
kaisar Wei, ksatria Barnard, selir Riu dan putri Raina sama-sama melihat ke-arah laptop Amora yang memunculkan sesuatu yang mengejutkan. di sana terlihat jelas sebuah rekaman video yang mungkin mereka lihat seperti melihat kejadian di dunia dengan cara ajaib. di dalam rekaman tersebut selir Riu dan putri Raina membuat rencana tersebut dengan menyogok beberapa orang untuk ikut berbohong bahkan sampai membuat luka palsu pada tubuh mereka agar terlihat lebih nyata. hal tersebut tentu membuat kaisar Wei mengeras kan rahangnya marah dan geram karena telah di tipu dan di bodohi dengan begitu mudah nya oleh mereka. Selir Riu dan putri Raina yang melihat ekspresi wajah kaisar Wei pun berkeringat dingin cemas dan bingung harus bagaimana lagi karena tidak bisa mengelak nya.
"lihat bahkan mereka membuat tipuan dengan begitu rapi sehingga kalian pasti sangat mudah percaya karena kalian hanya akan mendengar sebuah kebohongan yang sudah sering di dengar banyak orang daripada sebuah kenyataan yang belum pernah orang lain dengar. membuat mata kalian buta dan tak bisa melihat kebenaran nya" ucap Amora menutup laptop nya
"SELIR RIU, PUTRI RAINA?! kalian berani-berani nya membohongi ku bahkan memfitnah putri mahkota dengan cara yang begitu menjijikan seperti ini?!" ucap kaisar Wei dengan nada tinggi karena amarah.b
"i-itu ti-tidak benar yang mulia kita tidak tau apa yang ia lakukan saat kemarin karena tidak ada dia di istana ..." ucapan selir Riu langsung di potong dengan cepat oleh Amora.
"jika kalian sudah tau aku tidak ada di istana, bagaimana cara nya aku menyakiti kalian berdua?" tanya Amora dengan santai sedikit tersenyum melihat ketakutan pada diri selir Riu dan putri Raina.
"i-itu kau membayar seseorang untuk menyakiti kami dan mencoba membunuh kami ya begitu" ucap selir Riu mengelak lagi dengan jawaban yang justru membuat senyum di bibir Amora semakin terlihat dan putri Raina terus menunduk karena takut.
__ADS_1
"bukankah kalian bilang di awal kalau pada siang hari aku sedang menghukum para pengawal dan pelayan ku yang membuat kalian datang kepada ku dan kalian di sakiti oleh ku? sekarang mengapa cerita nya beda lagi? apakah benar jika kalian hanya mencoba menipu dan membodohi kami semua di sini?"ucap Amora yang mana membuat selir Riu kehabisan kata-kata untuk membalas perkataan Amora. tidak seperti dulu yang selalu menghina dan merendahkan sekarang dia tidak bisa apa-apa lagi.
"i .. i .. it-"
"DIAM?!" bentak kaisar Wei dengan menahan amarah supaya lebih tenang.
"selir Riu dan putri Raina kalian sudah membohongi ku dengan cara seperti ini dan bahkan memfitnah putri mahkota. kalian akan di hukum dengan hukuman. selir Riu kau hukum cambuk dengan papan sebanyak 30 kali dan di larang keluar kediaman mu selama sebulan. sedangkan kau putri Raina, kau akan di hukum cambuk dengan rotan sebanyak 20 kali dan di larang keluar kediaman mu selama sebulan." keputusan kaisar yang terdengar seperti perintah yang tak bisa di abaikan
"tidak ada tapi-tapian jika kalian protes kalian akan di tambahkan hukuman nya!" ucap kaisar Wei dengan suara dingin membaut selir Riu dan putri Raina hanya bisa diam dan menuruti keinginan kaisar.
"ksatria Barnard bawa mereka keluar dan jalani hukuman mereka." ucap kaisar Wei.
__ADS_1
"baik yang mulia"
kemudian ksatria Barnard pun membawa selir Riu dan putri Raina dengan beberapa pengawal supaya tidak lepas atau kabur. setelah melihat mereka keluar Amora pun berdiri dan berjalan menuju pintu keluar namun terhenti saat mendengar suara kaisar Wei.
"siapa yang menyuruh mu keluar? aku belum memerintahkan mu untuk pergi" kata itu lah yang di ucapkan dari mulut kaisar Wei
"lalu untuk apa lagi aku di sini? bukankah aku hanya di panggil ke sini untuk menjelaskan semua nya. dan itu sudah aku lakukan" ucap Amora dengan nada dingin. yang mampu menusuk hati kaisar sampai dalam
"apakah salah jika aku ingin menghabiskan waktu bersama putri ku sendiri?" ucap kaisar Wei dengan lembut yang mana malah membuat Amora ingin menangis dan bertanya, mengapa? mengapa baru sekarang? disaat semuanya sudah berubah dan berbeda? lalu apa artinya semua ini? tidak!! Amora harus kuat jangan lemah hanya karena perkataan nya barusan ingat semua yang telah ia lakukan pada putri mahkota. yang membuat ia kehilangan nyawa nya.
"aku? putrimu? bukankah kau bilang jika kita bertemu dan tidak ada orang luar yang melihat anggaplah kita hanya ORANG ASING!! jadi jangan berbicara aneh lebih baik aku pergi daripada buang-buang waktu ku yang berharga untuk bersama ORANG ASING!!" ucap Amora penuh penekanan terutama pada kata 'orang asing'
__ADS_1