
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
langit sedang sangat cerah hari ini bersamaan dengan acara pemakaman Selir Riu, Putri Raina, dan Gubernur Qian Lu beserta keluarga, terlihat mayat mereka yang membusuk karena saat detik terakhir sebelum nyawa mereka melayang Amora memaksa mereka meminum racun. Tubuh mereka sudah membusuk dan bau sehingga yang lain menutup hidung nya dan mundur, wajah mereka sudah tidak dapat di kenali lagi karena banyak nya luka yang ada.
pemakaman tidak berlangsung lama karena setelah mereka di kuburkan yang lain nya langsung pergi begitu saja, tanpa ada penghormatan dan tidak ada juga yang berdoa untuk mereka.
Semua orang kembali kekediaman mereka masing-masing begitu pun keluarga kerajaan. Saat ini Kaisar Wei, Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian masih merasa bersalah pada Putri Mora, mereka sangat ingin menemui Putri Mora namun sepertinya bukan sekarang waktu nya karena terlihat Putri Mora seperti nya kelelahan dan butuh istirahat dan ia juga tidak bisa di ganggu. Membuat mereka bertiga menghela nafas dan kembali ke kediaman nya masing-masing. Amora saat ini memang sedang tertidur, saat memasuki kamar nya ia langsung membersihkan diri nya dan tidur tanpa menghiraukan apapun lagi walaupun siang ini ia belum makan apapun.
Sore hari nya ia terbangun karena rasa lapar dan langsung berjalan ke arah dapur minimalis di dalam kediaman nya dan memasak makanan yang sederhana namun enak dan mengenyangkan, kemudian dia kembali ke tempat dan duduk sambil menatap lurus ke depan, tak lama terdengar helaan nafas dari bibir nya.
"aku sudah menghukum mereka. mereka juga pasti sudah mendapatkan siksaan yang belum pernah mereka bayangkan, jikapun itu tidak cukup kau bisa menghukum nya di alam sana. lalu bagaimana dengan ku? apa yang harus aku lakukan di sini? tidak bisa kah aku kembali saja ke dunia ku sendiri?" ucap Amora yang entah berbicara dengan siapa.
Dia tengah kebingungan dan bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan di sini. Semuanya selesai dan berakhir hanya itu permintaan dari Putri Mahkota Mora jadi kenapa jiwanya tidak kembali ke tubuh nya semula.
tok ... tok ... tok!
__ADS_1
terdengar suara ketukan pintu yang membuat Amora mengalihkan perhatian nya, ia menghela nafas lagi lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu dan membukanya. Terlihat 3 orang pria berbeda umur yang berdiri di hadapan nya.
"ada apa?" tanya Amora
Bukannya menjawab ke-tiga orang itu malah menunduk seperti tidak berani menatap wajah Amora.
"jika kalian masih mau berdiri di sana tidak masalah" ucap Amora kemudian berbalik dan hendak menutup pintu lagi namun di tahan.
"Bisakah kita berbicara terlebih dahulu" ucap pria paling muda dari ke-tiga orang tersebut.
ke-tiga orang itupun masuk dan mengikuti langkah Amora menuju tempat yang biasanya Amora gunakan untuk bersantai, di sana terdapat beberapa sofa santai dengan 1 meja yang terlihat lucu dan di depan nya terdapat layar besar tempat Amora menonton.
Saat ini ke-tiga orang itu masih terus menunduk tanpa ada yang mau memulai pembicaraan untuk mereka. Amora sudah tahu alasan mereka menunduk seperti itu namun untuk alasan pasti mereka datang ke sini ia belum memastikan nya jika mereka belum mengeluarkan suara.
"baiklah. Apa sekarang tidak ada yang ingin menjelaskan maksud kedatangan kalian kemari? atau aku lebih baik pergi saja" ucap Amora.
__ADS_1
"Jangan ... em kami ke sini ingin minta maaf pada mu dan menyesali semua perbuatan kami yang selalu bersikap seenaknya padahal kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan hanya mempercayai sesuatu yang kami lihat luar nya saja" ucap Pangeran Ian kini ia yang sering berbicara di bandingkan dua orang lain nya.
"ku rasa aku sudah tidak memerlukan maaf dari kalian" ucap Amora hendak berdiri untuk mengambilkan air untuk mereka namun salah di artikan oleh mereka bertiga. Mereka malah langsung bersimpuh di kaki Amora dan memohon jangan pergi juga meminta maaf berkali-kali.
Akhirnya Amora duduk kembali di kursi tunggal dan yang lainnya mengikuti.
"aku bukannya tidak mau memaafkan kalian namun bukan aku orang yang berhak kalian pintai maaf. Aku hanya orang asing yang datang sebagai salah satu dari kalian selebihnya itu hanya aku dan dia yang tahu" ucap Amora.
"apa maksud mu? kami memang sudah seharusnya meminta maaf pada mu. Kau jangan berbicara seolah-olah kau bukan korban di sini. Kami minta maaf walaupun ayah sadar bahwa kesalahan ayah dan kakak-kakak mu ini mungkin tidak bisa di maafkan. Tapi kami tetap akan meminta maaf pada mu atas kesalahan kami" ucap Kaisar Wei yang paling banyak mengucapkan kata maaf pada Amora.
"kalian salah"
...****************...
_To Be Continued_
__ADS_1