
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Amora menoleh sesaat ke arah Putra Mahkota Deoland dan tersenyum tipis. "ada alasan tertentu kenapa aku lebih nyaman di panggil Amora" ucap Amora...
"kau bilang aku mirip seseorang, jika begitu itu akan sangat mustahil jika orang yang kau maksud adalah aku. Dunia aku dan dia berbeda" ucap Amora dan menyeruput teh di depannya.
Putra Mahkota Deoland menoleh dengan wajah sedikit terkejut dan merasa bingung dengan apa yang di maksud Amora. Menyadari ekspresi wajah Putra Mahkota Deoland Amora meneruskan kata-katanya.
"aku tahu kau sebenarnya bukan Putra Mahkota Deoland, tubuh mu memang tubuh Putra Mahkota namun jiwa mu adalah jiwa orang lain yang bukan berasal dari sini. Bukan begitu?" tanya Amora
"bagaimana kau bisa tahu?"
"aku tahu selama aku bersama mu seharian tadi dan aku menyadari nya. cara makan, berjalan, berbicara, tatapan semuanya terlihat jelas bahwa kau adalah orang lain"...
"jadi sangat tidak mungkin jika orang yang kau ceritakan tadi adalah aku" sambung Amora
"mungkin saja" ucap Putra Mahkota Deoland.
"hei! orang yang kau maksud ada di tempat mu sebelum nya bagaimana bisa menjadi aku" ucap Amora yang mendelik ke arah Putra Mahkota Deoland.
__ADS_1
"seseorang yang ku ceritakan ia sudah tiada sebelum aku datang dan menempati tubuh ini, aku rasa ia juga merasakan hal yang sama dengan ku. Dan aku yakin itu adalah kau" ucap Putra Mahkota Deoland yang sekarang menatap wajah Amora dengan serius walau sebagian wajahnya tertutup kain tipis.
"kenapa kau sangat yakin?" tanya Amora yang tetap tenang walaupun terlihat tatapan Putra Mahkota Deoland yang tajam sangat mengintimidasi.
"hati ku tidak pernah salah jika itu terkait dengan nya, walau kau mengubah tampilan mu. Aku tetap meyakini bahwa kau adalah dirinya" ucap Putra Mahkota Deoland yang tetap dengan posisi nya menatap Amora.
"ku rasa kau memang benar" ucap Amora kemudian tersenyum.
"apa kau sudah mengakui nya, kau mengetahui aku siapa? kau ingat semua yang sudah kita lewati? kau ingat dengan kenangan yang pernah kita lakukan? kau..." Putra Mahkota Deoland bertanya dengan secara beruntun dan cepat sampai Amora yang melihat nya menggeleng kan kepala nya.
"kita lihat saja nanti ku rasa ini masih misteri" ucap Amora.
"kau akan tahu ketika waktu nya sudah tepat dan aku akan menjelaskan semuanya agar kau tidak merasa penasaran lagi. Untuk sekarang aku akan kembali ke penginapan waktu sudah malam, sampai jumpa" ucap Amora kemudian memberikan salam dan berlalu pergi meninggalkan Putra Mahkota Deoland yang sedang termenung masih memikirkan ucapan Amora sampai tidak sadar orang yang ia pikirkan pergi.
"apa mungkin dugaan ku benar bahwa Amora adalah dia?" tanya Putra Mahkota Deoland bertanya pada diri nya sendiri setelah sadar.
Ia tersenyum lebar dan merasa senang jika dugaan nya benar dan ia dapat kembali pada seseorang yang sudah lama ia tunggu.
...****************...
__ADS_1
Amora kembali lagi ke penginapan dengan cepat sedikit terkesan terburu-buru dengan sedikit senyuman di wajah nya. Membelah pusat kota Kekaisaran Timur yang luas sambil menikmati angin malam yang sudah mulai terasa dingin di kulit. kekhawatiran nya selama ini terbayar malam ini walau ada beberapa yang masih menjadi pertanyaan di benak nya, namun ia yakin dengan jawaban nya. Sedikit tidak menyangka harapan dan do'a nya selama ini di dunia kuno yang sekarang ia tempati ini di kabulkan dan di luar pemikiran nya.
Amora sangat bersyukur pada Tuhan yang sudah mengabulkan permintaan nya walau setiap saat berdoa ia sedikit ragu apakah permintaan nya dapat di kabulkan.
"aku harap ini bukan hanya sekedar mimpi ku saja yang dapat hilang saat aku bangun besok pagi, tetapi jika ini mimpi maka aku berharap akan tetap berada di sini dan tak akan pernah bangun"
ucap Amora dalam hati yang merasa senang dengan apa yang terjadi malam ini dan tak ingin hal ini berakhir dan hilang begitu saja.
Sampai di penginapan ia melihat Weiwei dan Alex berada di kamar Amora dan Weiwei, seperti nya mereka berdua sedang melakukan sesuatu namun hal itu berhenti saat melihat Amora datang dan membuka pintu.
"seperti nya kalian sangat senang menghabiskan waktu berdua dan ingin aku selalu pergi atau kah selama ini kalian selalu berdua tanpa sepengetahuan ku" ucap Amora di ambang pintu dengan tangan di lipat di depan dada.
"eh tidak, itu tidak benar tadi Alex ikut masuk datang ke sini dan menganggu ku tapi kami benar-benar tidak melakukan apapun" ucap Weiwei yang sedikit malu di hadapan Amora.
"jika kalian melakukan sesuatu pun aku tidak masalah hanya saja tolong cari tempat agar kalian tidak di ganggu oleh siapapun atau kak Weiwei ingin tidur berdua dengan kak Alex?" ucap Amora.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
_To Be Continued_