Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 74


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"jangan berbicara sembarangan, mana mungkin aku mau tidur dengan serigala menyebalkan ini" ucap Weiwei dengan kesal entahlah apa yang membuatnya menjadi kesal seperti ini.


"hei! tupai kecil seperti mu seharusnya bersyukur karena kau bisa dekat dengan ku. Hanya orang-orang tertentu saja" ucap Alex menimpali ucapan Weiwei.


"lihat, kalian saja sudah mempunyai panggilan khusus masing-masing. Jika kalian ingin bermesraan tolong jangan di hadapan ku, aku hanya gadis kecil yang kesepian" ucap Amora kemudian berlalu ke kamar tempatnya tidur.


"ini semua karena mu"


"kenapa menyalahkan ku?"


"harusnya kau tidak ikut masuk kau membuatnya salah paham" ucap Weiwei


"kau dengar tadi, dia bilang tidak masalah jika kita melakukan sesuatu jadi yang ku lakukan saat ini itu tidak salah" ucap Alex uang sedikit tidak terima diri nya di salahkan.


"sudahlah kau keluar saja aku ingin beristirahat" ucap Weiwei kemudian mendorong tubuh Alex keluar kamar penginapan nya dan menutup pintu nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


burung berkicau ke sana kemari, angin terasq berhembus masuk ke dalam pori-pori kulit tubuh, terdengar suara embun pagi yang menyegarkan, matahari juga mulai nampak.

__ADS_1


Pagi ini Amora, Weiwei, Alex, Putra Mahkota Deoland dan beberapa orang lainnya kembali ke desa Xanthi dan Taxia untuk melakukan penyelidikan ke dua mereka. Tinggal beberapa tempat yang akan mereka selidiki kemungkinan mereka dapat kembali lebih cepat dari kemarin. Saat ini mereka semua sudah terlihat berkumpul di daerah luar perbatasan desa Xanthi dan Taxia sama seperti kemarin. Tempat yang mereka selidiki kali ini ada di bagian paling dalam desa, seperti goa-goa, bukit-bukit, dan perbatasan antara hutan dan desa tersebut.


"kalian sudah siap?" tanya Amora kepada Weiwei dan Alex.


"kami siap" ucap mereka berdua serempak


"ingat hal ini kalian harus serius dan fokus jangan sampai ada yang terlewat" ucap Amora sedikit memberikan peringatan untuk penyelidikan ini.


"iya, kamu mengerti"


"apa semua nya sudah siap?" tanya Putra Mahkota Deoland yang datang dan bertanya dengan persiapan mereka.


" semua nya sudah siap kita tinggal masuk saja" ucap Amora mewakilkan ke-dua temannya.


mereka pun berpisah di sana dan fokus pada penyelidikan kali ini, ini adalah penyelidikan ke-dua untuk mendapat kan informasi dan untuk mengantisipasi hal-hal buruk saat penyelidikan malam hari nya yang entah akan selesai dalam semalam atau mungkin sama seperti saat ini yang membutuhkan dua hari untuk penyelidikan siang nya.


...----------------...


di dalam sebuah goa yang tidak terlalu besar terdapat dua orang berbeda jenis kelamin yang tak lain adalah Putra Mahkota Deoland dan Amora. Di dalam goa tersebut mereka hanya berdua saja karena yang lainnya memeriksa daerah lainnya dengan berkelompok 2-3 orang. Menyadari mereka hanya berdua saja Putra Mahkota Deoland tidak melewatkan kesempatan ini, ia ingin menanyakan dengan apa yang di maksud oleh Amora kemarin malam karena tidak ingin terlalu bahagia ternyata tidak sesuai dugaan. Meskipun ia sudah menduga sejak awal namun ia belum punya bukti ia takut akan kecewa.


Putra Mahkota Deoland menarik tangan Amora agar Amora menghadap pada nya dan dapat menatap mata hitam kecoklatan Yaang teduh miliknya.

__ADS_1


"apa kau tidak ingin menjelaskan maksud dari perkataan mu kemarin malam?" tanya Putra Mahkota Deoland kini ia terlihat serius.


" apa yang ku jelaskan" ucap Amora dengan wajah polosnya.


"kau tahu jelas maksud ku, dan bisakah kau membuka penutup wajah mu ini agar aku dapat melihat jelas siapa diri mu?" ucap Putra Mahkota Deoland yang merasa gemas dan ingin menarik penutup wajah Amora namun ia tahan karena takut membuat Amora merasa tidak nyaman dan itu juga termasuk tindakan tidak sopan.


"kita selesaikan dulu saja penyelidikan ini agar cepat selesai setelah selesai kau boleh menanyakan apapun yang ada di pikiran mu dan aku akan berusaha untuk jujur" ucap Amora sambil mengulum senyum manisnya walau tidak terlihat namun Putra Mahkota Deoland tahu bahwa Amora kini tengah tersenyum pada nya.


Mendengar ucapan Amora ia pun melepaskan genggaman tangan nya lalu kembali fokus pada penyelidikan agar cepat selesai dan ia bisa bertanya sepuasnya.


...****************...


di sisi lainnya di pinggir sebuah sungai yang terlihat jernih namun juga sedikit aneh di sana terlihat Alex dan Weiwei.


"Lex" Weiwei memanggil nama Alex dan membuat si empu nya menoleh pada nya.


"kenapa?" tanya alex mempertanyakan kenapa Weiwei memanggilnya.


"apa kau merasa bahwa akhir-akhir ini Amora dan Putra Mahkota Deoland terlihat dekat dan akrab?" ucap Weiwei yang merasakan kedekatan antara Amora dan Putra Mahkota Deoland.


"mungkin saja, biarkan saja dia melakukan apapun selagi masih di batas wajar. aku rasa ini juga merupakan hal yang baik untuk nya" ucap Alex yang memberikan pendapat nya tentang kedekatan Amora dan Putra Mahkota Deoland.

__ADS_1


...****************...


_To Be Continued_


__ADS_2