
saat ini Amora terlihat sedang berjalan-jalan di tempat-tempat yang ada di kerajaan untuk mengusir rasa bosan sekaligus bisa untuk mencari bukti lain untuk ia dapatkan agar saat hari di mana ia harus dapat membuktikan kejahatan selir Riu dan putri Raina ia bisa memperlihatkan nya secara menyeluruh kepada seluruh dunia. agar ia bisa dengan bebas dan puas untuk menghukum mereka berdua.
untuk kaisar Wei, putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian akan ia serahkan semua nya pada putri mahkota Mora yang asli karena tugas ia hanya untuk membalaskan dendam nya dan memperbaiki nama putri mahkota Mora yang sudah terlanjur buruk. dan berharap saat tugas nya selesai ia bisa kembali lagi ke tempat nya semula dan menjalani hidup seperti biasa di sana.
karena meskipun ia merasa sudah nyaman dan terbiasa dengan tempat dan suasana di sini namun tetap saja ia merindukan banyak hal di sana. keluarga, saudara, kekasih dan teman-teman nya yang sangat ia sayangi. walau di sini juga mungkin ada yang menyayangi nya namun itu mereka menyayangi nya karena ia menjadi putri mahkota Mora bukan sebagai Amora diri nya sendiri. dan jika ia mengatakan yang sebenarnya kepada mereka semua belum tentu mereka akan menyayangi nya seperti sekarang.
meskipun sekarang keadaan nya kurang stabil karena sudah banyak orang yang mengawasi setiap gerakan nya dan banyak juga yang sudah menginginkan nyawa nya. jika di pikir-pikir lagi ia menduga bahwa di balik kekacauan ini semua pasti bukan hanya karena selir Riu, kemungkinan besar ada seseorang di balik selir Riu yang mempunyai kekuasaan besar dan licik. karena jika hanya karena selir Riu itu sangat tidak mungkin melihat dari sifat selir Riu yang cenderung ceroboh, tempramental dan hanya menginginkan kekuasaan membuat nya berfikir dua kali.
"bagaimana? apa kau sudah melenyapkan nya?" tanya seseorang yang berada di balik tembok yang mata nya melihat ke arah sekeliling takut ada yang melihat nya.
__ADS_1
mendengar suara itu Amora langsung bersembunyi di balik tembok di dekat nya. sebenar nya bisa saja ia bersembunyi di semak-semak yang lebih dekat namun karena takut menimbulkan suara akibat gesekan jadi dia lebih memilih di balik tembok saja.
"saya sudah berusaha meracuni nya namun ia seperti nya menyadari bahwa ada racun sehingga tidak memakan nya. saya juga sudah berusaha untuk memprovokasi kaisar Wei namun saya malah mendapat kan hukuman dari pria tua itu. dan tadi saya juga sudah menyuruh seorang ahli racun dan pemanah untuk melenyapkan nya namun sepertinya gagal karena pembunuh itu tidak ada kabar dan belum kembali" ucap seorang wanita yang menjadi lawan bicara orang misterius itu.
"bodoh! bagaimana kau dapat tidak bisa di andalkan hanya untuk melenyapkan gadis kecil saja"ucap pria misterius dengan nada marah namun tidak terlalu keras.
"mohon maaf tuan tapi setelah ia mengalami kecelakaan itu ia seperti bukan gadis kecil yang bisa kita remehkan lagi. seperti nya ia sudah menyadari beberapa hal yang Janggal dan berusaha mengorek semua informasi untuk di jadikan bukti" ucap wanita itu yang menundukkan kepalanya karena takut dengan kemarahan pria itu.
"mohon maaf atas kelalaian saya tuan mungkin kita memang harus berusaha lebih keras dan terus waspada pada gadis itu. karena tinggal sedikit lagi kita dapat mendapat kan apa yang kita inginkan sampai sejauh ini" ucap wanita itu.
__ADS_1
"ya kau benar awasi terus diri nyaa dan jangan sampai lengah" ucap pria itu sedikit gusar setelah mendapat kan informasi itu. meskipun ada beberapa yang Amora kurang paham dengan pembahasan nya. namun ia menyadari bahwa gadis kecil yang di bicarakan adalah diri nya.
"tu-tuan bagaimana jika sekarang kita bersenang-senang terlebih dahulu. saya akan memuaskan anda dengan baik agar menghilang kan kegelisahan hati anda" ucap wanita itu dengan ragu yang menimbulkan senyum licik di bibir pria itu. dan juga menimbulkan ekspresi jijik di wajah Amora.
dan yah terjadilah adegan panas di sana yang membuat Amora muak dan menutup mata serta telinga nya . lalu bergegas pergi dari sana karena takut tak tahan dan malah ketahuan oleh dua pasangan mesum yang sangat mengganggunya.
"gila! kupikir dia masih polos ternyata sudah melewati banyak hal di balik wajah polos nya. sungguh menjijikan mengingat wajah nya lagi." ucap Amora yang masih mengingatnya hal menjijikan tadi membuat nya bergidik ngeri dengan orang-orang di zaman ini yang sangat mementingkan status sampai berbuat jahat.
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_