Pembalasan Mafia Dari Masa Depan

Pembalasan Mafia Dari Masa Depan
episode 54


__ADS_3

...****************...


"awalnya ayah dan ibu mu mencoba untuk menerima kehadiran gubernur Qian lu dan bersikap ramah padanya. namun ia malah membalas dengan berbuat jahat. dulu kami pernah terjadi kesalahpahaman dengannya. kami berusaha meluruskan kesalahpahaman tersebut namun dia tidak mendengar penjelasan kami" ucap kaisar Wei dengan susah payah karena ia sedikit susah untuk menceritakan nya yang membuat nya mengingat masa lalu yang rumit untuknya lewati.


"oh baiklah tidak apa-apa. aku lihat kondisi ayah sudah lebih baik. bagaimana keadaan ayah sekarang?" tanya Amora yang sudah tidak lagi menanyakan tentang gubernur Qian lu.


"yah ayah sudah baik ini semua berkat mu yang selalu merawat dan menjaga ayah sepenuh hati" ucap kaisar Wei tersenyum simpul.


"kau memang bisa di percaya. aku salut pada mu dan maaf karena telah banyak melakukan kesalahan" ucap pangeran Ian.


"sudahlah tidak perlu di ingat itu sudah berlalu. sekarang kita fokus pada kesehatan ayah dulu" ucap Amora

__ADS_1


mereka berempat pun terus berbincang santai terlihat seperti sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia ada canda tawa yang menyertai perbincangan mereka.


sampai tidak terasa waktu sudah sore dan menunjukkan bahwa mereka sudah lumayan lama berbincang. putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian pun pamit pergi walau sebenarnya mereka berdua masih ingin berada di sana dan menghabiskan waktu bersama. namun mereka berdua juga mempunyai urusan masing-masing untuk mereka kerjakan. entah itu urusan kerajaan, rakyat, dan urusan lainnya. semenjak sakit nya nya kaisar Wei ada banyak masalah yang terjadi. seperti kerajaan yang kosong sedangkan putra mahkota Marchelino masih sedikit ragu, lalu beberapa rakyat yang mempunyai banyak permasalahan entah ekonomi atau lainnya. jadi putra mahkota Marchelino dan pangeran Ian harus menyelesaikan semua masalah itu mungkin juga untuk latihan bagi putra mahkota Marchelino untuk bisa menghadapi masalah menjadi pemimpin. dan pangeran Ian sebagai pangeran juga bisa membantu mengurangi beban sang kakak.


saat ini hari sudah gelap, kaisar Wei sudah makan malam dan minum obat dan hendak istirahat. rutinitas setiap malam yang selalu di lakukan kaisar Wei selama ada di kediaman Amora. sama seperti saat di ruangan nya dulu namun sekarang lebih baik dan nyaman rasanya sehingga ia tidak pernah bosan walau selalu melakukan hal yang itu-itu saja.


"sekali lagi terima kasih" ucap kaisar Wei setiap saat hanya ucapan terimakasih dan maaf yang selalu keluar dari mulut nya yang sekarang sudah tidak pucat lagi.


setelah memastikan kaisar Wei tertidur Amora pun keluar dari kamar itu lalu berjalan kearah kamar nya dan menutup serta menguncinya dengan rapat. kemudian berjalan lagi ke tempat meja rias dan menekan tombol kecil di balik meja rias tersebut. munculah tangga yang turun kebawah dari samping kanan meja rias tersebut. Amora pun menuruni tangga tersebut dan membawa obor ditangannya setelah di lantai dasar Amora menekan tombol lagi yang ada di sana dan tangga serta pintunya pun tertutup dan menghilang. lalu Amora menaruh obor di tempatnya dan berjalan di ruangan yang penuh dengan banyak barang-barang di sana dan ada juga terdapat meja dan kursi sederhana yang tersedia di sana.


ia mengambil salah satu alat yang ada di sana dan menghidupkan nya sehingga terdengar suara dari alat tersebut. di mana ia bisa berkomunikasi dengan seseorang di luar sana.

__ADS_1


setelah berkomunikasi dan menyelesaikan urusan nya Amora menekan tombol lagi yang memunculkan tangga yang sama seperti tadi lalu mengambil obornya. dan menaiki tangga tersebut. dan melakukan hal sama seperti saat ia datang. kemudian Amora yang akan membaringkan tubuhnya mata elangnya menatap botol kecil di balik bantal nya. dan mengambil nya dan memeriksa nya.


"racun?" lirih Amora. bingung mengapa ada botol racun di sana. dan seperti nya racun ini sangat berbahaya dan berdampak kematian jika sering di konsumsi. sedetik kemudian ia tersenyum miring.


"hemm trik yang mereka gunakan terlaku murahan dan terlihat. apakah di antara mereka tidak ada yang mempunyai kemampuan yang sedikit lebih tinggi dari ini" ucap Amora yang menggeleng kan kepalanya dan menertawai orang yang hendak membuatnya dalam masalah.


Amora membuat sesuatu yang warna dan baunya hampir sama dengan racun tersebut dan memasukkan nya dalam botol yang sama setelah memindahkan racunnya. lalu meletakkan nya di tepat semula. dan langsung tidur seperti tidak terjadi apa-apa.


...****************...


_To Be Continued_

__ADS_1


__ADS_2