
"mengerti"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah itu semua nya pun bergotong royong dan mengerjakan tugas masing-masing ada yang membuat pondasi nya ada yang menyiapkan peralatan nya dan masih banyak lagi. sedangkan Amora dia masih berfikir apa yang harus di lakukan untuk membuat semua nya cepat selesai
"hidup di zaman ini sungguh sangat membosankan tidak ada tv, hp, laptop, komputer, game apa gitu hidup di sini gini gini semua nya harus ngikutin perintah kerajaan bisa mati kebosanan gue di sini kalo ga ada temen_-" batin Amora dengan wajah bete dia sangat merindukan kehidupan nya di masa depan bisa bebas melakukan apapun dia bisa berjalan-jalan kemanapun jika di sana karena banyak nya tempat wisata sedangkan di sini hanya ada pasar, tempat perbelanjaan, gitu gitu aja.
setelah markas sudah siap di tempati
(markas White Fox dengan aula utama nya terletak di ruangan bawah tanah yang kedap suara)
(kamar Amora)
...----------------...
"baik karena semua nya sudah siap kalian aku beri waktu istirahat 30 menit setelah itu kita mulai latihan bela diri karena kemampuan bela diri kalian masih minim nanti kalian semua akan aku ajarkan bela diri versi diri ku sendiri" ucap Amora dengan lantang
"baik Queen?!" ucap seluruh anggota dengan serempak.
30 menit kemudian
"saya akan beri contoh sekaligus penjelasan nya jadi kita tidak memakan waktu yang banyak agar dapat cepat istirahat!" ucap Amora.
"baik Queen" ucap mereka serempak lagi
" pertama-tama kita ambil posisi ini dan bla bla bla bla ............"
__ADS_1
"jadi seperti itu kalian sudah mulai dapat mengembangkan kemampuan kalian walau hanya sedikit demi sedikit mungkin untuk hari ini cukup segitu saja kalian sudah mulai beroperasi dan menyebar ke seluruh kerajaan laporan nya kalian berikan kepada Alex nanti biar dia yang memberikan nya pada ku. kalian semua kembali ke tempat masing-masing dan beristirahat untuk memulai esok hari setiap sore kita latihan lagi. ada yang ingin di tanyakan?" ucap Amora panjang lebar memberikan penjelasan kepada seluruh anggota White Fox
"tidak ada Queen" ucap seluruh anggota
"baik aku pergi dulu selamat beristirahat"
Wooooosh
setelah mengucapkan itu Amira langsung pergi dengan cepat dia sudah terlatih untuk melakukan semua itu karena memang saat di kehidupan sebelum nya Amora sangat dididik keras oleh orang tua nya tapi dengan kelembutan.
...****************...
setelah menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di paviliun mawar hari ini badan nya lengket dan ingin segera membersihkan diri.
"Weiwei ....... Weiwei" ucap Amora mencoba memanggil pelayan pribadi nya.
"ah, hah ... hah .... iya nona ... hah" ucap Weiwei menetralkan jantung nya karena habis berlari kencang.
"baik sudah oh ya nona kau sudah kembali? sejak kapan? kenapa aku tidak melihat nya?" tanya Weiwei
"baru saja aku sampai tadi nya aku memanggil mu ingin meminta tolong untung menyiapkan air hangat untuk ku tapi setelah melihat kau berlari tergesa-gesa seperti nya ada sesuatu?" tanya balik Amora
"ah itu tadi ada beberapa ular yang masuk kedalam kamar nona aku pun tak taau dari mana datang nya ular-ular tersebut saat aku ingin masuk dan menyiapkan air hangat untuk nona tiba-tiba aku melihat ular-ular tersebut jadi nyaa aku berteriak dan meminta pertolongan dari luar" jelas Weiwei dengan panjang lebar.
"yah kemungkinan itu hadiah dari salah satu duo siluman tersebut sudahlah untuk urusan itu biar aku saja yang urus kau siapkan saja air hangat untuk ku mandi" perintah Amora dengan seringaian kecil yang terbit di bibir nya.
"ba ... baik nona" ucap dengan sedikit gugup
'aneh nona tidak pernah tersenyum seperti itu dan kenapa setelah kejadian keracunan itu nona menjadi aneh apa jika ada seseorang yang sehabis sekarat dapat merubah karakter seseorang' batin Weiwei ia terus berfikir apa yang terjadi pada nona nya kenapa ia berubah setelah keracunan yang di sebabkan oleh dua orang yang sering Amora sebut sebagai duo siluman. nona nya sekarang berbeda dan banyak berubah. meskipun begitu ia akan tetap menyayangi nona nya ini.
setelah selesai membersihkan diri
__ADS_1
saat ini Amora tengah memakai pakaian hitam persis seperti ninja ia berniat ingin mengerjai kedua musuh nya itu di dalam saku nya ada kecoa, bangkai tikus, semut gatal, dan beberapa ular kecil yang ia simpan di dalam toples.
"hehhe mari bermain karena semua nya sudah siap kita tinggal menaruh nya di bawah kasur dan tempat tempat yang aman" ucap Amora di dalam hati sambil tertawa kecil.
"nona .... nona anda ingin pergi kemana? ini sudah malam dan kenapa nona memakai pakaian seperti itu?" tanya Weiwei penasaran karena ia sama sekali belum di beritahu rencana apa yang di siap kan Amora.
"ah, tadi kata mu ada ular tiba-tiba di sini dan pasti yang mengirim kan ular-ular tersebut adalah 'mereka' jadi aku juga mempunyai inisiatif sendiri untuk memberikan mereka hadiah yang lebih mewah tentu nya" ucap Amora dengan seringaian kecil di wajah nya.
"apa tidak akan ketahuan bagaimana jika nona tertangkap?" ucap Weiwei
"tenang saja aku sudah ahli lagi pula selama ini aku selalu keluar kediaman tidak ada yang tau dan tidak ada yang menghukum ku jadi jangan khawatir aku pergi dulu kau istirahat lah!" ucap Amora
"baik nona" ucap Weiwei kemudian berjalan keluar setelah memberi hormat kepada Amora.
"hmm siapa dulu ya si Raina atau si Riu bingung saya" gumam Amora dengan suara kecil.
paviliun milik selir Riu
Amora mengendap-endap masuk ke dalam kamar selir Riu karena hari sudah malam takut membangun kan target nya. setelah di cek seperti nya semua nya aman tidak ada orang hanya dua penjaga yang tertidur di depan yang menjaga kediaman tersebut. kemudian Amora memasuk kan apa yang ada di saku nya ke bawah kasur dan ular yang ia keluarkan ke lantai. setelah selesai ia hendak pergi dari sana namun sebelum pergi ia tak sengaja menginjak cermin yang ada di lantai sehingga mengeluarkan suara.
'tak' (atau apa lah aku gak tau bunyi kaca retak gimana anggap aja begitu)
"emmmh Lusi apa yang kau lakukan" ucap selir Riu yang masih dengan mata terpejam karena mengantuk.
"tidak ada aku hanya mengambil sesuatu saja anda tidur lah lagi" ucap Amora dengan suara yang sedikit di buat buat supaya menyerupai Lusi (pelayan pribadi selir Riu)
"emm kau menganggu saja" kemudian selir Riu tertidur lagi
"huh syukurlah"
...****************...
__ADS_1