
yah tujuan utama ia membalas kan dendam putri mahkota Mora adalah karena ia ingin segera menyelesaikan tugas nya di sini dan berharap ia akan kembali ke kehidupan nya. walau ia tidak tau apa harapan nya dapat menjadi kenyataan. namun ia akan terus berdoa dan terus berusaha agar harapan nya terkabul.
"kakak" ucap Amora langsung berlari ke arah Weiwei dan memeluk-nya erat saat melihat Weiwei.
"hei adik ku yang manis ini kenapa?" tanya Weiwei yang merasa aneh dengan sikap Amora
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"kakak bisakah aku meminta pendapat dari mu. sejujurnya sekarang aku sedang bingung apa yang harus ku lakukan. aku tidak punya seseorang yang bisa ku andalkan selain kakak" ucap Amora dengan wajah bimbang yang sedikit gelisah juga. antara menceritakan nya atau biarkan di yang memendam nya sendiri.
"memang nya apa yang membuat mu bingung aku akan selalu ada di sisi mu dan mendukung semua keputusan mu yang terbaik untuk mu. sekarang ceritakan pada ku ada masalah apa?" ucap Weiwei yang memberikan dukungan pada Amora agar tidak menyerah dan putus asa.
Amora menghembuskan nafas pelan lalu menatap ke arah langit biru. "kaisar Wei, putra mahkota Marchelino, dan pangeran Ian selalu saja datang pada ku akhir-akhir ini. aku bingung harus menyikapi mereka seperti apa. mereka terus saja mendekati ku dan meminta maaf pada ku agar membuat aku memberikan kesempatan kedua untuk mereka. aku bingung bagaimana cara menghadapi mereka" ucap Amora yang menatap ke langit lalu menghentikan perkataan nya sebentar dan melanjutkan nya lagi.
__ADS_1
"aku sangat ingin berteriak dan menangis sekencang-kencangnya pada mereka. kenapa mereka baru menyadari sekarang? kenapa tidak dari dulu. jika dulu aku mungkin akan langsung memaafkan mereka dan memeluk-nya. apa karena sikap ku sekarang berbeda dan aku lebih berguna sehingga membuat mereka datang pada ku. apa karena sekarang aku tidak lemah seperti yang mereka kenal" ucap Amora yang terus menatap langit dengan mata berkaca-kaca lalu memejamkan mata nya sehingga jatuh.
"kenapa kau berfikir seperti itu?" tanya Weiwei yang terus memperhatikan Amora.
sesungguhnya ia sedih melihat Amora yang kembali menangis dan menjatuhkan air mata nya. tapi ia sendiri juga bingung harus bagaimana.
"jika aku tidak berubah dan tetap bersikap seperti dulu lagi apa mereka akan seperti ini? ku rasa tidak" ucap Amora lalu tertawa sumbang.
"jika saat di beri racun aku mati apa mereka akan mengkhawatirkan ku? mungkin tidak!" sambung Amora lagi
"ya aku rasa memang harus begitu. baiklah kita ke dalam terlebih dahulu" ucap Amora.
kemudian Amora langsung menghapus air mata nya yang terus keluar saat bercerita ia pun tidak tau kenapa ia jadi sedih dan terbawa perasaan seperti ini. mungkin karena jiwa putri mahkota Mora yang asli merasa sedih ketika mengingat hal-hal yang membuat nya harus menelan pil pahit kehidupan. sehingga ia juga dapat merasakan apa yang di rasakan oleh putri mahkota Mora.
__ADS_1
kemudian Amora dan Weiwei pun langsung beranjak dari sana dan menuju ke kediaman Amora agar dapat bercerita dengan bebas tanpa takut ada yang melihat nya. karena Amora tidak ingin terlihat lemah di depan orang lain selain Weiwei entah itu siapa.
"baiklah sekarang ceritakan semua nya pada ku apa yang membuat mu dapat berfikir dan merasa seperti itu?" ucap Weiwei yang penasaran karena tiba-tiba Amora datang pada nya untuk meminta pendapat nya dan berbicara seperti itu.
sangat membingungkan melihat Amora seperti itu.
akhirnya Amora pun menceritakan semua hal yang telah ia alami hingga keluhan nya secara menyeluruh tanpa ada yang di tutup-tutupi lagu karena ia juga bingung dan tak punya jalan keluar dari masalah nya sehingga lebih baik meminta pendapat dari Weiwei agar meringankan masalah dan beban nya yang ada di dalam hati nya.
"baiklah sekarang aku mengerti! sebelum kakak memberikan pendapat bisakah kau jelaskan apa yang hati mu rasakan saat ini?" tanya Weiwei menanyakan isi hati Amora agar lebih di mengerti.
Amora menghembuskan nafas nya lagi. entah sudah berapa kali ia menghembuskan nafas berat hari ini ia pun tak menghitung nya.
"hati ku merasa aku sangat membenci mereka dan marah saat menatap wajah nya. namun terkadang ada rasa keinginan untuk ku memeluk dan selalu berada dekat di hati kecil ku." ucap Amora yang menunduk lesu
__ADS_1
...****************...
_To Be Continued_