Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 55


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hari masih sangat pagi bahkan matahari pun belum sepenuhnya muncul baru setengah bagiannya saja. namun di kediaman Amora sudah terlihat banyak sekali para manusia yang berkumpul. seperti terjadi keributan di mana membuat manusia-manusia tersebut penasaran dan ikut melihat keributan yang terjadi di kediaman Amora. dan hal itu membuat orang-orang yang ada di dalamnya termasuk Amora merasa terganggu dengan keributan itu.


"apa kalian tidak punya sopan santun telah membuat keributan di kediaman ku pagi-pagi buta begini?" ucap Amora dengan tatapan sinis menatap mereka semua yang melihatnya dengan berbisik-bisik.


"kau anak durhaka! apakah kau membuat keputusan untuk merawat sendiri kaisar Wei untuk membuatmu lebih mudah meracuni nya!!" sarkas selir Riu dengan lantang di antara orang-orang di sana.


"apa maksud mu?" ucap Amora yang pura-pura tidak mengerti walau sebenarnya ia sudah tahu dan sudah menduga bahwa ini akan terjadi namun tetap saja menyebalkan rasanya bagi Amora.


"jangan berpura-pura bodoh. aku yakin kau sebenarnya mempunya niat buruk untuk kaisar Wei dengan alasan akan merawat nya tapi bisa saja kau akan mencelakai nya" ucap selir Riu dengan nada tegas seperti mempertegas pernyataan nyata membuat semua orang yang tidak tahu pasti akan mempercayai nya.


"aku sungguh tidak melakukan apapun dan benar-benar serius merawat kaisar Wei dengan sepenuh hati" ucap Amora dengan wajah sepolos mungkin membuat beberapa orang ragu apa benar gadis polos dan lemah seperti dirinya bisa mencelakai seseorang.

__ADS_1


walaupun mereka tidak tahu siapa sebenarnya gadis yang mereka lihat itu bukan gadis polos dan lemah yang mereka kenal dahulu.


"kau berbohong. jika kau tidak mencelakai nya itu berarti kau tidak keberatan jika aku menggeledah kamar mu" ucap selir Riu dengan nada geram.


tanpa menunggu jawaban dari Amora selir Riu dan beberapa orang langsung masuk ke kediaman Amora dan memasuki kamar Amora. dan Amora yang melihat itu hanya diam dan tersenyum sinis sembari mengamati mereka dan melihat setiap barang yang menempel di badan mereka yang seperti berbeda dari para pelayan dan pengawal lainnya jika di lihat-lihat lagi. ia menyadari bahwa banyak mata-mata di istana ini yang mengawasi setiap pergerakan di istana. Amora melihat mereka semua membuat kekacauan di kamarnya, untung saja tidak ada barang-barang lain selain bajunya di sini. semua barang-barang nya telah ia pindahkan di ruang bawah tanah kamarnya.


"tidak ada bukan? kenapa kalian sangat memaksa ingin masuk dan ..." ucapan ketus dan protes Amora terhenti ketika selir Riu mengangkat tinggi-tinggi botol kecil yang terdapat cairan hijau mengkilap di dalamnya.


"lalu ini apa? kau tidak bisa menjelaskannya bukan?" tanya selir Riu dengan senyum kemenangan di bibirnya.


"i-itu aku tidak tahu kenapa ada benda itu di kamarku" ucap Amora dengan gelalapan.


"bagaimana bisa kau tidak tahu benda yang ada di kamar mu" ucap selir Riu lalu melangkah lagi menyusuri kediaman tersebut guna mencari tempat kaisar Wei di rawat. dengan begini ia yakin Amora akan di hukum karena telah mencoba untuk membunuh kaisar Wei. setelah memberikan instruksi pada pengawal untuk membawa Amora ia berjalan sambil tersenyum membayangkan masa depannya yang akan di penuhi kemewahan.

__ADS_1


"yang mulia ... kau di sini. aku sangat khawatir dengan mu. apa kau baik-baik saja? kau pasti sangat tersiksa di sini" ucap selir Riu dengan nada khawatir dan menyentuh semua kulit kaisar Wei dan mencek keadaan nya.


"kenapa kau ada di sini selir Riu. bukankah kau di larang memasuki dan mengganggu putri mahkota lagi?" ucap kaisar Wei yang seperti tidak memedulikan nya. dan malah menatap selir Riu dengan tatapan mengimintidasi.


"apa maksud mu yang mulia? aku hanya menyelamatkan mu. kau lihat anak yang kau bela itu telah berusaha untuk melenyapkan mu. lihat ini aku menemukan botol ini di kamarnya" ucap selir Riu dengan menahan emosi agar sabar dan memperlihat kan botol kecil yang ia temukan di kamar Amora.


" itu tidak benar. dia tidak pernah mencelakai ku dan selalu merawat ku dengan sepenuh hati" ucap kaisar Wei yang tetap mempercayai Amora.


"jangan tertipu dengan wajah polosnya yang mulia. apa yang mulia tidak menyadari. bagaimana mungkin dia bisa begitu cepat luluh dengan yang mulia seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu hal di antara kalian" ucap selir Riu yang terus meyakinkan kaisar Wei.


kaisar Wei terdiam ia juga sempat bertanya-tanya mengapa tiba-tiba Amora datang padanya dan merawatnya padahal hari-hari sebelumnya Amora sangat dingin bahkan terkesan tidak memedulikan nya.


...****************...

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2