
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lia kita harus menghindar dulu" ucap Deon lalu menarik tangan Amora kemudian berlari sedikit jauh dari tempat tadi.
"Sky, apa yang aku lihat tadi nyata?" tanya Amora ia benar-benar terkejut saat ini dan pikiran nya jadi kosong.
"aku rasa mereka sudah lama mempersiapkan ini, ini terlalu bahaya kita tidak pernah tahu hal-hal yang seperti itu" ucap Deon, dia juga bingung harus bagaimana lagi karena di antara mereka berdua tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui tentang hal-hal yang berhubungan dengan ritual itu.
"lalu kita harus bagaimana? aku rasa senjata-senjata yang kita bawa juga tidak akan berpengaruh untuk mereka" ucap Amora, sumpah! ini hal yang paling tidak terduga dalam hidupnya selain perpindahan jiwa.
Deon tampak berpikir dan mencoba mencari jalan agar bisa menghentikan ritual itu tanpa membahayakan diri. Meminta bantuan yang lain pun percuma karena mereka semua juga hanya manusia biasa. Deon baru ingat untuk menghubungi yang lain agar hati-hati dan tidak mendekati daerah perbatasan terlebih dahulu.
"Lia kita harus peringatkan yang lain dulu, ini berbahaya jika kita bertindak gegabah maka nyawa bisa jadi taruhannya" ucap Deon lalu menyalakan alat komunikasi nya dan mencoba menghubungi yang lain.
Saat ini mereka ada di salah satu pohon yang ada di desa Xanthi.
Amora hanya mengangguk untuk jawaban nya.
"ya Tuhan apa yang harus kami lakukan. Apa tidak ada petunjuk yang bisa membantu kami kali ini. Ini berbeda dari ritual biasanya yang di baca kami semua. Jika kami mundur maka masalah ini akan semakin besar dan mungkin tak akan bisa di hentikan, tapi jika kami maju apa yang bisa kami lakukan"
__ADS_1
"siapapun bantu kami"
Amora bergumam dalam hati dan berdoa untuk keselamatan semuanya, dia juga berfikir apa cara-cara yang di ketahui dia dan yang lainnya mampu menghentikan itu.
"bagaimana?" tanya Amora
Deon menggeleng ia tak mengerti kenapa bisa alat komunikasi mereka tak bekerja.
Baru saja Deon. akan kembali berucap lalu tiba-tiba mereka di kejutkan oleh kedatangan salah satu orang yang mengikuti ritual itu sedang menatap mereka,membuat mereka terpaku beberapa saat.
"Lia lari!"
mereka berada tepat di tengah-tengah lingkaran itu dengan semua orang mengelilingi mereka dan menatapnya.
"Sky kita harus melarikan diri" Amora berusaha untuk melangkah namun tidak bisa kakinya seperti di genggam erat dan tak bisa terlepas.
"kita harus mencari cara dulu Lia, mereka sudah mengikat kita di tempat ini. Kurasa mereka akan menjadikan kita sebagai tumbal karena telah ketahuan oleh mereka" bisik Deon, terjebak di tengah-tengah ritual gelap dan dijadikan tumbal bersama kekasihnya ini di luar dugaan nya. Mereka tak mungkin hanya diam saja ritual nya akan di mulai terlihat jika semuanya sudah rapi di tambah beberapa barang asing bagi merek mengelilingi mereka juga, belum lagi asap yang menutupi bagian dalam lingkaran membuat siapapun yang di luar pasti tidak akan bisa melihat.
"kita cari tahu kelemahan dari tanda itu lalu merusak konsentrasi mereka agar ritual ini gagal! tapi kemungkinan akan ada yang muncul setelah ritual ini gagal" ucap Amora tak kalah pelan, mungkin dari tanda itu bisa membuat menjadi kelemahan mereka.
__ADS_1
"apa kelemahan dari harimau? dan kita juga harus tahu arti segitiga dan kenapa berwarna hitam" ucap Deon mereka tak punya banyak waktu lagi, tapi mereka juga tak boleh menyerah.
beberapa saat, saat orang-orang berjubah putih itu mulai membaca kan mantra. Amora dan Deon mendapatkan ide yang mungkin bisa menyelamatkan mereka.
"kurasa ide ini yang paling masuk akal, jika tidak berhasil sepenuhnya setidaknya kita sudah bisa merusak konsentrasi mereka dan membuat ritual ini gagal" ucap Amora mereka sepakat kalau mulai menjalankan rencana mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kaisar Han, apa kau merasa seperti akan ada sesuatu yang besar terjadi. Aku merasa ada hal buruk yang akan datang" ucap Kaisar Wei dia masih menginap di sana untuk melepaskan kerinduan dengan Kaisar Han.
"aku juga begitu, tiba-tiba saja aku teringat dengan Putra ku. Apa mungkin terjadi sesuatu dengan mereka?" ucap Kaisar Han dia juga merasa tak enak pada hati nya dan teringat dengan Putra Mahkota Deoland atau Deon, dia sedikit cemas karena putra nya jarang menghubungi dia saat ia tugaskan menyelidiki desa Xanthi dan Taxia.
"memangnya putra mu kemana?" tanya Kaisar Wei ia belum di beritahu bahwa Putra Mahkota Deoland atau Deon sedang menjalankan tugas yang berbahaya dari ayahnya.
"aku tugaskan untuk menyelidiki dua desa di daerah selatan Kekaisaran Timur. Tapi ini sedikit berbeda dari penyelidikan biasa, entahlah aku bingung menjelaskan nya dan sekarang aku tiba-tiba merasa tak enak" ucap Kaisar Han.
"dia pergi sendiri atau bersama orang lain?"
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_