
" oh pantas saja putri Raina sangat marah tenyata seperti itu. dia memang pantas mendapatkan nya lagipula dia memang yang merebut putra mahkota Chris dari mu. tapi apakah adik benar-benar sudah tidak ada perasaan lagi dengan putra mahkota Chris?" ucap Weiwei yang memang geram kepada putri Raina namun juga bertanya kepada Amora apakah ia memang benar-benar tidak ada perasaan lagi.
dan di jawab gelengan kepala oleh Amora "tidak lagi pula aku juga sudah mendapatkan pengganti dia. bahkan lebih baik dari putra mahkota Chris" ucap Amora
"benarkah siapa?" tanya Weiwei yang penasaran
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"apa kau benar-benar ingin tahu kakak?" tanya Amora sambil menaik-naikan alis nya pada Weiwei.
"ya tentu saja aku ingin tahu, kau masih saja bertanya. cepat beritahu siapa?" ucap Weiwei dengan ketus dan wajah kesal.
"siapa apa?" tanya Amora lagi
"ish siapa orang yang kau suka itu?" ucap Weiwei bertambah kesal karena Amora terus bercanda.
"RA-HA-SIA!!" jawab Amora dengan singakat padat dan jelas. membuat Weiwei semakin kesal sekaligus penasaran akan hal itu.
__ADS_1
"oh ayolah aku hanya ingin tahu siapa nama nya itu saja" ucap Weiwei dengan merengek ingin tahu. membuat Amora yang melihat nya gemas dengan ekspresi yang Weiwei tunjukkan.
"meskipun aku memberitahu kan nya pada kakak. tapi sangat mustahil untuk aku dapat bertemu dengan nya lagi" ucap Amora yang menatap lurus ke depan dengan wajah menahan kerinduan.
membuat Weiwei mengerutkan kening nya "kenapa mustahil? kau kan dapat menyelinap keluar untuk bertemu seperti biasa" tanya Weiwei yang belum mengerti maksud Amora.
kemudian Amora menggeleng kan kepala nya. "bukan itu masalah nya" ucap Amora
"lalu?" tanya Weiwei.
Amora menghembuskan nafas berat "kehidupan ku dengan nya sekarang berbeda. dan mungkin saja di juga sudah menemukan pengganti ku" ucap Amora.
dan di jawab gelengan lagi oleh Amora "dia tidak ada di kekaisaran manapun tapi di belahan dunia lain yang lebih luas. kakak tak akan mengerti suatu sat ketika aku siap akan aku ceritakan semua nya pada kakak" ucap Amora.
kemudian suasana nya menjadi hening dan tak ada yang mengeluarkan suara. sangat sepi hanya terdengar suara angin sejuk di luar. mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing. yang satu sedang berfikir maksud dari belahan dunia lain. dan yang satu lagi hanya menatap liar jendela sambil menahan kerinduan yang mendalam di hati nya.
sangat sulit untuk Amora menerima semua nya. namun ia berusaha tetap teguh karena ia merasa memang sudah di takdirkan hidup nya seperti ini. ia akan melakukan yang terbaik untuk hidupnya mungkin dengan kehidupan yang kedua ini ia dapat lebih banyak belajar lagi arti kehidupan yang ada. walau harus merelakan kehidupan nya yang dulu yang selalu di penuhi kasih sayang dan cinta.
__ADS_1
dia sangat ingin mengulang waktu dan kembali ke kehidupan sebelum nya namun ia juga tahu bahwa manusia biasa seperti nya tidak akan bisa mengulang waktu dengan apapun.
Amora pun berdiri lalu melangkah keluar untuk duduk di taman ia ingin merasakan ketenangan terlebih dahulu. walau saat awal datang ke sini ia merasa lebih baik mati karena percuma karena diri nya tidak akan mendapat apapun dari ini. namun semakin lama dia di sini dia mendapat-kan pelajaran yang berarti tentang kehidupan. sehingga ia dapat tetap bertahan. akan banyak hal yang akan ia sesali jika mengakhiri hidupnya.
"sangat damai. mungkin akan ada bencana nanti yang lebih besar nanti" gumam Amora . "saat ini aku dapat sedikit bernafas mungkin nanti akan ada drama lagi yang harus aku jalankan. melelahkan harus berpura-pura seperti ini" sambung Amora.
sebenar nya ia sangat lelah terus berpura-pura menjadi orang lain tapi tidak mungkin ia mengakhiri nya di tengah jalan seperti ini. kemudian Amora memejamkan mata nya untuk merasakan kembali ketenangan dan kedamaian yang ada di sekitar nya meskipun ia menduga akan ada hal baru lagi yang terjadi.
"ehem ... bolehkah aku duduk di sini?" tanya seorang pemuda tampan yang sangat di kenali Amora walau jarang bertemu namun masih dapat Amora kenali. tanpa menunggu jawaban ia langsung duduk di samping Amora.
"kau bahkan langsung duduk tanpa menunggu jawaban ku terlebih dahulu" ucap Amora.
"hehehe maaf. sedang apa kau duduk di sini?" ucap pemuda tersebut
"kau punya mata dan otak. kupikir itu dapat membuat mu melihat dan mengetahui apa yang aku lakukan" ucap Amora dengan datar dan dingin
"bisakah kau sedikit lembut jika berbicara pada ku. bukankah kita berdua masih saudara?" ucap pemuda itu lagi.
__ADS_1
...****************...
_To Be Continued_