
"memang nya kenapa?" tanya Weiwei lagi yang seperti nya merasa belum puas dengan jawaban yang keluar dari mulut Amora.
"sudah jangan bahas ini lagi mati kita beristirahat saja aku rasa nanti akan ada hal baru karena aku merasa akhir-akhir ini terlalu tenang dan damai." ucap Amora yang mengalihkan pembicaraan.
"bukankah lebih baik jika hati kita seperti ini terus tenang dan damai?" tanya Weiwei yang sekarang mungkin sudah tidak terlalu penasaran akan rahasia yang di sembunyikan Amora.
"ya, karena tidak ada yang mengganggu! namun di sisi lain kita juga harus waspada mungkin saja seseorang sedang merencanakan hal jahat pada kita secara diam-diam. hal ini tidak bisa kita jamin seratus persen." ucap Amora.
"benarkah?"
"ya tentu saja. oh iya lebih baik kau tidur di sini bersama ku saja aku takut jika kau nanti yang akan menjadi target orang-orang jahat itu untuk menjadikan mu kelemahan ku" ucap Amora yang seperti memberi perintah pada Weiwei.
"itu berlebihan lagipula itu tidak sopan ...."
"manusia tidak ada yang tahu ada kejadian apa saja yang akan terjadi di masa depan bahkan kita sendiri tidak tahu apa yang terjadi 1 menit lagi" ucap Amora yang memotong ucapan Weiwei dan tetap kukuh ingin Weiwei tidur bersama nya.
"baiklah semakin kesini kau semakin pemaksa" ketus Weiwei dengan wajah cemberut
__ADS_1
"kau juga semakin kesini semakin cerewet" ucap Amora
pada akhirnya permintaan Amora pun Weiwei ikuti dan mereka berdua tidur di kamar yang sama. sebenar nya itu membuat Weiwei tidak nyaman dan tidak enak hati karena merasa ia hanya orang kecil yang beruntung dapat bertemu putri mahkota Mora dan menjadi pelayannya. sehingga tidur bersama Amora membuat Weiwei merasa tak enak hati tapi ia juga tidak mungkin menolak.
dengan perasaan yang kurang nyaman akhirnya Weiwei pun memilih tetap tidur karena walaupun ia kabur pasti Amora melihat nya. di saat dia baru memejamkan nya ia seperti mendengar suara gesekan suatu benda yang seperti daun dari arah jauh.
ia menatap sekeliling. mungkin saja Ia dapat menemukan seseorang yang di maksud putri mahkota.
namun sedetik kemudian ia mengangkat bahu nya dengan beranggapan bahwa ia hanya mendengar suara daun karena angin.
namun setelah beberapa menit ada beberapa panah yang ujung panah tersebut sudah di tambahkan dengan racun yang lumayan mematikan yang mengarah ke arah mereka berdua. dan yang menyadari hal itu duluan adalah Weiwei karena insting nya sudah di latih untuk dapat mendeteksi bahaya baik dalam keadaan sadar ataupun tidak.
kemudian setelah jauh dari tempat tidur ia mengambil pistol milik nya yang ia rancang sendiri dan di selalu di simpan di saku nya. lalu mengarahkan pistol tersebut ke arah panah itu berdatangan.
dor ... dor ... dor
AAAAAAAAAAKH
__ADS_1
terdengar teriakan dari arah semak-semak tempat panah itu muncul. tanpa pikir panjang Amora langsung mengambil kesempatan itu untuk melompat lewat jendela dan mengarah ke semak-semak. si pelaku pemanah itu yang menyadari Amora berjalan ke arah nya langsung berlari namun kalah cepat dengan Amora karena Amora sudah memperkirakan nya. langsung menembak kedua kaki nya sehingga ia terjatuh dan tak bisa berdiri.
kemudian Amora langsung berjalan ke arah nya dengan santai dan menatap pelaku dengan senyum menyeringai membuat pelaku tersebut ketakutan melihat Amora.
"heh. mau lari kemana lagi? setelah kau mencoba mencelakai dan membunuh ku kau kira dapat lari dari ku? jangan harap" uacp Amora yang sudah berada di dekat si pemanah itu.
"am ampuni saya nona, tolong ampuni saya. sa saya hanya di suruh saja dan benar-benar tidak tahu apa-apa" ucap pemanah itu bergetar ketakutan dan langsung bersujud di kaki Amora sambil menahan sakit di kedua kaki nya yang tertembak oleh Amora.
"kau ingin di ampuni?" tanya Amora
"i iya"
"cih mimpi saja kalau begitu. kau tahu resiko yang seseorang yang telah mengganggu ku apalagi di saat ku tertidur apa?" ucap Amora lalu mendekatkan wajah nya pada si pelaku .
"akan ku siksa ia di penjara pribadi ku selama 1 bulan lalu ku potong-potong bagian tubuh nya. namun tak akan ku biarkan mati begitu saja" bisik Amora pada telinga pelaku sambil tersenyum miring.
mendengar hal itu tubuh si pelaku menegang dan bergetar karena ketakutan membayangkan diri nya berada dalam posisi itu.
__ADS_1
...****************...
_To Be Continued_