanya bohongan saja. namun kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino tidak langsung mempercayai itu karena mereka ingin memperbaiki hubungan mereka dengan Amora. jadi mereka tidak ingin mengambil keputusan sendiri.

__ADS_1


"apa benar yang di ucapkan putri Raina?" tanya kaisar Wei pada para pengawal dan pelayan yang ada di sana.


"tidak! putri Raina lah yang berbohong ia yang mencoba mengelak atas kesalahan nya. aku yang menjadi saksi" ucap Weiwei yang langsung maju paling depan ketika kaisar Wei menanyakan hal itu.


"diam kau pelayan rendahan. kau tidak berhak ikut campur dalam hal ini. kau hanya pelayan si anak ****** Mora" ucap putri Raina yang sedang marah. dan tidak sengaja menyebut Amora dengan sebutan 'anak ******' yang secara tidak langsung menyebut bahwa permaisuri Lea adalah ******. karena bagaimanapun juga putri Mora adalah anak dari permaisuri Lea.


"kau bilang apa tadi? anak ******? kau bahkan dengan menyebut berani secara tidak langsung menyebut bahwa istri ku adalah ******" ucap kaisar Wei dengan amarah nya yang memuncak ia sangat marah karena istri yang paling ia cintai di sebut ****** walau secara tidak langsung.


"ti...tidak aku ... aku" ucap putri Raina terbata-bata gugup untuk mencari alasan agar tidak di salahkan karena mulut nya yang keceplosan menyebut Amora dengan sebutan anak ******.


"PUTRI RAINA kau aku hukum dengan hukuman cambuk sebanyak 30 kali dan menghafal seluruh isi buku yang menjelaskan peraturan tentang kerajaan. serta di larang keluar kediaman selama 1 Minggu." perintah kaisar Wei dengan tegas yang masih menahan amarah nya karena masih menganggap putri Raina adalah putri nya.


...****************...

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2