Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 80


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Weiwei berlari kembali dan mengikuti langkah Alex, dia sedikit kesal karena Alex selalu saja lebih dulu dan tak mau menunggu nya hanya karena masalah kecil tadi. Wajah nya di tekuk dan terlihat kusut dengan mulut yang tak berhenti mengumpat dan memaki Alex.


"apa kau benar-benar tidak memiliki perasaan? seenaknya saja meninggalkan di sana. Bagaiman jika ada hewan buas datang nanti" ucap Weiwei dengan kesal.


"sebelum mereka menerkam mu, mereka pasti akan berpikir terdahulu melihat tubuh kurus mu itu" ucap Alex dan malah menambah kekesalan pada diri Weiwei, ia sampai melotot ke arah Alex dan memberikan tatapan tajam ke arah pria yang telah menyebutkan tubuh nya ini kurus.


"sangat menyebalkan! jika aku kuat akan aku makan kau!" umpat Weiwei dalam hati.


Alex sebenarnya sudah sadar dengan apa yang terjadi pada Weiwei sedari tadi. Dia hanya tersenyum tipis dan berusaha mengabaikan nya membuat Weiwei terlihat lucu di mata nya. Ingin sekali ia membawa nya saat ini juga namun tidak bisa sekarang bukan waktu nya untuk bermesraan dan bercanda. Ada hal yang lebih penting yang harus mereka kerjakan, Alex merasa sepertinya akan terjadi sesuatu yang mengejutkan apalagi setelah melihat sinyal yang di kirim kan Deon dan Amora.


"kau bisa mengumpat dan memaki ku kapan saja, tapi simpan itu semua untuk nanti. Sekarang kita harus membantu Deon dan Amora mereka sudah terlebih dahulu di sana" ucap Alex kembali membuat Weiwei terkejut karena Alex tidak memberitahu kan nya.


Dia sudah menahan diri untuk tidak mencakar wajah Alex namun ucapan Alex memang benar. Sekarang waktunya mereka membantu Deon dan Amora.

__ADS_1


"awas saja nanti!"


Weiwei kembali melangkah dengan cepat dan menyesuaikan jalan Alex yang berjalan dengan langkah lebar yang terkadang membuat nya susah.


"jangan berisik terlebih dahulu. Aku rasa ada sesuatu di sana dan kuyta tidak boleh gegabah mengambil keputusan apapun" ucap Alex berhasil membuat Weiwei bungkam karena tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menurut.


Mereka berjalan mengendap-endap sama seperti Deon dan Amora lakukan, mereka terus mendekat dengan terkadang menyembunyikan diri di balik pepohonan besar di sana.


Saat sudah dekat, mereka kaget melihat banyak orang mengelilingi lingkaran perbatasan. Orang-orang itu memakai jubah putih sampai menutup wajah mereka, dengan di belakang punggung jubah tersebut terdapat gambar segitiga dengan harimau berwarna hitam di tengah nya. Mereka berdua kembali bersembunyi dan menahan nafas mereka untuk sementara saat melihat ada salah satu orang yang melewati mereka.


"apakah menurut mu orang-orang itu yang membuat ke-dua desa ini menjadi seperti ini?" tanya Alex dan terus memperhatikan pergerakan mereka dengan serius.


"yah, kurasa juga begitu Ini sedikit membingungkan dan tidak masuk akal untuk orang-orang biasa seperti kita. Tapi bagaimana dengan Deon dan Amora? apa mereka baik-baik saja?" ucap Weiwei lalu menanyakan keadaan Amora dan Deon.


"entahlah kita tidak bisa menghubungi nya sekarang , tapi aku sempat mendengar beberapa keributan dari alat komunikasi yang berhubungan dengan Deon dan Amora. apa mungkin di sana terdapat keributan dan berhubungan dengan orang-orang ini!" ucap Alex ia sempat mendengar sekilas namun tiba-tiba suara keributan itu hilang dan tak ada lagi suara dari alat komunikasi penghubung antara mereka berdua dengan Amora dan Deon.

__ADS_1


"Alex aku takut" ucap Weiwei ia sedikit gemetar karena tak pernah sedikitpun dalam hidupnya terpikir akan berada di posisi seperti ini.


"kau harus bisa demi kita semua, jangan takut ada kami yang akan menjaga mu dan kita harus saling menjaga agar tetap selamat" ucap Alex menenangkan Weiwei.


Alex sedikit bingung dengan yang terjadi kali ini, kenapa tadi setelah mendapatkan sinyal yang di berikan Deon ia sudah menghubungi mereka dan tak ada jawaban hanya suara keributan dan itupun hanya sebentar lalu hilang lagi. Apa ada hal buruk yang terjadi di sana tapi Alex berharap semoga saja semua nya baik-baik saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa saat sebelumnya:


Di daerah yang sama dan tempat uang berbeda Amora dan Deon juga sempat kaget melihat apa yang ada di depan mereka. Bahkan tiba-tiba ada angin kencang dari arah perbatasan dan membuat mata mereka terkena debu dan sulit untuk melihat, namun bukan itu yang membuat mereka terkejut melainkan sesuatu yang muncul setelah angin itu hilang dan tanpa sadar mereka menimbulkan suara.


...****************...


_To Be Continued_

__ADS_1


__ADS_2