
"ti...tidak aku ... aku" ucap putri Raina terbata-bata gugup untuk mencari alasan agar tidak di salahkan karena mulut nya yang keceplosan menyebut Amora dengan sebutan anak ******.
"PUTRI RAINA kau aku hukum dengan hukuman cambuk sebanyak 30 kali dan menghafal seluruh isi buku yang menjelaskan peraturan tentang kerajaan. serta di larang keluar kediaman selama 1 Minggu." perintah kaisar Wei dengan tegas yang masih menahan amarah nya karena masih menganggap putri Raina adalah putri nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada akhirnya Putri Raina pun di hukum dengan hukuman yang kaisar Wei perintah kan. walau ia sudah mencoba menjelaskan kepada kaisar Wei bahwa ini semua tidak seperti kelihatan nya, tapi ia tetap juga di hukum dan kenyataan seperti ini membuat nya geram dan marah. karena baru kali ini ia melihat sisi Amora yang sangat penuh sandiwara, padahal dia sendiri juga seperti itu namun ia tetap tidak sadar dan menyalahkan Amora.
sedangkan Amora saat ini sedang di baringkan di tempat tidur di kediaman Amora oleh putra mahkota Marchelino dengan di bantu kaisar Wei juga. mereka berdua melihat ke arah Amora dengan tatapan khawatir. lalu melihat seluruh isi ruangan itu yang mengingatkan bahwa mereka berdua sama sekali tidak pernah datang kemari bahkan menanyakan keadaan Amora pun mereka tidak. hal itu menambah rasa bersalah dan penyesalan.
"eugh"
terdengar lenguhan dari bibir Amora yang membuat kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino langsung mengalihkan padangan nya ke arah Amora yang terlihat kelopak mata nya mulai terbuka.
"putri ku kau baik-baik saja?" tanya kaisar Wei yang menanyakan keadaan Amora.
__ADS_1
"bagaimana keadaan mu? apa perlu aku panggil tabib kemari?" tanya putra mahkota Marchelino yang juga menanyakan keadaan Amora.
"tidak perlu. lagipula ini hanya tamparan aku sudah terbiasa akan hal ini. bukankah dulu juga kalian pernah menampar ku melebihi ini? jadi tidak perlu mengkhawatirkan ku tubuh dan hati ku sudah terbiasa mendapat luka" ucap Amora dengan nada dingin dan tatapan nya hanya terus mengarah ke arah luar jendela kamar.
pernyataan Amora tersebut tentu saja membuat hati kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino tercubit mereka berdua menjadi semakin merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan dahulu. karena sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing suasana di kamar Amora pun menjadi hening tanpa ada yang mencoba memulai pembicaraan.
"bisakah kalian meninggalkan ku sendiri? aku sedang ingin beristirahat dan tidak ingin di ganggu!" ucap Amora yang kembali terdengar suara nya setelah beberapa saat hening tanpa suara.
"tapi keadaan mu bagai-" perkataan kaisar Wei terhenti ketika mendapat tatapan tajam dan dan dingin milik Amora yang membuat nya menciut.
"aku hanya perlu istirahat lagipula aku bukan lagi gadis lemah yang selalu kalian sakiti. aku hanya meminta untuk kalian meninggalkan ku apakah itu sulit?" tanya Amora
kemudian kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino pun pergi dari kediaman Amora meninggalkan Amora sendirian yang masih terus terdiam dengan pikiran yang berkecamuk. lalu dia mengingat kembali perlakuan kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino pada putri Mora dulu. membuat nya bingung harus bagaimana. ia ingin membenci dan membalas semua perlakuan itu dengan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama yang pernah mereka lakukan dan mungkin ingin lebih. namun hati nya berkata lain. hati ada rasa di mana ia ingin bersama kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino. walau ada juga rasa kecewa, marah dan benci saat menatap kaisar Wei dan putra mahkota Marchelino yang membuat nya bingung harus bagaimana.
"ikuti saja alurnya terlebih dahulu. biarkan waktu yang menjawab semua nya" gumam Amora.
__ADS_1
"adik kau baik-baik saja bukan?" tanya Weiwei pada Amora ketika melihat Amora sedang termenung dengan tatapan kosong
"ya memang nya aku kenapa?" tanya balik Amora.
"tidak seperti nya kau sedang banyak pikiran. apa karena ada sesuatu di saat makan malam tadi atau karena hal lain?" ucap Weiwei entah kenapa ia merasa Amora menjadi banyak melamun.
"kakak semakin lama semakin kepo aku bingung sejak kapan kakak jadi cerewet seperti ini" ucap Amora
"jangan mengalihkan pembicaraan jawab saja pertanyaan ku. pertanyaan ku itu tidak susah tapi mengapa seperti nya kau dari tadi hanya terus mengalihkan pembicaraan tanpa menjawab" ucap Weiwei yang terus mendesak Amora agar menjawab pertanyaan nya
"bisakah besok saja aku menjawab nya aku sudah lelah dan mengantuk untuk menjawab hal itu akan aku ceritakan besok secara rinci aku janji" ucap Amora yang terlihat sangat lelah.
"baiklah janji kau akan menceritakan nya pada ku besok" ucap Weiwei yang tak tega melihat Amora seperti kelelahan.
"iya"
__ADS_1
...****************...
_To Be Continued_