
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"tapi tunggu! jika benar itu dia lalu pria itu siapa? dan kenapa mereka membicarakan ku? apa ada hal lain yang belum aku ketahui? tapi apa? aku hanya mendapatkan ingatan tentang putri mahkota Mora sampai di situ saja. lalu mengapa pria itu juga ingin kematian diri ku lebih cepat. jika untuk mendapatkan kekuasaan, kekuasaan apa lagi! selir Riu sudah dapat, putri Raina akan menjadi calon permaisuri. lalu hubungan nya dengan pria itu apa? apa jangan-jangan..." Amora menggantung ucapan nya sambil memikirkan kemungkinan besar yang akan terjadi tapi rasa nya aneh.
ia merasa bukan hanya selir Riu dan putri Raina saja yang menginginkan kematian diri nya. ada orang lain yang ikut dalam kejahatan ini. tapi dia sama sekali tidak mengingat hal apapun kecuali semua kejahatan selir Riu dan putri Raina pada putri mahkota Mora. jika pria itu juga ada hubungan nya dengan ini semua. bukankah berarti semua bukti yang ia pegang saat ini belum berarti apa-apa untuk mereka. bisa saja jika pada saat semua nya terbongkar ada yang menyelamatkan selir Riu dan putri Raina. tapi apa tujuan nya? jika menginginkan kekuasaan bukankah selir Riu sudah mendapat kan nya dan putri Raina akan menjadi permaisuri. lalu kekuasaan apa lagi?
atau mungkin ini semua sebenarnya tentang kaisar Wei. lalu jika mereka menginginkan posisi kaisar mengapa harus dia yang menjadi target mereka. bukankah seharusnya putra mahkota Marchelino yang notabene nya akan menjadi kaisar masa depan? kenapa harus dia yang menjadi target mereka. apa sebelum kematian nya, putri mahkota Mora pernah melihat sesuatu yang membuat mereka terancam dan menginginkan kematian nya. tapi apa ia sudah mencoba mengingat-ingat nya lagi tapi hasilnya nihil. tidak ada.
"lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? jika membongkar semua nya kemungkinan akan menjadi lebih bahaya karena mereka sudah tahu gerak-gerik ku. lalu jika aku diam saja bukankah sama saja jika aku membiarkan mereka membuat kekacauan? semua nya menjadi tambah rumit. lalu apakah mungkin logo ini juga berhubungan dengan mereka. itu artinya semua nya tidak se-mudah yang aku bayangkan ada hal lain yang harus aku ketahui lebih dalam lagi. jika seperti ini aku harus turun tangan langsung" ucap Amora yang tangan nya menggenggam erat logo itu.
__ADS_1
melihat semua nya yang rumit membuat Amora menjadi seperti banyak beban yang susah dan haraus di selasaikan. Amora mendesah frustasi itu artinya ia akan lebih lama di zaman ini. tapi ia juga terkadang merasa mungkin saja dirinya tidak akan pernah kembali walau tugasnya sudah selesai semua, mengingat saat kecelakaan banyak sekali luka yang ada di tubuh nya dan membuat Amora menjadi ragu dengan harapan nya.
"ingat jangan pernah ragu mor. kau masih mempunyai banyak yang harus di selesaikan kau tidak ingin menyesal bukan. jangan membuat kesalahan untuk kedua kalinya" gumam Amora yang menyemangati diri nya sendiri agar tidak ragu dan terus melangkah ke depan dan berusaha melewati semua yang menjadi rintangan nya.
"kesalahan apa?" tanya seseorang yang tiba-tiba datang dan mengagetkan Amora.
"apakah kau akan terus menghindar dan menjauhi kami? seperti nya kau sangat membenci kami dan belum bisa menerima kami kembali!!" lirih orang itu dengan tersenyum miris.
"aku hanya mengikuti apa yang kalian mau dengan cara bersikap seolah kita orang asing. dan menganggap diri ku musuh di tengah-tengah kalian!" ucap Amora yang menatap sinis orang itu walau ada rasa iba di hati nya. namun ia tetap pada pendirian nya sampai waktu nya tiba.
__ADS_1
orang tersebut bungkam mendengar nya ia akui bahwa diri nya memang sangat jahat dan tega pada gadis di depan nya ini. ia menyadari begitu banyak luka yang di alami hanya karena diri nya. tapi ia sangat ingin merasa egois dulu untuk saat ini dan membuat Amora dapat mencoba setidaknya menerima kehadiran nya walau belum bisa memaafkan kesalahannya.
"maaf. aku tau kau tidak akan mudah memaafkan kami tapi bisakah kau mencoba menerima kami setidaknya sebagai teman. aku datang ke sini ingin meminta mu datang dan temui ayah. ia sedang sakit dan membutuhkan mu saat ini" ucap orang itu menyampaikan tujuan nya mendatangi Amora.
"kenapa harus aku? bukankah ia lebih suka dan rela di temani istri dan putri kesayangannya itu. kenapa tidak menyuruh mereka saja. aku tidak punya waktu untuk orang yang tidak menginginkan kehadiran ku" ucap Amora dan hendak pergi meninggalkan orang itu sendirian.
...****************...
_To Be Continued_
__ADS_1