
"kau bahkan langsung duduk tanpa menunggu jawaban ku terlebih dahulu" ucap Amora.
"hehehe maaf. sedang apa kau duduk di sini?" ucap pemuda tersebut
"kau punya mata dan otak. kupikir itu dapat membuat mu melihat dan mengetahui apa yang aku lakukan" ucap Amora dengan datar dan dingin
"bisakah kau sedikit lembut jika berbicara pada ku. bukankah kita berdua masih saudara?" ucap pemuda itu lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"kau yakin menyebut diri mu saudara ku?" tanya Amora dengan sinis.
"aku minta maaf karena tidak bisa menolong mu saat kau di tindas. tapi sungguh aku sebenarnya sangat ingin menolong namun selalu di halangi dan aku juga hanya bergelar pangeran yang di larang ikut campur saat itu. apa kita tidak bisa dekat layak nya seperti saudara pada umumnya?" ucap pemuda tersebut yang tak lain adalah pangeran Ian. kakak kedua Amora.
__ADS_1
pangeran Ian juga putra dari permaisuri Lea. namun jarang terlihat karena pada dasarnya ia sangat tertutup hanya pada acara-acara atau pertemuan tertentu ia datang dan terlihat selain jika dia mendapat panggilan dari kaisar Wei. pangeran Ian sangat jarang untuk keluar ia selalu mengurung diri nya di kediaman nya dan hanya orang kepercayaan nya saja yang menemani-nya.
"apa kau pikir semua nya dapat mudah. semudah membalikkan telapak tangan?" tanya Amora dengan sinis.
pangeran Ian pun menghembuskan nafas berat. "aku tau ini tidak mudah. aku memang tidak pernah menolong mu tapi aku selalu mengawasi mu dari jauh. aku juga tidak ingin kau selalu berada dalam ketidak-adilan seperti itu. namun aku tidak punya kekuatan untuk melawan. aku juga tidak punya bukti yang kuat untuk melindungi mu" ucap pangeran Ian.
"lalu kenapa baru sekarang kau datang pada ku? jika kau punya keberanian seharusnya dari dulu kau datang pada ku. jika tidak bisa menolong ku setidaknya kau ada untuk menjadi sandaran ku. itu tidak susah bukan?" ucap Amora.
"aku juga ingin seperti itu namun aku selalu saja di halangi sehingga membuat ku terkurung di kediaman ku sendiri" ucap pangeran Ian ada sedikit nada penyesalan yang terdengar di telinga Amora.
"bisakah kau memberikan ku kesempatan kedua?" tanya pangeran Ian dengan wajah penuh harap pada Amora.
"tanyakan hal itu pada diri mu sendiri" ucap Amora lalu menepis tangan nya sehingga tangan nya terlepas dari tangan pangeran Ian.
__ADS_1
kemudian Amora kembali ke kediaman nya untuk kembali lalu bertemu Weiwei. Amora ingin membahas sesuatu pada Weiwei karena ia ingin mendengar pendapat Weiwei yang mungkin bermanfaat untuk nya. ia percaya pada Weiwei itulah mengapa ia yakin pendapat Weiwei mungkin yang terbaik untuk nya agar ia tau apa yang harus ia lakukan selanjut nya di dunia yang baru ini.
walau Amora sangat ingin kembali ke kehidupan yang sebelum nya namun semakin lama ia juga merasa nyaman dan terbiasa dengan suasana di kekaisaran selatan ini. apa lagi ada Weiwei yang menjadi kakak nya walau hanya kakak angkat namun rasa nya sangat menyenangkan. karena dari dulu ia ingin merasakan bagaimana kasih sayang seorang kakak pada adik nya. karena di kehidupan sebelum nya ia adalah anak tunggal dari seorang pengusaha sukses.
ayah nya adalah pengusaha terkenal di negara nya. ibu nya merupakan seorang perancang busana yang terkenal. namun karena kesuksesan dan kejayaan yang di miliki keluarga nya membuat banyak orang yang iri akan kehidupan nya. dan berusaha menghancurkan keluarga nya. itulah mengapa ia menjadi mafia. namun karena terlalu senang bertemu kekasih nya. membuat nya lengah dan kurang berhati-hati sehingga ia mengalami kecelakaan. saat kecelakaan itu terjadi yang ada di pikiran nya adalah keluarganya. ia khawatir akan kondisi keluarga nya yang terancam.
namun Amora tidak bisa berbuat apa-apa sekarang untuk keluarga nya. bahkan melihat mereka pun ia tidak bisa. sehingga membuat nya terus berusaha untuk kembali. yah tujuan utama ia membalas kan dendam putri mahkota Mora adalah karena ia ingin segera menyelesaikan tugas nya di sini dan berharap ia akan kembali ke kehidupan nya. walau ia tidak tau apa harapan nya dapat menjadi kenyataan. namun ia akan terus berdoa dan terus berusaha agar harapan nya terkabul.
"kakak" ucap Amora langsung berlari ke arah Weiwei dan memeluk-nya erat saat melihat Weiwei.
"hei adik ku yang manis ini kenapa?" tanya Weiwei yang merasa aneh dengan sikap Amora
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_