Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 31


__ADS_3

sedangkan putra mahkota Marchelino masih terdiam di tempat nya mencerna semua kata-kata yang Amora ucapkan matanya menatap kosong ke arah kepergian Amora yang semakin jauh. adik nya yang dulu ia abaikan dan tidak di pedulikan sudah berbeda. ia merasa bahwa semakin ia dekati maka adik nya akan semakin menjauh. membuat nya bingung harus bagaimana. apakah tetap untuk memperbaiki semua nya atau menyerah saja?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"bagaimana suasana di sana?" tanya Weiwei yang tiba-tiba muncul di hadapan Amora membuat Amora terkejut


"bagaimana apa nya? kau datang tiba-tiba dan langsung bertanya membuat ku terkejut" ucap Amora mengelus dada nya yang karena kaget dengan kedatangan Weiwei yang tiba-tiba.


"heheheh tadi aku ingin menunggu mu di sini tapi ternyata kau sudah datang lebih dulu dari yang ku duga. sekarang cerita kan pada ku apa ada sesuatu yang terjadi di sana?" tanya kembali Weiwei dengan wajah antusias.


"seperti nya kau sangat semangat dan penasaran tentang itu. jangan terlalu kepo itu tidak baik" ucap Amora yang seakan tidak ingin menjawab pertanyaan Weiwei.


"ke-po? apa itu kepo?" tanya Weiwei menaikan satu alis nya ia bingung semakin hari Amora sering mengatakan kata yang aneh dan asing menurut nya.


"kepo itu sama saja dengan penasaran yang berlebihan. contoh nya seperti mu yang terlalu kepo" ucap Amora

__ADS_1


"tidak aku kepo aku sedikit pena-"


"PUTRI MORA KELUAR KAU SIALAN!! DASAR JAL*NG MURAHAN TAK TAHU DIRI. KELUAR KAU PENAKUT."


suara teriakan seseorang tiba-tiba terdengar membuat Weiwei dan Amora menghentikan obrolan mereka dan saling pandang. mereka jelas tahu suara siapa yang membuat keributan di depan.


"ada apa?" tanya Weiwei sedangkan Amora hanya mengangkat bahu dan gelengan kepala yang di artikan tidak tahu.


"kita keluar saja aku juga penasaran" ucap Amora


mereka berdua pun keluar beriringan untuk melihat keributan apa yang terjadi sampai-sampai 'dia' berteriak seperti itu. kalau Amora memang sudah tahu dan sudah menduga hal ini akan terjadi. tapi tidak dengan Weiwei yang belum tahu dan sangat penasaran dengan ini.


kenop pintu terbuka menampak kan Amora dan Weiwei yang sedang berdiri di ambang pintu. Amora dengan wajah malas dan Weiwei dengan wajah yang antusias.


"seperti nya kau memang sangat suka mengganggu ku setiap hari!" ucap Amora pada orang yang telah membuat keributan. di sisi orang tersebut ada gadis yang seumuran dengan Weiwei yang di yakini Amora itu adalah pelayan nya.

__ADS_1


"kau! dasar jal*ng kecil. gadis pembawa sial kenapa kau tidak mati saja. kau hanya akan merepotkan ku. seharus nya dari dulu kau sudah tiada. karena diri mu pertunangan ku dengan putra mahkota Chris di tunda. PUAS!!" ucap putri Raina dengan amarah yang memuncak setelah pertunangan nya di tunda hanya karena Amora. dia sangat benci ini. seharusnya saat acara tersebut Amora lah yang di permalukan. namun karena Amora berubah dan tidak lagi mudah di tindas membuat Amora banyak di sukai orang termasuk putra mahkota Chris dan ia tidak terima akan hal itu. seharusnya dia yang di sukai. menurut pemikiran putri Raina.


"waw mungkin itu karma karena kau mengambil hak ku . dan jika ku bertanya apakah aku sudah puas atau belum tentu saja aku belum puas karena ini hanya permulaan saja." ucap Amora dengan enteng dan sambil memperhatikan kondisi putri Raina yang agak berantakan karena membuat keributan dan membuat para penjaga mencegah bahkan ada yang mendorong nya.


"kau wanita iblis. wanita perebut. kau seharusnya mati saja menyusul ibu mu yang tak berguna itu" ucap putri Raina membangkitkan amarah pada Amora namun ia tahan karena tidak ingin mendapat masalah. namun tangan nya mengepal sampai-sampai kuku nya hampir menancap pada kulit nya.


"apa kau sedang membicarakan diri mu sendiri. lagi pula dari awal memang aku yang harus nya di jodohkan dengan putra mahkota Chris dan kau hanya pengganti saja. tapi aku tidak suka berdekatan dengan bekas sampah yang sudah kotor." ucap Amora


"kau! ck lepaskan tangan ku sialan" ucap putri Raina dengan geram karena tangan nya yang hendak menyerang Amora di tahan oleh penjaga.


Amora mengangkat tangan nya menandakan bahwa penjaga itu harus melepaskan nya. saat mendapat perintah dari Amora untuk melepaskan tangan putri Raina, para penjaga yang menahan nya pun langsung melepaskan dan mundur. kemudian Amora melangkah mendekati putri Raina dengan tersenyum miring.


"kau tahu aku juga manusia yang mempunyai 2 sisi yang berbeda. dulu aku sangat baik bahkan terlalu baik namun lama-kelamaan kau malah membangunkan sisi ku yang satu nya. jadi jangan salah kan aku untuk semua yang ku lakukan termasuk ini" ucap Amora memegang tangan putri Raina dan


Plaaaak..

__ADS_1


...****************...


_To Be Continued_


__ADS_2