Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 23


__ADS_3

"hahahaha iya iya terserah kau saja berikan informasi nya pada ku dan jangan marah-marah nanti kau cepat tua dan Alex tidak menyukai mu" ucap Amora dengan candaan nya.


"semakin hari kau semakin menyebalkan nona." gumam Weiwei dengan pelan.


"apa yang kau katakan?"


"bukan apa-apa" ucap Weiwei menggelengkan kepala nya.


kemudian Amora membuka amplop yang ada di tangan nya. dan mengambil beberapa lebar kertas yang ada di dalam nya dengan perlahan. saat melihat kertas-kertas tersebut tak terasa senyum tipis tercetak di bibir nya.


"kurang satu! ku tunggu sampai benar-benar ada baru kita dapat memberi kejutan pada dunia" gumam Amora pelan


"kau mengatakan apa nona?" tanya Weiwei ia tidak mendengar jelas apa yang di ucapkan Amora barusan.


"sudah lupakan saja! sekarang sudah sore aku ingin mandi kau siapkan air untuk ku mandi" perintah Amora


"baik nona"


...----------------...


DITEMPAT LAIN


"apa benar-benar tidak ada lagi kesempatan untuk ku? aku tau ini terlambat tidak bisakah aku untuk dapat dekat dengan putri ku sendiri?" gumam kaisar Wei


'kau sungguh keterlaluan yang mulia. aku melahirkan putri kita dengan susah payah bahkan mengorbankan nyawa ku. aku tidak menyesal jika aku menukarkan nyawa ku untuk nya. aku mau saja jika aku melakukan nya sekali lagi, asal aku dapat melihat putri ku bahagia. aku selalu iri kepada mu karena kau masih bisa merasakan pelukan nya, menjadi sandaran nya, sedangkan aku tidak. tapi kau malah mengabaikan dan menyakiti putri kita yang telah aku perjuangkan? aku sangat kecewa pada mu yang mulia'

__ADS_1


terdengar suara seseorang yang sangat di rindukan oleh kaisar Wei. yah siapa lagi kalau bukan permaisuri Lea, istri yang paling di cintai kaisar Wei dan ibu dari putri Moralysya.


"sayang kau kah itu? kau ada di mana aku merindukan mu?" ucap kaisar Wei yang terus melihat sekeliling nya berharap ia bisa menemukan seseorang yang sangat ia cintai.


'jangan mencari ku kau tak akan pernah menemukan ku. seharusnya kau perhatikan putri kita. dia sangat mirip dengan ku, kau bilang kau mencintaiku namun nyata nya perjuangan ku saja kau abaikan bahkan menyakiti hati nya' lirih permaisuri Lea


"ma-maafkan aku. aku hanya tidak rela jika kau pergi hanya untuk nya. aku ingin kau tetap bersama ku. aku tidak sanggup melihat mata nya yang selalu mengingat kan ku pada mu dan bagaimana kau berjuang untuk melahirkan nya"


"jika begitu bukankah kau seharusnya menyayangi nya aku telah berjuang untuk nya dan kau sia-siakan diri nya. sama saja kau tidak menghargai pengorbanan ku. aku sungguh kecewa pada mu. apa kau benar-benar tega?"


"maaf, maafkan aku. aku tau aku salah"


"kau tau kau salah mengapa kau hanya diam saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa"


"tidak! kau baru mencoba satu kali dan sudah menyerah? kau tidak berfikir sudah berapa kali ia mencoba dekat dengan mu dan selalu kau tolak"


"tapi..."


Wuuush


tiba-tiba angin bertiup kencang dengan menghilang nya juga suara permaisuri Lea.


"permaisuri? permaisuri... seperti nya aku memang harus terus mencoba supaya dapat di maafkan putri ku sendiri." gumam kaisar Wei.


...****************...

__ADS_1


KEMBALI KE KEDIAMAN AMORA


"Weiwei sudah ku bilang ambil beberapa baju dari lemari ku untuk kau pakai" ucap Amora dengan kesal.


"tapi nona aku tidak pantas memakai pakaian yang nona punya. lagi pula aku sudah nyaman menggunakan baju seperti ini." ucap Weiwei yang tetap tidak mengikuti perintah Amora.


"yang menentukan pantas atau tidak pantas nya adalah diri ku. kenapa kau sangat keras kepala" ucap Amora. setiap hari mereka selalu saja berdebat dari hal kecil sampai besar. tidak ada hari dimana Amora dan Weiwei tidak berdebat.


"di sini siapa yang menjadi tuan nya?" tanya Amora


"nona" ucap Weiwei sambil menunjuk Amora.


"itu kau tau. aku menyuruh mu sebagai perintah bukan permintaan yang tidak bisa di bantah. sekarang aku perintahkan kau ganti baju dengan ... baju yang ini" ucap Amora menyerah kan satu setelan baju yang ia punya kepada Weiwei.


"tapi nona ini terlalu..." ucapan Weiwei terpotong dengan cepat oleh Amora.


"sekarang aku baru tau Weiwei yang ku kenal suka membantah perintah ku" ucap Amora dengan nada dingin dan ekspresi datar


"ti-tidak. baiklah aku akan mengganti pakaian dulu" ucap Weiwei


"nah gitu dong dari tadi kan enak denger nya" ucap Amora dengan senyuman


"dong? apa itu artinya?" tanya Weiwei


"bukan apa-apa sana kau ganti baju nanti setelah selesai ke sini lagi aku ingin melakukan sesuatu"

__ADS_1


__ADS_2