
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
siang hari Amora masih tertidur pulas karena semalam dirinya tidak tidur karena ingin cepat mengetahui semua nya. membongkar semuanya dan membuat semua orang melihat dan sadar siapa sampah yang sebenarnya di kekaisaran selatan ini. dia ingin cepat-cepat mengetahui nya namun juga tidak ingin terburu-buru agar lawan nya tidak memiliki celah untuk melawan dirinya.
Amora terbangun pada saat matahari sudah akan turun. ia merasa papar karena pagi tadi tidak sempat sarapan terlebih dahulu.
"kakak?" tanya Amora saat melihat Weiwei datang. "sedang apa?"
"ini kakak bawakan makanan untuk mu pagi tadi kau tidak sempat sarapan dan makan siang pun sampai terlewat" ucap Weiwei yang menaruh nampan makanan di meja samping tempat tidur Amora.
"wah kau perhatian sekali kak. terimakasih" ucap Amora.
"ya sama-sama makanlah selagi hangat" ucap Weiwei.
dan Amora pun langsung memakan nya dengan lahap karena rasanya yang enak dan perutnya yang sudah merasakan lapar sedari tadi sehingga membuat nya terbangun karena rasa lapar.
"oh ya, kak aku mau tanya. em bagaimana keadaan kaisar Wei sekarang?" tanya Amora setelah menghabiskan satu suap terakhir nya dan meminum air.
__ADS_1
"yang aku dengar setelah kau pergi dari ruangan kaisar Wei, kaisar Wei sedikit merasa lebih baik. namun belakangan ini ia mulai sakit lagi. aku juga tidak tahu aku hanya dengar dari pelayan lainnya" ucap Weiwei memberikan penjelasan pada Amora yang ia ketahui.
"baiklah. ku rasa sekarang aku harus ke sana" ucap Amora lalu membereskan sisa makanan nya tadi.
"apa kau sudah bisa memaafkan kaisar Wei?" tanya Weiwei dia sangat berharap adik angkatnya ini dapat merasakan kasih sayang keluarga, kasih sayang seorang ayah, dan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.
ia selalu merasa sedih ketika melihat adiknya ini selalu murung ketika melihat dari jauh kaisar Wei, putra mahkota Marchelino dan putri Raina selalu bercanda dan tertawa. dan saat ini Weiwei sangat bersyukur melihat adiknya berbeda dan tidak lagi melihat adanya raut wajah kesedihan dan keputusasaan.
"jika memaafkan sepenuhnya aku belum bisa, namun aku mencoba untuk memaafkan mereka. aku rasa hidup ku terlalu berarti jika aku hanya memendam rasa benci ku terus" ucap Amora
lalu berjalan melangkah keluar dan menuju ruangan tempat kaisar Wei di rawat. dengan Weiwei yang mengikuti nya dari belakang.
kemudian Amora pun melanjutkan langkah nya dan melangkah masuk ke ruangan. hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk termasuk juga Amora jadi tidak ada orang yang melarangnya untuk masuk.
"selamat sore kaisar" ucap Amora memberikan salam pada kaisar Wei yang sedang berbaring di samping nya terdapat pelayan kemarin yang mencoba memaksa kaisar Wei untuk makan.
kaisar Wei pun langsung menoleh dan tersenyum bahagia melihat putri nya datang kembali. "putri kau kembali lagi. kupikir kau tidak akan kembali" ucap kaisar Wei dengan bahagia walau wajahnya terlihat pucat.
__ADS_1
"aku ingin mencoba menjadi anak yang berbakti pada ayahnya" ucap Amora dengan tersenyum pada kaisar Wei.
"kau sudah menganggap ku ayah lagi. apa kau sudah bisa memaafkan ku" ucap kaisar Wei dengan mata berkaca-kaca dan perasaan yang bahagia.
"jika memaafkan sepenuhnya aku belum bisa semua nya butuh proses namun aku akan berusaha semampu ku aku tidak ingin mengecewakan bunda Lea " ucap Amora lalu mendekati kaisar Wei dan mengambil makanan dari pelayan tersebut dengan sedikit kasar. membuat pelayan sedikit tersentak.
"biar aku saja yang menyuapi kaisar" ucap Amora pada pelayan tersebut.
"apa bisa aku meminta diri mu memanggil ku ayah lagi?" ucap kaisar Wei dengan sedikit ragu dan takut membuat Amora tersinggung dan menjauhinya lagi.
Amora menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan kaisar Wei. "baiklah" ucap Amora menyetujui permintaan kaisar Wei dan menimbulkan senyum merekah pada bibir pucat kaisar Wei.
"karena sekarang kita sudah lebih dekat bagaimana jika ayah aku rawat di kediaman ku saja. aku akan terus merawat ayah setiap hari di sana. dan juga agar aku tidak terlalu repot harus berjalan dari kediaman ku kesini. apa ayah mau?" tanah Amora memberikan usulan pada kaisar Wei. ia ingin dapat bisa menjaga kaisar Wei lebih baik lagi jika kaisar Wei tidak terurus dan meninggal itu malah mempersulit Amora menyelesaikan tugas nya.
"apakah tidak apa-apa?" tanya kaisar Wei.
"tentu saja aku akan senang bukankah kita harus melakukan pendekatan agar kita dapat terlihat seperti ayah dan putri seperti umum-nya" ucap Amora.
__ADS_1
...****************...
_To Be Continued_