Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 57


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"siapa bilang aku membunuh yang mulia kaisar? kau seperti nya terlalu banyak pikiran membuat mu menduga bahwa aku mencoba membunuhnya. itu sangat lucu"ucap Amora sambil tertawa mengejek.


orang-orang yang melihat nya tertawa seperti itu mungkin akan menganggap nya gila karena tertawa di saat diri nya akan di hukum mati.


"kau jangan terus berkelit bahwa kau tidak melakukan apapun. karena saksi dan bukti nya sudah jelas dan mengarah pada mu" ucap selir Riu dengan menunjuk-nunjuk wajah Amora.


di saat mereka berdua berdebat orang-orang melihat mereka dengan tatapan kebingungan untuk mempercayai siapa. mereka sedikit ragu jika putri mahkota Mora mencoba membunuh ayahnya sendiri tapi di sisi lain bukti dan saksi yang ada juga mengarah pada putri mahkota Mora tanpa celah.


"yang mulia kau percaya pada ku kan. kita sudah bersama-sama sejak lama dan aku tidak mungkin membohongi mu sampai sejauh ini. jadi mohon percayalah padaku kau harus menghukum nya" ucap selir Riu yang memasang wajah memelas pada kaisar Wei membuat Amora rasanya ingin muntah dan mengeluarkan isi perutnya.


sedangkan kaisar Wei bingung dan menatap ke arah kedua putranya ia ingin berdiskusi terlebih dahulu. sebenarnya saat mendengar berita ia tidak percaya tapi ada bukti yang jelas yang memperlihatkan nya. ia bisa saja mencabut hukuman pada putrinya namun dia seorang kaisar dan di sana banyak para bangsawan dan menteri yang menyaksikan kejadian ini.


putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian hanya mampu diam dan melihat' ke arah Amora, terlihat bahwa dirinya tidak merasa bersalah ataupun ketakutan saat di paksa masuk ke dalam aula.


"sebelum memberikan hukuman yang pasti aku ingin mendengar pembelaan terlebih dahulu dari bibir putri mahkota Mora bagaimana pun juga kita harus tahu cerita kejadian nyata dari dua pihak. untuk itu aku mohon yang lain tetap tenang" ucap kaisar Wei yang mencoba mengulur waktu.


hal itu dapat di lihat oleh salah satu orang di belakang sana yang menyaksikan kejadian ini. ia tahu kaisar Wei tengah bingung menghadapi masalah ini.


"mohon maaf jika saya lancang. bukankah yang mulia kaisar seharusnya memberikan kejelasan untuk hukuman apa yang di berikan. tapi yang mulia malah ingin mendengar pembelaan dari pelaku. bukankah itu sama saja yang mulia kaisar mencoba mengulur waktu?" ucap gubernur Qian lu yang ingin cepat-cepat ini semua selesai.

__ADS_1


"memangnya kenapa? yang mulia kaisar mungkin sedang berbaik hati. lalu kenapa seperti nya diri mu dan selir Riu menginginkan kematian ku lebih cepat?" ucap Amora yang tiba-tiba langsung berdiri dengan tenang.


semua orang terkejut melihat nya. pasalnya Amora dalam kondisi tangan dan kaki terikat bisa langsung berdiri tanpa susah payah. bahkan para pengawal yang di sisinya juga tidak menyadari pergerakan Amora.


"tidak perlu terkejut lagipula itu hal yang mudah bagiku" ucap Amora yang mengerti keterkejutan mereka semua.


kini semua orang langsung menatap kembali selir Riu dan gubernur Qian lu dengan tatapan menyelidik. seperti curiga apakah mungkin mereka berdua mempunyai sebuah hubungan.


"apa yang putri mahkota katakan? saya tidak melakukan apapun. saya hanya meminta untuk yang mulia kaisar cepat memberikan keputusan" ucap gubernur Qian lu yang memasang wajah setenang mungkin.


"yang mulia! tadi yang yang mulia mempersilahkan saya untuk membela diri saya bukan. apa boleh saya menyuarakan pendapat saya?" tanya Amora kini menatap mata kaisar Wei dengan tatapan polosnya.


"iya tentu saja" ucap kaisar Wei


"apa maksud mu? kau menuduhku jelas-jelas bahwa kau sendiri lah yang mencoba untuk membunuh" ucap selir Riu.


ia menetralkan jantung nya. dirinya tidak boleh terlihat panik agar tidak ada yang curiga namun ada beberapa bangsawan di sana yang sudah mulai mencurigai selir Riu.


"jika di ingat-ingat lagi. bukankah kau sedang dalam masa hukuman selir Riu? lalu bagaimana bisa kau memaksa masuk kediaman ku? dan juga apa kau pernah melihat aku mencampurkan racun itu kepada makanan atau minuman kaisar Wei? sejak kapan kau keluar dan bagaimana caranya? waktu mu masih tersisa beberapa hari. jika kau mengkhawatirkan yang mulia kaisar Wei seharusnya kau tinggal menanyakan keadaan lewat pelayan lain. putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian saja tenang dan baik-baik saja saat berinteraksi padaku. kenapa kau bilang jika dari awal aku ingin mencelakai yang mulia kaisar Wei?" tanya Amora dengan langsung masuk inti nya.


pertanyaan-pertanyaan yang Amora sebutkan membuat selir Riu sedikit bingung dan terpojok. ia kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Amora itu. sedangkan yang lain terus menatap selir Riu dengan tatapan yang sama. mereka juga berfikir demikian setelah Amora menyebutkan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak dirinya itu.

__ADS_1


"a-apa maksud mu? kau mencurigai ku macam-macam. aku hanya memiliki firasat bahwa kau akan berbuat jahat pada yang mulia kaisar Wei" ucap selir Riu mencoba menutupi kegugupannya.


"bukankah selir Riu mencoba untuk menyingkirkan ku dari kekaisaran selatan ini?" tanya Amora.


"hah? itu tidak benar" elak selir Riu.


"apa benar begitu selir Riu?" tanya Kaisar Wei dengan serius menatap dalam manik selir Riu. membuat nya gugup dan menghindari kontak mata itu.


"penjahat tidak ada yang mengaku. jika mengaku penjara akan penuh" ucap Amora lalu melangkah menaiki tangga menghampiri kaisar Wei.


awalnya Amora di cegah oleh pengawal namun kaisar Wei memberi perintah untuk membiarkan nya.


"kau mencoba melenyapkan ku dengan meracuni ku dan membayar pembunuh bayaran namun tetap tidak berhasil karena aku mengetahui nya. mencoba memprovokasi kaisar Wei agar menghukum ku namun sekarang yang mulia kaisar lebih mempercayai. dan cara terakhir yang ada di otak kecil mu adalah memfitnah ku dan membuatku di hukum mati benar bukan?" ucap Amora pada selir Riu dan berdiri dengan tenang di hadapan nya.


"aku tidak pernah melakukan hal jahat itu. lagipula aku tak punya niatan sama sekali. jika benar untuk apa aku melakukan hal itu. itu tidak benar. yang mulia harus percaya pada ku dia hanya mencoba mengelak agar terhindar dari hukuman" ucap selir Riu


"kau bertanya untuk apa? bukankah kau selalu merasa bahwa aku penghalang diri mu untuk mendapatkan tujuan mu?" ucap Amora dengan senyuman miring.


"apa benar yang di ucapkan nya selir Riu? kau mencoba memfitnah dia dan membohongi kami semua" ucap kaisar Wei.


"itu tidak benar yang mulia jangan percaya dengan mulut berbisanya" elak selir Riu.

__ADS_1


...****************...


_To Be Continued


__ADS_2