Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 25


__ADS_3

"selesai! sekarang kita akan berfoto yang cantik sebagai hadiah pertama ku sebagai adik mu" ucap Amora mengambil handphone nya dan mengklik ikon kamera.


"tapi bukankah ini terlalu berlebihan?" tanah Weiwei.


"tidak ada yang berlebihan semua nya pas dan sesuai. sudah jangan banyak tanya dan bicara cukup ikuti saja aku nanti kita lihat hasil nya." ucap Amora


"sekarang senyum"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi yang cerah seperti biasa, sama seperti suasana di kediaman Amora. Amora sedang merawat tanaman yang ada di taman belakang nya. tanaman-tanaman itu memiliki khasiat untuk kesehatan dan juga ada untuk dapat merawat kulit dan mencerahkan. semua tanaman itu ia tanam untuk berjaga-jaga akan sesuatu hal yang mungkin akan terjadi. namun saat sedang merawat tanaman nya tiba-tiba ia di kejutkan dengan seorang tamu tak di undang yang datang ke kediaman nya.


"ada apa?" tanya Amora dingin saat tau siapa orang yang datang ke kediaman nya yang sederhana itu.

__ADS_1


"apa putri sedang sibuk?" bukan nya menjawab pertanyaan Amora orang itu malah bertanya balik kepada Amora.


"bukankah tidak sopan jika ada yang bertanya dan di tanya balik?" ucap Amora dengan menatap dingin orang yang menjadi lawan bicara nya.


"maaf, aku hanya sedang ingin berkunjung dan melihat keadaan putri saja" ucap orang tersebut melihat ke bawah karena tidak sanggup menatap mata Amora.


"saya baik-baik saja dan juga terima kasih karena sudah mau berkunjung, suatu kehormatan karena yang mulia kaisar mau berkunjung ke kediaman saya yang sederhana ini. sudah selesai bukan? bukankah yang mulia kaisar juga sibuk dan tidak mungkin akan berlama-lama di sini. kaisar kan sangat membenciku" ucap Amora tersenyum tipis dan juga merasa aneh pada orang di hadapan yang tak lain adalah kaisar Wei.


"aku minta maaf sungguh aku menyesal. tidak seharusnya aku membenci putri ku sendiri yang tidak bersalah" ucap kaisar Wei dengan penuh penyesalan.


meninggalkan kaisar Wei yang terpaku di tempat nya. menatap ke arah kepergian Amora dengan satu tangan nya yang menyentuh dada bagian kiri nya merasa kan sesak pada hati nya. sangat menyakitkan seperti di tusuk ribuan belati tajam dan seperti batu besar yang menghimpit hati nya. apa kah ini yang di rasakan putri nya selama ini? ia dulu bahkan tidak sampai memikirkan perasaan Amora yang bahkan belum merasakan kasih sayang dari seorang ibu. dan putri nya juga bahkan tidak mendapat kasih sayang dari nya selama ini. sungguh ingin sekali rasa nya kaisar Wei memutar waktu kembali agar ia bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki hubungan nya dengan sang putri. namun semua nya tidak mungkin terjadi. waktu tak bisa di putar kembali.


dan akhirnya kaisar Wei pun pergi dari kediaman Amora dengan lesu karena ia juga tidak ingin mengganggu Amora dan membuat Amora semakin membenci diri nya.

__ADS_1


"ayah apa yang terjadi pada mu?" tanya putra mahkota Marchelino yang kebetulan berpapasan dengan kaisar Wei di jalan.


Kaisar Wei hanya menatap nya sekilas dan kembali menunduk "seperti nya aku sudah terlalu banyak membuat luka di hati nya. sampai-sampai ia pun tidak mengiginkan kehadiran" jawab kaisar Wei yang mana membuat putra mahkota Marchelino bingung siapa yang di maksud ayah nya ini?


"lebih baik kita duduk dulu di kursi sebelah sana dan bicarakan apa yang ayah maksud mungkin aku bisa membantu" ucap putra mahkota Marchelino lalu berjalan beriringan dengan kaisar Wei yang masih menunduk lesu. hari ini ia tak bersemangat melakukan apapun karena perkataan Amora tadi pagi.


"coba sekarang ayah cerita kan masalah nya. aku akan mencoba membantu jika aku bisa" ucap putra mahkota Marchelino.


kemudian kaisar Wei pun menceritakan semua nya dari niat awal nya yang ingin mengunjungi Amora dan perkataan Amora yang begitu menyakitkan di dada nya sampai ia tidak terlalu fokus mengurus beberapa hal. hal itu membuat putra mahkota Marchelino bertanya-tanya mengapa ayah nya mau berkunjung ke kediaman Amora?


"untuk apa ayah pergi ke sana bukan kah ayah sangat membenci nya. dia yang telah membuat kita kehilangan ibunda permaisuri Lea? lalu untuk apa ayah repot-repot untuk mendatangi nya?" tanya putra mahkota Marchelino.


...****************...

__ADS_1


_TO BE CONTINUED_


__ADS_2