Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 87


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"TIDAK!! TIDAK!!! KALIAN SEMUA HANYA MEMPERMAINKAN KU BUKAN?! LIA KU MASIH ADA, DIA TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN KU" teriak Deon dengan histeris dan di barengi tertawaan miris.


Dia masih tidak bisa menerima orang yang di perjuangkan nya, yang di nantikan nya, yang mewarnai hidup nya kini pergi meninggalkan nya untuk kedua kalinya.


"Deon tenang kita semua di sini juga sedih, kita semua juga tidak ingin hal ini terjadi. Amora sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit nya, jadi biarkan dia tenang di tempat yang seharusnya" ucap kaisar Han yang baru pertama kali melihat reaksi Deon yang di luar dugaan nya.


Deon jelas sangat terpukul dan yang paling merasa kehilangan di antara semua nya, sebab hanya Deon lah yang paling dekat dengan Amora, jika dia berada di posisi Deon saat ini mungkin saja reaksi nya juga sama. Lebih miris lagi ketika Deon sudah bersusah payah untuk mencari Amora tapi waktu kebersamaan nya bersama Amora hanya sementara dan di pisahkan kembali.


"kenapa harus dia yang pergi terlebih dahulu? kemarin dia berjanji untuk tidak meninggalkan ku lagi. Dia pembohong, jika pun harus ada yang pergi, kenapa tidak diri ku saja" ucap Deon dia tidak akan sanggup, lebih baik dia menyusul Amora.


ketika semua nya masih dalam keadaan berduka lalu Deon berlari dan mengambil sebuah belati di atas meja dekat tempat tidur Amora dia benar-benar sudah pasrah, dan merasa lebih baik ketika ia juga pergi. Dia akan menyusul Amora dan selalu berada di sisi Amora, dia sudah tak bis a berpikir jernih lagi. Perbuatan Deon ini membuat semua nya panik dan berusaha untuk menghentikan tindakan gila yang akan di lakukan Deon.


"kau jangan gila, jika seperti ini. Amora malah tidak akan menerima mu jika kau menyusul nya" ucap Alex sekali lagi dia harus bisa menenangkan pikiran dan batin Deon yang kini sedang hancur.


Deon seolah tuli dia tidak mendengar kan perkataan Alex, sampai saat ketika belati itu hampir merobek kulit luar nya terdengar suara lirih seorang perempuan yang berhasil menghentikan perbuatan Deon dan membuat semua orang memfokuskan perhatian mereka.

__ADS_1


"emm ... sky ... sky" suara lirih itu memanggil nama seseorang, membuat Deon langsung berlari menghampiri pemilik suara itu.


"hei ... Lia lihat aku, kau mendengar ku kan, kau pasti bangun kan? kau tidak akan meninggalkan ku lagi" ucap Deon tangisnya semakin terdengar ketika mendengar Amora memanggil nama panggilan khususnya.


Uhuk ... uhuk


Amora langsung terbatuk dan kembali memuntahkan darah hitam dari mulutnya. Deon langsung memeluk Amora ketika melihat Amora membuka matanya secara perlahan.


"kau jahat, kau selalu bisa membuat hidup ku berantakan dengan tingkah mu" Deon memeluk erat Amora dan menangis di pundak nya.


Amora ingin membalas pelukan tersebut namun tubuhnya masih lemah. "jangan menangis" lirih Amora yang masih belum terlalu jelas.


"nah, kau harus minum air ini dulu agar tubuh mu lebih kuat" Alex memberikan satu gelas kecil yang berisi larutan air embun dari pohon Rousyu dan bahan-bahan lainnya yang mengandung zat untuk menyegarkan tubuhnya.


"terimakasih" Amora sedikt tersenyum saat mengucapkan terimakasih pada Alex.


"kau sudah ku anggap adikku untuk apa berterimakasih?" Alex sedikit menusap puncak kepala Amora yang langsung di tepis pelan oleh Deon.

__ADS_1


"jangan menyentuh nya" ucap Deon posesif, berhasil membuat yang lain geleng-geleng kepala karena perubahan sikap Deon yang seperti anak kecil yang tidak ingin mainan kesayangan nya di sentuh orang lain.


"apa yang terjadi?" tanya Amora kepada semuanya setelah tubuhnya merasa lebih baik.


Deon menceritakan semuanya dari awal Amora jatuh pingsan, hingga koma dan di nyatakan meninggal secara rinci tanpa terlewat kecuali ketika momen di mana Deon berteriak histeris dan mengamuk hingga membuat nya hendak bunuh diri.


Alex yang merasa gemas dengan cara bercerita Deon langsung menambahkan cerita nya secara lebih detail di bagian Deon. membuat Amora dan yang lainnya sedikit tertawa terkecuali Deon yang mukanya cemberut.


"aku tidak tahu kamu akan senekat itu sky"


"itu semua karena mu jika bukan kamu aku tidak akan melakukan hal itu..."


"lalu bagaimana dengan mu? kenapa bisa terjadi hak yang membuat mu seperti ini?" tanya Deon dia masih belum bisa percaya 100 % selain dari mulut Amora.


"hampir sama dengan yang selama ini kamu dengar tapi ada hal di balik semuanya yang membuatku merasa bahwa tak semua nya adalah bagian dari musibah"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2