Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 65


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mereka yang mendengar penuturan Amora hanya tersenyum tanpa ada yang mau menjawab membuat Amora menoleh dan menatap mereka satu persatu.


"kenapa?" tanya Amora pada mereka.


"kenapa apanya?" tanya Weiwei yang baru mengeluarkan suara nya.


"ish sudahlah. kalian semua menyebalkan" ucap Amora yang mengerucut kan bibir nya kesal. Namun sikap Amora yang sekarang terlihat lebih terbuka dan menampilkan sikap manjanya membuat siapa saja yang melihatnya merasa gemas dan lucu. Semuanya tertawa kecuali Kaisar Wei yang hanya tersenyum melihat tingkah anak-anak nya yang sekarang lebih dekat.


"ayah lihat mereka. mereka sangat menyebalkan dan malah menertawakan ku" ucap Amora yang meminta pembelaan dari Kaisar Wei.


"sudah-sudah kalian tidak melihat bibir adik kalian yang sudah seperti bebek ini" ucap kaisar Wei sambil terkekeh dan membuat mereka yang menertawakan Amora semakin kencang tertawa.


Mereka sekarang terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia, apalagi sikap Amora yang sudah tidak terlihat dingin lagi. Di tempat itu, mereka menghabiskan waktu bersama berbagi cerita, canda dan tawa mereka. Membuat para pelayan dan pengawal yang melihat nya tersenyum senang melihat kedekatan keluarga bahagia itu. Apalagi melihat Kaisar Wei, Putra Mahkota Marcellino dan Pangeran Ian yang tertawa lepas seperti itu. Sangat jarang mereka lihat nya.


"kalian benar-benar menyebalkan. tidak ada yang membela ku di sini" sungut Amora.


"uluh-uluh putri kecil kita sedang merajuk. Haruskah kita membujuknya" ucap Putra Mahkota Marcellino.


"ku rasa tidak"

__ADS_1


"hahahhahah"


"lihat saja nanti, jika kalian meminta bantuan padaku aku tidak akan mau membantu" ucap Amora.


"sudahlah kalian sangat senang menggoda adik kalian itu" ucap Kaisar Wei yang turut senang melihat kedekatan mereka.


"ayah rasa kau sudah lebih terbuka dan menerima semuanya" ucap Kaisar Wei.


"yah kurasa jika aku hanya merenung atau bersedih itu percuma. semuanya tidak akan berubah, aku juga tidak akan mendapatkan apa-apa. lebih baik aku mengikhlaskan walau terkadang aku juga merasakan rasa rindu itu lagi..."


Amora terdiam untuk sesaat.


"oh iya, aku mempunyai urusan di suatu tempat. Seperti nya aku harus segera pergi" ucap Amora yang baru mengingat sesuatu dalam pikiran nya. Karena kejadian kemarin ia sampai lupa dengan semuanya.


"seperti nya aku akan melewatkan makan malam, kalian makanlah duluan jangan menungguku. jangan khawatir aku hanya ingin melihat sesuatu" ucap Amora kemudian langsung hilang dari pandangan bagai di tiup angin.


menyisakan empat orang berbeda usia yang sedang saling pandang. "apakah kalian mengetahui nya?" tanya Putra Mahkota Marcellino. dan di jawab gelengan kepala oleh semua orang.


"sudahlah mungkin dia memang memiliki urusan di luar. Dia sangat pintar dan berbakat"


semuanya pun mengira hal sama dengan ucapan barusan. Memang Amora terlihat sangat cerdas dan berbakat ia pasti memiliki banyak ide di kepalanya tentang hal-hal yang menarik dan bermanfaat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"kenapa kau lama sekali datang nya" dengus Alex pada Amora yang datang terlambat dari yang di janjikan mereka berdua.


"maaf tadi aku terlalu asik di istana. heheh" ucap Amora sambil nyengir menampilkan gigi putih nya.


"sudahlah ada hal yang lebih penting daripada membahas ini"


"apa?"


"anak buah ku baru saja mendapatkan informasi benar-benar tidak masuk akal. Awalnya aku tidak percaya dengan laporan yang dia berikan pada ku. Namun saat aku cek kebenaran nya, ternyata dia memang benar. Kau lihat baik-baik daerah ini!" ucap Alex yang menyodorkan sebuah peta yang lumayan besar wilayah nya.


"bukankah ini peta Kekaisaran Timur?" tanya Amora saat mengamati peta tersebut.


"ya, kau bilang tidak apa-apa kan mengawasi daerah lain selama itu tidak melanggar hukum dan juga sudah mendapatkan persetujuan dari pemimpin daerah tersebut" ucap Alex, memang benar Amora tidak mempermasalahkan hal itu selama tidak ada yang rugi dari kedua pihak dan juga sudah mendapatkan persetujuan.


"ya, jadi kau memutuskan untuk mengirimkan beberapa orang ke sana untuk memantau daerah itu. memangnya apa tujuanmu dan keuntungan yang akan kita dapatkan dari sana?" tanya Amora yang terus saja memperhatikan daerah-daerah yang sudah di tandai di peta Kekaisaran Timur.


"tujuan ku sebenarnya untuk memantau jika ada orang dari kekaisaran lain yang membuat masalah atau mungkin pemberontak akan mudah di tangkap. Tapi ternyata di sana Kaisar Han meminta orang-orang kita untuk di jadikan prajurit penjaga di berbagai daerah di sana aku setuju dengan beberapa syarat yang sudah aku ajukan agar tidak merugikan pihak kita. Semuanya berjalan lancar dan mereka melakukan tugas mereka dengan baik, satu bulan terakhir ada beberapa kejanggalan dari desa Xanthi dan Taxia yang belum bisa dipastikan namun dua desa ini seperti mulai menjauh dari beberapa akses yang terhubung dengan kerajaan. Setiap orang yang di tugaskan untuk melihat daerah ini berkata bahwa desa itu sangat sunyi seperti tidak ada kehidupan namun ada beberapa bangunan yang entah itu apa kami masih menyelidiki nya" jelas Alex yang menjelaskan beberapa kejanggalan yang terjadi pada desa Xanthi dan Taxia yang berada di daerah ujung timur, Kekaisaran Timur.


...****************...

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2