Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 88


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"apa?" tanya Deon dia merasa aneh karena melihat Amora yang terlihat sangat senang walaupun diri nya baru saja hampir kehilangan nyawa nya.


"kasih tahu tidak ya?" Amora membuat gerakan seperti berpikir apakah hal itu harus di beri tahu atau tidak pada Deon.


Deon yang melihat itu gemas dan mencubit salah satu pipi Amora yang sedikit mengecil dari satu bulan lalu karena makanan yang di peroleh Amora dari alat-alat, tidak seperti makan pada umum nya.


"ehemmm, seperti nya kita sekarang tidak di anggap lagi" Kaisar Han berdehem dan menyadarkan kedua nya bahwa mereka tidak hanya berdua di ruangan itu.


melihat kaisar Han yang lain juga menimpali nya dengan hak yang sama tapi tidak dengan Amora dan Deon yang terkekeh karena merasa terhibur dengan hal itu.


akhirnya setelah Amora berhasil di duduk kan di ranjang dengan bantal di balik punggung nya agar Amora tidak merasakan sakit. sementara yang lain mengambil kursi dan duduk mengelilingi tempat tidur Amora.


Amora menceritakan apa yang terjadi pada diri nya

__ADS_1


"saat itu aku memang lengah dan badan ku di serang dengan asap hitam dari para makhluk di perbatasan desa Xanthi dan Taxia saat detik-detik terakhir mereka lenyap. awalnya aku tidak merasakan apapun, tapi lama-kelamaan aku merasa sesak dan sakit di beberapa bagian tubuh ku. aku sempat mendengar semua nya yang panik karena aku tak sadarkan diri, tapi setelah itu aku tidak mendengar apapun lagi dan hanya melihat kegelapan. lalu beberapa saat kemudian aku merasakan kehangatan dan perlahan semuanya terang..."


"aku melihat bangunan rumah yang selalu ku kenal, di sana kehidupan nya tidak ada yang berubah sama sekali saat aku tidak ada sekalipun. ya, rumah yang ku lihat adalah rumah ku di tempat ku yang dulu. semua keluarga ku sedang berkumpul dan di sana semua nya sama, bahkan kursi tempat makan ku pun tidak ada yang menduduki nya seolah-olah bahwa itu hanya milikku. aku senang mereka tidak melupakan ku, tapi juga sedih saat aku tidak bisa bersama mereka lagi..."


"ketika aku mencoba mendekat dan memanggil mereka tidak ada yang mendengar ataupun melihat ku, tapi aku bisa membuat mereka mengetahui keberadaan ku menggunakan perantara. hingga akhirnya mereka dapat mendengar ku..."


Amora sedikit menghela nafas nya sebentar sebelum kembali bercerita. bibir nya tak berhenti tersenyum dan juga ada beberapa air mata yang jatuh ketika Amora membahas tentang keluarga nya.


yang lain melihat bahwa Amora terlihat senang karena bisa bertemu dengan keluarga nya walau sebentar namun ada juga jejak kerinduan di mata nya.


"aku berbicara tentang kehidupan ku setelah meninggal kan mereka, dan juga melepaskan rindu ku pada keluarga ku yang selama ini selalu ada untukku. hari ini aku bisa tenang karena sudah bertemu dengan mereka dan juga bisa berpamitan sebelum aku pergi lagi..."


"lalu kenapa kau memilih untuk berada disini? bukankah selama ini kau sangat merindukan keluarga mu lagi, dan pernah mengatakan bahwa jika kau bisa kau ingin kembali lagi dengan keluarga mu?" tanya Alex , dia sedikit penasaran dengan alasan Amora yang lebih memilih tetap berada di sini setelah paham dengan isi cerita tadi.


"aku tahu, keluarga ku di sana sudah cukup bahagia dan mereka hidup damai walau tanpa ku dan tetap tak melupakan ku. sedangkan di sini aku tahu ada beberapa orang yang membutuhkan ku" ucap Amora memberikan alasan nya kenapa memilih untuk tetap berada di dunia kedua nya.

__ADS_1


"apa sekarang kau senang dan puas?" tanya Deon dia senang karena Amora lebih memilih berada di sini dan itu artinya mereka bisa hidup bersama.


"ya, sangat senang dan puas"


"apa setelah ini kamu masih menganggap keluarga kekaisaran Wei sebagai keluarga mu?" kini yang bertanya adalah kaisar Wei, dia sedikit khawatir Amora melupakan keluarga dari kerajaan Kekaisaran Selatan.


mendengar pertanyaan kaisar Wei Amora pun tersenyum tipis "tentu saja tidak, kalian tetap keluarga. semau orang yang ku sayangi adalah keluarga ku"


jawaban Amora membuat semua nya tersenyum, mereka senang Amora tak berubah sedikit pun dari Amora sebelum kejadian 1 bulan ini.


"jadi, aku bisa melaksanakan pernikahan ku dengan Lia bukan? aku tidak ingin menundanya lagi"


ucapan Deon membuat yang lain tertawa karena permintaan nya yang terdengar tidak sabaran dan tentu saja membuat Amora melotot karena kaget dengan permintaan Deon yang satu ini. wajahnya memerah panas dan membuatnya menutup wajah nya dengan bantal.


......~TAMAT~......

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


See you semuanya, dan terimakasih untuk semua nya yang sudah membaca novel ini dan menunggu up nya. novel ini cuma fiktif belaka dan hanya karangan penulis, juga aku minta maaf kalo masih banyak kesalahan selama aku membaut novel ini. mohon di maklumi ya, soalnya aku lagi dalam tahap belajar menulis cerita supaya dapat lebih baik lagi.👋👋


__ADS_2